ARTIKEL

BOSDA: Meningkatkan Keadilan dan Kinerja melalui Bantuan Operasional Daerah

30 Juli 2013




  • Program Bantuan Operasional Sekolah, atau BOS, menyediakan dukungan anggaran untuk biaya operasional sekolah. Bantuan untuk sekolah diberikan dengan basis per-siswa. Program ini memberikan bantuan ke 228,000 sekolah dan bermanfaat bagi sekitar 43 juta siswa. Pada tahun 2012, sebesar 8.1 persen dari total anggaran pendidikan digunakan untuk BOS.
  • Dengan formula alokasi per-siswa, BOS tidak memperhitungkan perbedaan biaya operasional karena variasi besar dan lokasi sekolah. Sekolah-sekolah di daerah terpencil, yang melayani warga miskin, sering membutuhkan sumber dana tambahan meskipun mereka memiliki siswa yang lebih sedikit dibanding sekolah di perkotaan.
  • Beberapa pemerintah daerah berusaha menutupi kekurangan antara dana BOS yang diterima sekolah dan kebutuhan operasional actual, dengan memberikan bantuan operasional sekolah daerah atau BOSDA. Namun, mengalokasikan BOSDA menggunakan formula per-siswa tidak memperhitungkan perbedaan biaya operasional sekolah, karena perbedaan antara penduduk yang dilayani dan lokasi mereka. Sekolah-sekolah di daerah terpencil yang melayani warga miskin membutuhkan dana tambahan untuk menyediakan layanan pendidikan yang sama dengan sekolah di daerah yang lebih sejahtera.
  • Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan bekerjasama dengan Bank Dunia mengembangkan program rintisan untuk memperkuat upaya-upaya pemerintah daerah mengembangkan BOSDA. Program pengembangan BOSDA, yang dimulai pada tahun 2010, juga didukung Uni Eropa dan Pemerintah Kerajaan Belanda. Program ini telah mengembangkan formula untuk membantu mengatasi ketidak-setaraan keuangan antar sekolah dengan mengalokasikan:
    1. Alokasi dasar untuk semua sekolah terlepas dari  jumlah siswa dan lokasi geografis.
    2. Alokasi keadilan, untuk mengatasi keterpencilan sekolah, kondisi sekolah dan karakteristik sosial-ekonomi siswa.
    3. Alokasi prestasi sekolah, memberikan insentif bagi sekolah-sekolah untuk meningkatkan tingkat pembelajaran.
  • Program rintisan dilakukan di 18 kabupaten/ kota  dan 1 propinsi, dengan hasil yang cukup menjanjikan. Di Kaimana, Papua Barat, alokasi keadilan dan prestasi sekolah telah diterapkan dan meningkatkan distribusi sumber dana ke sekolah-sekolah kecil dan terpencil. Kaimana juga menerapkan perubahan nilai ujian nasional per-tahun sebagai indikator untuk memberikan sumber dana tambahan.
  • Dua pelajaran penting dari program rintisan:
    1. Mekanisme alokasi harus mudah dipahami.
    2. Indikator yang digunakan dalam formula harus mudah diukur dan menjadi bagian dari pengumpulan data rutin.
  • BOSDA dirancang untuk mendorong dan mendukung manajemen berbasis sekolah, melalui penyediaan dana tambahan di tingkat sekolah. Mekanisme alokasi berbasis formula yang lebih efektif merupakan langkah awal yang penting untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas belanja pendidikan pemerintah. Hal ini memiliki potensi guna meningkatkan kualitas pendidikan untuk semua siswa dan mempersempit kesenjangan antar sekolah di seluruh Indonesia.


Api
Api

Welcome