Ikhtisar

  • Sebagai salah satu negara terbesar di Asia Timur, Indonesia – kepulauan yang mencakup lebih dari 300 suku – telah memperlihatkan pertumbuhan ekonomi yang sangat baik sejak krisis finansial Asia di akhir 1990an. PDB nasional Indonesia nasional terus meningkat, dari $823 pada tahun 2000 menjadi $3.932 pada 2018.

    Saat ini Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, dengan ekonomi terbesar kesepuluh berdasarkan paritas daya beli, dan merupakan anggota G-20. Indonesia telah berhasil mengurangi kemiskinan lebih dari setengah sejak tahun 1999, menjadi 9,8% pada tahun 2018.

    Meski tengah berlangsung ketidakpastian global, proyeksi ekonomi Indonesia terus positif dengan permintaan domestik yang menjadi pendorong utama pertumbuhan. Dengan didukung oleh investasi yang kuat, inflasi stabil, dan pasar tenaga kerja yang kokoh, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan pada 5,2% pada tahun 2019.

    Rencana ekonomi Indonesia mengikuti rencana pembangunan jangka panjang untuk tahun 2005-2025. Rencana ini dibagi dalam periode lima tahun, masing-masing dengan prioritas pembangunan yang berbeda. Rencana Pembangunan Jangka Menengah saat ini – yang merupakan tahap ketiga dari rencana jangka panjang – terentang antara tahun 2015-2020, berfokus antara lain pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan program bantuan sosial untuk pendidikan dan pemeliharaan kesehatan. Pengalihan anggaran belanja negara tersebut bisa dilakukan setelah pemerintah mereformasi kebijakan subsidi energi yang telah berlangsung lama. Kini pemerintah bisa berinvestasi lebih besar pada program-program yang memberi dampak langsung pada masyarakat miskin dan hampir miskin.

    Namun masih ada berbagai tantangan untuk mencapai tujuan pembangunan Indonesia.

    Dari sekitar 264 juta penduduk Indonesia, masih ada sekitar 25,9 juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Berdasarkan data Maret 2018, sekitar 20.19% dari seluruh penduduk masih rentan jatuh miskin karena pendapatan mereka hanya sedikit di atas garis kemiskinan.

    Meskipun ada upaya lebih besar untuk meningkatkan layanan umum, kualitas pusat kesehatan dan sekolah tidak merata berdasarkan standar sebuah negara berpendapatan menengah. Hal ini berkontribusi pada indikator yang mengkhawatirkan, terutama di bidang kesehatan.

    Sekitar 1 dari 3 balita mengalami perhambatan pertumbuhan, atau stunting, yang memberi indikasi terhambatnya pertumbuhan otak sehingga berdampak buruk pada peluang di masa depan.

    Pembaharuan Terakhir: 25 September 2019

  • Kemitraan antara Indonesia dan Kelompok Bank Dunia telah berlangsung selama enam dekade dan menjadi salah satu model kemitraan yang paling signifikan di dunia berdasarkan peminjaman, layanan pengetahuan dan dukungan implementasi. Sejak tahun 2004, dukungan Bank Dunia bersandar pada agenda kebijakan pemerintah Indonesia, sesuai dengan status Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah.

    Pada Desember 2015, setelah melakukan konsultasi dengan berbagai pihak yang melibatkan pemerintah, masyarakat sipil dan sektor swasta, Dewan Direksi Bank Dunia menyetujui Kerangka Kemitraan Negara (Country Partnership Framework/CPF) untuk Indonesia, yang mengikuti prioritas Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

    Tujuan utama CPF adalah mendukung pemerintah Indonesia untuk: memberantas kemiskinan ekstrem, membangun kesejahteraan, serta menurunkan tingkat ketimpangan. Strategi dibagi menjadi enam sektor yang didukung oleh dua pilar.

     

    Enam sektor:

    1.   Infastruktur

    2.   Energi yang berkelanjutan dan akses universal

    3.   Ekonomi dan perhubungan maritim

    4.   Pemberian layanan umum

    5.   Lanskap berkelanjutan

    6.   Mengumpulkan lebih banyak dan melakukan belanja dengan lebih baik.

     

    Pilar pendukung:

    1.   Pihak swasta

    2.   Pemerataan kesejahteraan, kesetaraan, dan inklusi.

    Pembaharuan Terakhir: 25 September 2019

  • Pada tahun 2011, Bank Dunia mendukung pengembangan dua lapangan panas bumi: Ulubelu di Lampung di bagian selatan Pulau Sumatera (kapasitas 110 MW), dan Lahendong di Sulawesi Utara (kapasitas 40 MW). Baru-baru ini, pada tahun 2017, Bank Dunia memberikan hibah untuk mendukung Geothermal Energy Upstream Development Project, untuk mendukung pengeboran eksplorasi yang disponsori pemerintah dan memfasilitasi investasi dalam pembangkit listrik geotermal. Pemerintah Indonesia sedang merencanakan Geothermal Resource Risk Mitigation Facility yang baru, agar membuka investasi melalui mitigasi risiko untuk eksplorasi dan pengeboran produksi awal dengan menyediakan dana eksplorasi untuk para pengembang panas bumi. Ini akan memungkinkan investor untuk membuktikan sumberdaya yang cukup untuk menarik keuangan komersial untuk pengembangan skala besar. Diharapkan fasilitas ini akan mengarah pada pengembangan lebih dari 600 MW kapasitas panas bumi baru.

    Meningkatkan modal manusia adalah agenda penting bagi Indonesia, dan Bank Dunia membantu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pedesaan dan terpencil. Program KIAT Guru memberdayakan partisipasi masyarakat dan mengikat pembayaran tunjangan untuk meningkatkan kinerja guru. Program ini telah dilaksanakan di lebih dari 200 sekolah dan kepuasan masyarakat terhadap kehadiran guru telah meningkat dari 68% pada tahun 2016 menjadi 90%, dan kinerja layanan guru dari 55% menjadi 91%.

    Mengakui pentingnya membantu mereka yang membutuhkan untuk membantu diri mereka sendiri, Bank Dunia mendukung Program Keluarga Harapan pemerintah, yang berusaha mengakhiri rantai kemiskinan di antara penduduk termiskin di Indonesia. Sesi pengembangan keluarga dan bahan belajar yang dikembangkan bersama Bank Dunia dimasukkan dalam program ini, untuk membantu para ibu memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan dan gizi, praktik pengasuhan yang baik, perlindungan anak dan manajemen keuangan. Program ini saat ini membantu 3,5 juta keluarga meningkatkan hasil pendidikan dan kesehatan anak-anak mereka, dan pemerintah berencana untuk memperluas program tersebut untuk mencapai 10 juta keluarga pada tahun 2020.

    Program-program Bank Dunia berupaya menjawab berbagai tantangan yang Indonesia hadapi. Program Generasi menyediakan hibah berbasis insentif bagi masyarakat untuk mengatasi tiga sasaran MDG yang masih tertinggal: kesehatan ibu, kesehatan anak dan pendidikan universal. Generasi aktif di lebih dari 5,000 desa di 11 provinsi, dan membantu hampir lima juta orang. Beberapa program yang dihasilkan telah membantu ratusan ribu anak menerima imunisasi, memberi solusi malnutrisi dan memastikan hampir 1 juta ibu hamil mendapat asupan zat besi tambahan.

    Bank Dunia juga mendukung program pemerintah untuk menyediakan air bersih dan layanan sanitasi, PAMSIMAS. Aktif di lebih dari 33 provinsi, dan hampir 23 ribu desa, PAMSIMAS adalah kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, dan banyak dilihat sebagai jalan paling ekonomis untuk meningkatkan layanan air dan sanitasi. Antara tahun 2006 hingga akhir 2018, 17,2 juta orang telah menerima akses fasilitas air bersih yang lebih baik, serta 15,4 juga orang mendapat akses sanitasi sehat..

    Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 500 pemerintahan lokal yang punya potensi untuk mempercepat pertumbuhan di wilayahnya. Local Government Decentralized Project bekerja dengan pemerintahan kabupaten/kota dalam memastikan alokasi anggaran dari pemerintah pusat untuk investasi infrastruktur digunakan sepenuhnya, sambil terus berupaya memperbaiki transparansi dan akuntabilitas. Dukungan pemerintah terus menguat dengan pendekatan hasil berbasis verifikasi yang sedang dikembangkan untuk 30 provinsi, dengan target mencapai 450 kabupaten/kota pada 2018.

    Pembaharuan Terakhir: 25 September 2019


PINJAMAN

Indonesia: Komitmen berdasarkan Tahun Fiskal (dalam jutaan dolar)*

*Jumlah termasuk komitmen IBRD dan IDA


GALERI FOTO

Foto Lainnya Arrow

KENALI LAGI

image

Seri Pengetahuan Modal Manusia Indonesia

Jelajahi halaman ini untuk mempelajari mengapa modal manusia penting bagi Indonesia dan apa yang perlu dilakukan.

image

Perkembangan Triwulanan Perekonomian Indonesia

Kinerja perekonomian Indonesia terlihat positif dengan potensi dimasa depan, namun dengan tantangan dan risiko yang berkelanjutan.

image

Kemitraan dari Waktu ke Waktu

Jelajahi kemitraan Indonesia-Bank Dunia dalam linimasa yang interaktif.

image

Manajemen Bencana

Menjaga pembangunan Indonesia dari semakin bertambahnya risiko bencana.

image

Peta Proyek

Lihat lebih dekat dimana saja lokasi proyek Bank Dunia di Indonesia

Pencapaian

Lihat capaian beberapa proyek Bank Dunia di Indonesia.

Open Data

Bank Dunia memberikan akses gratis dan terbuka untuk data lengkap mengenai pembangunan dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

INDO-DAPOER

Indonesia Database for Policy and Economic Research memiliki data sub-nasional hingga 200 indikator pembangunan.

Informasi Tambahan

Kontak untuk Kantor Perwakilan

Jakarta (+62-21) 5299-3000
Indonesia Stock Exchange Building, Tower 2, 12th Floor. Jl. Jenderal Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190
wbindonesia@worldbank.org
Washington, +1 202-473-4709
1818 H Street, N.W, Washington, DC 20433 U.S.A.
eastasiapacific@worldbank.org