Skip to Main Navigation

Indonesia Sustainable Oceans Program

Berita dan Kegiatan

Image

COREMAP-CTI Meluncurkan Fase Ketiga dan Terakhirnya dengan Enam Proyek Baru yang didukung oleh Bank Dunia

17 Agustus 2020

Setelah berbulan-bulan musyawarah, Coral Reef Rehabilitation and Management Program–Coral Reef Initiative (COREMAP–CTI) dengan bangga mengumumkan proyek-proyek yang dipilih dari Call for Proposals COREMAP-CTI. Enam proyek terpilih akan fokus pada: Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat secara Berkelanjutan di Raja Ampat; Pemanfaatan Kawasan Konservasi Perairan oleh Masyarakat secara Berkelanjutan di Laut Sawu; Implementasi Rencana Aksi Nasional (RAN) Jenis Terancam; Dukungan Implementasi terhadap Pengelolaan Wilayah Pesisir Terpadu / Integrated Coastal Zone Management (ICZM) di Provinsi Papua Barat; Dukungan untuk Kelompok Pengawasan Masyarakat (POKMASWAS); dan Akses Area Pengelolaan Sumber Daya Perikanan untuk Masyarakat Setempat Proyek terpilih telah mendapatkan hibah antara IDR 8,671,000,000 dan IDR 19,492,350,000 untuk diberikan sampai akhir tahun 2022.

Image

Program Lautan Sejahtera Siap Mendukung Reformasi Ekonomi Kelautan Indonesia

2 Juni 2020

Sumber daya laut Indonesia berkontribusi senilai lebih dari 280 miliar dolar AS dalam berbagai bentuk kegiatan ekonomi setiap tahunnya, atau lebih dari seperempat PDB. Namun, pengelolaan yang belum memadai serta degradasi yang terjadi pada sektor perikanan dan sumber daya pesisir yang diakibatkannya mengancam nilai ekonomi dan ekologis kelautan Indonesia, juga bagi mata pencaharian masyarakat pesisir yang bergantung padanya. Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) bertekad untuk mengembangkan dan menjadikan ekonomi kelautan Indonesia lebih berkelanjutan. Bank Dunia mendukung visi ini dengan membentuk program Lautan Sejahtera (LAUTRA) yang berkontribusi kepada penanganan prioritas utama pemerintah, termasuk bagi pengembangan ekonomi kelautan Indonesia yang telah menjadi prioritas jangka panjang sejak 2014. Program ini juga akan berkontribusi kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Indonesia (RPJMN 2020-2024). Program LAUTRA akan menggerakkan upaya peningkatan manajemen perikanan dan ekosistem pesisir serta mata pencaharian masyarakat pesisir melalui penerapan investasi terpadu dan perubahan kebijakan, dengan fase awal yang berfokus pada Indonesia Timur.

Image

Pemerintah Indonesia Merilis Playbook Komunikasi untuk Perubahan Perilaku dalam upaya Mengatasi Polusi Plastik

5 Mei 2020

Pemerintah Indonesia bertekad untuk mengatasi masalah polusi plastik yang terus mencemari perairannya. Rencana Aksi Pemerintah Indonesia untuk Polusi Plastik menguraikan bahwa Indonesia memiliki waktu hingga tahun 2025 untuk mengurangi polusi plastik sebesar 70 persen. Komponen utama dari rencana ini adalah mengupayakan perubahan perilaku penduduk ke arah lebih baik dalam mengurangi penggunaan plastik. Untuk mengimplementasikan komponen ini, Kementerian Koordinator Bidang Kelautan dan Investasi, dengan dukungan dari Bank Dunia, telah merilis satu set yang berisi empat buku pedoman (playbook) komunikasi perubahan perilaku untuk memberdayakan masyarakat setempat dan para pemudanya di seluruh pelosok negeri untuk memulai inisiatif, acara, dan kampanye mereka sendiri mengenai penggunaan plastik. Tujuannya adalah untuk menjadikan playbook ini sebagai tuan rumah (host) pada platform pengetahuan daring yang akan digunakan sebagai perhentian utama (one-stop-shop) bagi upaya Gerakan Indonesia Bersih Indonesia—sebuah kampanye nasional untuk lingkungan yang lebih bersih dan lebih sehat di seluruh Indonesia.

Image

Oceans Multi Donor Trust Fund Menyoroti Momentum Penting dan Rencana ke Depan

30 Maret 2020

Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) telah mencapai kemajuan signifikan dan menunjukkan potensi besar untuk memajukan Agenda Lautan Nasional Indonesia. Para anggota Komite Pengarah (Steering Committee) dari Kemenkomarves, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan mitra pembangunan (Norwegia dan Denmark), serta Bank Dunia berpartisipasi dalam Rapat Komite Pengarah yang dikelola oleh Oceans-Multi Donor Trust Fund (Oceans-MDTF) Bank Dunia pada tanggal 2 Juni 2020.
 
Pada rapat ini disoroti berbagai capaian Pemerintah Indonesia dalam tahun fiskal terakhir, termasuk meningkatnya upaya analitis terhadap berbagai kebijakan kelautan di Indonesia; penerbitan empat buku pedoman komunikasi perubahan perilaku untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai; dan dukungan teknis yang berkelanjutan untuk meningkatkan ketahanan pesisir dan sumber daya laut. Rencana kerja dan pelaksanaan secara strategis Oceans-MDTF untuk tahun fiskal yang akan datang disahkan oleh para anggota Komite Pengarah, dan diharapkan untuk memperdalam pengetahuan tentang agenda lautan, meningkatkan pemahaman tentang berbagai kegiatan yang didanai oleh dana perwalian melalui komunikasi lebih lanjut dan keterlibatan para pemangku kepentingan, dan memperkuat kolaborasi lintas-sektoral tentang berbagai program berbasis kelautan.

Image

PROBLUE Trust Fund mendukung Tujuan Indonesia menuju Ekonomi Biru

30 Maret 2020

Indonesia ingin mencapai tujuan ambisius untuk mereformasi ekonomi di sektor kelautan dan perikanan agar menjadi lebih berkelanjutan. Bank Dunia terus mendukung tujuan ini melalui PROBLUE Trust Fund yang baru-baru ini menggelontorkan dana hibah senilai 775.000 dolar AS untuk studi analitis yang akan mendukung persiapan program Lautan Sejahtera — LAUTRA (Oceans for Prosperity), yaitu investasi Pemerintah Indonesia dan Bank Dunia yang berfokus pada peningkatan pengelolaan perikanan, mata pencaharian masyarakat di kawasan pesisir, dan pengelolaan ekosistem di seluruh kawasan Timur Indonesia. PROBLUE adalah suatu dana perwalian multi-donor (multi-donor trust fund) yang mendukung pengembangan sumber daya kelautan dan pesisir secara terintegrasi, berkelanjutan, dan sehat di seluruh dunia, serta akan membantu Bank Dunia dan Kementerian Kelautan dan Perikanan Indonesia untuk menetapkan rencana praktis dalam upaya mencapai tujuan LAUTRA. Studi yang didukung oleh PROBLUE akan menghasilkan serangkaian rekomendasi, di antaranya tentang operasionalisasi sistem Wilayah Pengelolaan Perikanan Indonesia (WPP), sistem untuk dukungan sosial dan pembangunan ekonomi di wilayah pesisir, dampak perubahan iklim terhadap sektor perikanan Indonesia dan masyarakat pesisir, dan pengembangan mekanisme pembiayaan investasi terkait sektor kelautan. Keputusan pendanaan tersebut menunjukkan dukungan yang kuat terhadap visi Indonesia tentang ekonomi kelautan secara berkelanjutan dan kepercayaan terhadap LAUTRA sebagai salah satu jalan mewujudkan visi ini.

Image

Mengenai ISOP

Indonesia Sustainable Oceans Program mendukung transisi Indonesia ke ekonomi biru dengan meningkatkan manfaat ekonomi, sosial, dan lingkungan yang diperoleh dari ekosistem pesisir dan lautan yang sehat.
Selengkapnya Arrow