Skip to Main Navigation

Program Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan Indonesia (SLMP)

Image

Blog: Sabuk hijau Indonesia – Melindungi dan memulihkan hutan mangrove Indonesia

8 Agustus 2022

Indonesia merupakan rumah bagi kawasan dan keanekaragaman ekosistem mangrove terbesar di dunia. Mangrove mendukung penghidupan masyarakat pesisir, melindungi pesisir negara dari bencana, dan menyimpan 3,14 miliar ton CO2. Baca lebih lanjut tentang bagaimana Indonesia dapat melindungi ekosistem penting ini.

Image

Blog: Provinsi Jambi dapat dijadikan contoh praktik baik lanskap berkelanjutan di Indonesia

28 Maret 2022

Jambi telah menetapkan Rencana Pertumbuhan Ekonomi Hijau untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan dan inklusif. Hari Hutan Internasional membawa ingatan kepada salah satu kunjungan personal Staf Bank Dunia ke Provinsi Jambi pada tahun lalu, yang dimulai dari kota Jambi, yang terletak di bagian timur, hingga ke Kabupaten Kerinci di ujung barat.

Image

Blog: ‘Sabuk Hijau’ Indonesia - Mangrove memberikan manfaat lokal dan global

27 oktober 2021

Indonesia memiliki 3,36 juta hektar hutan mangrove, setara dengan lebih dari 20 persen ekosistem mangrove dunia. Blog ini menyoroti kebutuhan akan suatu pendekatan lanskap dalam pengelolaan mangrove dengan menerapkan suatu pendekatan holistik – tidak hanya melakukan restorasi mangrove melalui penanaman, tetapi juga memastikan bahwa mangrove yang ada dikelola secara berkelanjutan dengan memberikan insentif kepada masyarakat setempat, menegakkan peraturan, dan meningkatkan perencanaan tata ruang. 

Image

Cerita Fitur: Membuka Pintu Akses dan Pengelolaan Hutan Kemasyarakatan di Indonesia

21 Oktober 2021

Di Provinsi Kalimantan Barat, Indonesia, masyarakat desa Padang Tikar mengelola 76.000 hektar hutan bakau. Bisnis berbasis wanatani dan lebah madu mereka memperoleh keuntungan bulanan sekitar Rp 325 juta (US$ 22.000) – sebuah contoh bagaimana akses legal ke pemanfaatan hutan dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat pedesaan. Kisah ini, yang diceritakan dalam buku Tosca Santoso tahun 2019, “Lima Hutan, Satu Cerita”, menjelaskan salah satu dari banyak cara masyarakat dapat berkembang ketika diberi akses hukum untuk mengelola hutan secara lestari.

Image

Cerita Fitur: Konservasi dan estorasi Mangrove: Melindungi Penjaga Iklim Indonesia

26 Juli 2021

Sebagai penjaga bagi tempat tinggal dan penghidupan masyarakat di garis pantai, mangrove memberikan perlindungan dari badai dan tsunami, serta mengurangi risiko banjir, genangan, dan erosi. Mangrove juga menyimpan karbon dalam jumlah besar. Temukan berbagai upaya yang telah dilakukan - oleh pemerintah hingga masyarakat - untuk mengelola ekosistem penting ini secara berkelanjutan.

Image

Blog: Membangun Kembali Lebih Baik, Lewat Pemulihan Hijau

13 JULI 2021

Ketika gempa bumi dan tsunami 2004 memusnahkan rumah, gedung, dan jalan di Aceh, pemerintah dihadapkan pada dua pilihan: membangun semuanya kembali ke kondisi sebelum bencana, atau menggunakan kesempatan untuk ‘membangun kembali dengan lebih baik’. Pemerintah memilih pilihan yang kedua, memprioritaskan kebutuhan masyarakat setempat sambil memastikan ketahanan terhadap bencana di masa depan.

Image

Blog: Pendekatan Lanskap di Indonesia: Dari Konsep Menjadi Alat Praktis untuk Mengurangi Emisi Gas Rumah Kaca dan Meningkatkan Mata Pencaharian

4 juni 2021

Lingkungan yang sehat merupakan prasyarat bagi perekonomian untuk berkembang. Pengelolaan lanskap terpadu yang menyatukan masyarakat, pemerintah, sektor swasta, dan mitra masyarakat sipil dapat menyeimbangkan penggunaan lahan yang mempertimbangkan sumber pangan dan mata pencaharian, hak atas lahan restorasi, serta berbagai target iklim pembangunan. Baca blog tentang bagaimana pengelolaan lanskap terpadu diterapkan.

Image

Cerita Fitur: Kemenangan Bersama di Perlindungan Hutan: Meningkatkan Kualitas Hidup dan Memperlambat Perubahan Iklim

9 JUNI 2021

Abad ke-21 menjadi saksi peningkatan perlindungan secara strategis yang diberikan pemerintah terhadap hutan, untuk alasan yang baik. Perlindungan hutan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus memperlambat perubahan iklim dengan memungkinkan pohon, tanah, dan padang rumput melakukan fungsi alaminya untuk menghilangkan karbon dioksida dari atmosfer. Bank Dunia memiliki 102 Portofolio proyek senilai $3,7 miliar yang mendukung keterlibatan transformatif secara sistemik untuk mengurangi perubahan iklim dan mendukung program kehutanan di lebih dari 50 negara, termasuk Ghana, Indonesia, Republik Demokratik Rakyat Laos, Meksiko, Mozambik, Nepal, Vietnam, dan Zambia.

Image

Cerita Fitur: Indonesia Mengambil Pendekatan Lanskap untuk Mengurangi Deforestasi, Mengatasi Perubahan Iklim

JANUARY 2021

Secara global, deforestasi yang terjadi di Sumatra mengancam hutan tropis dan keanekaragaman hayati secara signifikan. Untuk mengantisipasi tekanan yang terjadi dari berbagai sector, Pemerintah Indonesia mengembangkan pendekatan pengelolaan lanskap yang unik di Jambi yang dapat digunakan sebagai model untuk mengurangi emisi penggunaan lahan di seluruh Indonesia.

Image

Siaran Pers: Penandatanganan Kesepakatan Pengurangan Emisi Karbon antara Indonesia dan Bank Dunia

December 2020

Pada tanggal 27 November 2020, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Indonesia dan Fasilitas Kemitraan Karbon Hutan (Forest Carbon Partnership Facility/ FCPF) Bank Dunia menandatangani perjanjian untuk membuka hingga US$110 juta guna menurunkan emisi karbon dari deforestasi dan degradasi hutan hingga 2025.

Image

Blog: Partnerships, cornerstone to achieve Indonesia’s sustainable peatland restoration targets

June 2017

World Bank insights from the high-panel discussion in “Global Landscapes Forum: Peatlands Matter” held in May 2017 on why developing a stronger partnership among government, private sector and civil society is the cornerstone to achieve Indonesia’s peatland restoration target.

Image

Blog: Pengendalian Kebakaran: Upaya Indonesia Mencegah Krisis Kebakaran Hutan dan Lahan

October 2016

Kebakaran hutan dan lahan telah menjadi peristiwa ulah manusia tahunan dengan sekitar 2.356 titik api terdeteksi di Sumatera dan Kalimantan antara Januari dan Agustus 2016. Bagaimana mencegahnya terjadi lagi di masa depan?

Image

Blog: Melihat Dampak Kebakaran Hutan di Sumatera Selatan: Pengalaman di Lapangan

February 2016

Sebuah pengalaman di lapangan dalam menemukan keberhasilan pengelolaan lanskap berkelanjutan di Indonesia: Mendukung petani kecil dan tindakan Pemerintah untuk memulihkan pengembangan lahan gambut – langkah ke arah yang benar.