Skip to Main Navigation

Ikhtisar

Sebagai ekonomi terbesar di Asia Tenggara, Indonesia - negara kepulauan yang beragam dengan lebih dari 300 kelompok etnis - telah mencapai  pertumbuhan ekonomi yang mengesankan sejak mengatasi krisis keuangan Asia pada akhir 1990-an.

Saat ini, Indonesia adalah negara dengan populasi terbesar keempat di dunia, ekonomi terbesar ke-10 di dunia dalam paritas daya beli, dan anggota G-20. Selain itu, Indonesia telah memperoleh hasil yang luar biasa dalam upaya pengurangan kemiskinan, dimana tingkat kemiskinan menurun lebih dari setengahnya sejak 1999, menjadi 9,78% di tahun 2020. Sebelum krisis COVID-19, Indonesia mampu mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang konsisten, dimana baru-baru ini memenuhi syarat untuk mencapai negara status pendapatan menengah ke atas.

Perencanaan pembangunan ekonomi Indonesia mengikuti rencana pembangunan jangka panjang 20 tahun, dimulai dari 2005 hingga 2025. Hal ini dibagi menjadi rencana jangka menengah 5 tahun, yang disebut RPJMN (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional) masing-masing dengan prioritas pembangunan yang berbeda. Rencana pembangunan jangka menengah saat ini - fase terakhir dari rencana jangka panjang - berlangsung dari tahun 2020 hingga 2024. Rencana pembangunan ini bertujuan untuk lebih memperkuat perekonomian Indonesia dengan meningkatkan modal manusia dan daya saing di pasar global.

Masih banyak tantangan terkait pembangunan bagi Indonesia. Selain itu, krisis global akibat pandemi COVID-19 membawa komplikasi yang belum pernah terjadi sebelumnya bagi Indonesia untuk mencapai tujuan pembangunannya.

Antara bulan Maret hingga September 2020, statistik resmi melaporkan kenaikan tingkat kemiskinan nasional dari 9,78% menjadi 10,19%, setara dengan bertambahnya jumlah penduduk miskin dari 26,42 juta orang menjadi 27,55 juta, dari total penduduk sebesar 270,2 juta – yang berarti hilangnya tiga tahun capaian dalam upaya mengurangi kemiskinan.

Selain itu, meskipun Indonesia mampu menurunkan angka stunting hingga 27,7% pada tahun 2019, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Upaya tersebut sangat penting untuk memastikan sumber daya manusia Indonesia kuat dan produktif. Saat ini, menurut Indeks Modal Manusia Bank Dunia, tingkat produktifitas generasi penerus Indonesia hanya akan mencapai 54% dari yang bisa diraih dengan adanya layanan kesehatan dan pendidikan yang lengkap.

Dalam merespon krisis COVID-19 secara segera, pemerintah telah mengimplementasikan paket fiskal darurat setara dengan 3,8% PDB tahun 2020 (belanja aktual) dan 4,2% PDB tahun 2021 (berdasarkan  data hingga 18 Maret 2021), untuk menangani dampak kesehatan, bantuan untuk rumah tangga dan usaha, mendukung upaya vaksinasi dan pemulihan. Bank Dunia mendukung tanggap darurat COVID-19 di Indonesia, termasuk meningkatkan bantuan sosial dan sistem perawatan kesehatan sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan.

Pembaharuan Terakhir: 2 April 2021

PINJAMAN

Indonesia: Komitmen berdasarkan Tahun Fiskal (dalam jutaan dolar)*

*Jumlah termasuk komitmen IBRD dan IDA
Image
GALERI FOTO
Foto Lainnya

KENALI LAGI

Informasi Tambahan

Kontak untuk Kantor Perwakilan

Jakarta (+62-21) 5299-3000
Indonesia Stock Exchange Building, Tower 2, 12th Floor. Jl. Jenderal Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190
Washington, +1 202-473-4709
1818 H Street, N.W, Washington, DC 20433 U.S.A.