SIARAN PERS

Bank Dunia Dukung Upaya Mitigasi Banjir di Jakarta

17 Januari 2012




Dukungan untuk berkontribusi pada program manajemen banjir jangka menengah DKI Jakarta

Washington DC, 17 Januari, 2012 – Dewan Direksi Eksekutif Bank Dunia hari ini menyetujui proyek rehabilitasi sejumlah kanal dan waduk untuk mendukung sistem manajemen banjir DKI Jakarta. Proyek Mitigasi Banjir Darurat Jakarta (Jakarta Urgent Flood Mitigation Project) – yang disebut juga Jakarta Emergency Dredging Initiative – akan melakukan pengerukan pada 11 saluran air sepanjang 67,5 km dan pada 4 waduk seluas 65 hektar, untuk membantu mengembalikan kapasitas aliran air. Sekitar 42 km bantaran sungai juga akan direhabilitasi. Semua kegiatan ini akan dilakukan pada titik-titik prioritas sistem manajemen banjir Jakarta.

“Studi menunjukkan bahwa langkah yang paling membawa manfaat bagi mitigasi banjir di Jakarta adalah merehabilitasi sistem manajemen banjir kota, agar kembali pada kapasitas semula. Selain pengerukan, perawatan rutin juga akan membantu mitigasi banjir,” kata Fook Chuan Eng, Spesialis di Bank Dunia Kantor Jakarta urusan Air dan Sanitasi.

Sekitar 3,4 juta kubik meter sedimen akan dikeruk dari kanal dan waduk. Semua lokasi proyek akan diuji sedimennya sebelum pengerukan dilakukan. Sedimen yang tidak berbahaya akan dipindahkan dan dibuang di fasilitas tertutup di Ancol, Jakarta Utara. Apabila ditemukan limbah padat dan bahan berbahaya akan dibuang ke fasilitas pembuangan khusus yang terpisah.

Proyek ini akan semaksimal mungkin mengurangi jumlah penduduk yang terkena dampak banjir. Relokasi sebagai dampak proyek ini akan mengikuti Kerangka Kebijakan Permukiman Kembali (Resettlement Policy Framework – RFP) dari Pemda DKI Jakarta. Kerangka Kebijakan ini konsisten dengan praktik terbaik (best practice) internasional untuk proses permukiman kembali. Mereka yang akan direlokasi oleh proyek ini akan memperoleh akses perumahan yang memadai. Apabila relokasi berdampak pada mata pencaharian penduduk, dukungan selama perpindahan lokasi juga akan diberikan. Relokasi penduduk diperkirakan akan terjadi di enam dari 15 lokasi proyek.

“Proyek ini menandai keterlibatan pertama Bank Dunia dengan Pemda DKI Jakarta dalam membantu memecahkan masalah banjir dan pembangunan kota yang kompleks” kata Stefan Koeberle, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia. “Aspek fisik proyek ini tidak terlalu besar, tetapi akan membantu beberapa tantangan teknis mitigasi banjir di Jakarta. Sebagai contoh, proyek ini akan memperkenalkan mekanisme pendanaan baru yang memungkinkan pemerintah Indonesia mendanai proyek yang diprakarsai oleh pemerintah daerah. Usaha untuk menjaga aspek lingkungan hidup dan sosial juga diterapkan. Dengan membantu dalam isu-isu tersebut, Bank Dunia berharap dapat berkontribusi dalam upaya DKI Jakarta melakukan mitigasi banjir secara berkelanjutan dan mengurangi kerugian ekonomi dan korban manusia.”

Proyek Mitigasi Banjir Darurat Jakarta (Jakarta Urgent Flood Mitigation Project) akan didanai melalui pinjaman sebesar USD 139,64 juta. Pemerintah Pusat dan Pemda DKI Jakarta akan memberikan kontribusi dana pendamping sebesar USD 49,71 juta.

Jakarta telah menderita kerugian akibat banjir yang berulang terutama yang terjadi pada bulan Januari 1996, Februari 2001, dan Februari 2007. Banjir tahun 2007 menggenangi sekitar 36% kota, berdampak pada lebih dari 2,6 juta penduduk dan memaksa 340.000 orang untuk mengungsi dari rumah mereka. Pada tahun 2007 lebih dari 70 orang meninggal dan penyebaran penyakit yang diakibatkan oleh banjir berdampak pada lebih dari 200.000 penduduk, total kerugian mencapai USD 900 juta.

Kontak Media
Dalam Washington, DC
Mohamad Al-Arief
Telepon: (202) 458-5964
malarief@worldbank.org
Dalam Jakarta
Nugroho Nurdikiawan Sunjoyo
Telepon: (62-21) 5299-3150
nsunjoyo@worldbank.org


SIARAN PERS NO:
2012/237/EAP

Api
Api