Skip to Main Navigation
SIARAN PERS23 Maret 2023

Lautan Sehat, Masyarakat Sehat: Proyek Baru akan Memperkuat Ketahanan Daerah Pesisir dan Ekonomi Biru di Indonesia

Washington DC, 23 Maret 2023. Hari ini Dewan Direktur Eksekutif Bank Dunia menyetujui proyek senilai USD 210 juta untuk mendukung Pemerintah Indonesia dalam meningkatkan pengelolaan sumber daya laut dan meningkatkan mata pencaharian masyarakat pesisir.

Proyek Laut untuk Kesejahteraan (LAUTRA) bertujuan untuk meningkatkan pengelolaan keanekaragaman hayati laut Indonesia – termasuk terumbu karang dan ekosistem terkait, dan memastikan transisi yang berkelanjutan menuju ekonomi biru dengan meningkatkan pengelolaan kawasan konservasi perairan (marine protected areas) dan perikanan prioritas. Proyek ini juga dirancang untuk mengembangkan mata pencaharian yang beragam dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir yang tinggal di sekitar kawasan konservasi perairan terpilih di Indonesia. Oleh karena itu, LAUTRA diharapkan dapat berkontribusi untuk mengurangi angka kemiskinan di daerah pesisir dan meningkatkan ketahanan terhadap banjir dan kenaikan permukaan laut,

“Proyek ini akan mendukung pencapaian prioritas nasional Indonesia untuk memiliki 32,5 juta hektare kawasan konservasi perairan yang dikelola secara efektif pada tahun 2030,” ujar Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. “Pengelolaan kawasan konservasi perairan Indonesia yang efektif akan meningkatkan jasa ekosistem, keanekaragaman hayati, dan dukungan terkait untuk perikanan yang berkelanjutan, ketahanan pangan, dan mata pencaharian.”

Proyek LAUTRA juga akan mendukung pencapaian target ketiga dari Kunming-Montreal Global Biodiversity Framework: 30 persen dari kawasan daratan, perairan pedalaman serta pesisir dan laut yang sangat penting bagi keanekaragaman hayati sudah dikelola secara efektif pada tahun 2030.

Indonesia adalah negara kepulauan terbesar di dunia, dengan garis pantai terpanjang kedua di dunia, dan luasan terumbu karang terbesar kedua di dunia. Terumbu karang dan ekosistem terkait, termasuk mangrove dan lamun adalah salah satu kawasan yang memiliki keanekaragaman hayati laut terkaya di dunia serta mendukung industri perikanan dan pariwisata skala besar yang menjadi tumpuan bagi jutaan penduduk Indonesia sebagai sumber mata pencaharian, pangan, dan cara hidup. Ekosistem pesisir dan laut Indonesia juga berperan penting bagi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Akan tetapi, perubahan iklim dan kegiatan manusia berdampak kepada menurunnya kesehatan ekosistem laut dan pesisir, mengurangi kontribusi terhadap ekonomi laut Indonesia, dan meningkatkan kerentanan masyarakat pesisir terhadap banjir, kehilangan keanekaragaman hayati, dan berkurangnya stok ikan. Sepertiga terumbu karang Indonesia berada dalam kondisi yang kurang baik dan sekitar empat puluh persen dari hutan mangrove dan lamun di Indonesia berada dalam keadaan terdegradasi atau mengalami deforestasi. Hal ini akan meningkatkan angka kemiskinan di desa-desa pesisir, yang lebih tinggi daripada di desa-desa non-pesisir. Secara rata-rata, penghasilan para nelayan lebih rendah daripada upah minimum nasional.

“Proyek Laut untuk Kesejahteraan (LAUTRA) bertujuan membangun infrastruktur, sistem, dan kapasitas untuk meningkatkan pengelolaan kawasan konservasi perairan dan perikanan di sekitarnya. Hal ini juga akan meningkatkan peluang ekonomi bagi masyarakat setempat, khususnya perempuan,” kata Satu Kahkonen, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste. Selain itu, dengan meningkatkan kapasitas Pemerintah Indonesia untuk memobilisasi pendanaan biru, proyek LAUTRA akan membantu menyediakan pembiayaan yang berkelanjutan bagi pengelolaan sumber daya laut dan pengembangan mata pencaharian masyarakat pesisir.”

Proyek ini akan mendukung dua puluh kawasan konservasi perairan dan masyarakat di sebelas provinsi. Lokasi yang dipilih terletak di bagian Timur Indonesia, yakni kawasan dengan skor kesejahteraan ekonomi paling rendah dan tingkat keanekaragaman hayati laut tertinggi di Indonesia. 

Melalui mekanisme pendanaan bersama untuk proyek LAUTRA, Pemerintah Kanada memberikan hibah sebesar US$5 juta melalui Indonesia Oceans, Marine Debris and Coastal Resources Multi-Donor Trust Fund (Oceans MDTF). Sementara itu, PROBLUE Multi-Donor Trust Fund memberikan hibah sebesar US$5 juta sebagai co-finance untuk LAUTRA.

SIARAN PERS NO: 2023/050/EAP

Kontak

Di Washington
Mark Felsenthal
+1 (202) 458-0051
Di Jakarta
Lestari Boediono
+62-21-5299-3156

Blog

    loader image

TERBARU

    loader image