Learn how the World Bank Group is helping countries with COVID-19 (coronavirus). Find Out

SIARAN PERS

Hadirnya Pusat Data Sentral Transaksi Keuangan Pemerintah Memperbaiki Belanja dan Akuntabilitas

11 November 2015


Data Real Time Membantu Formulasi dan Pencairan Anggaran

Jakarta, 11 November, 2015 --  Hadirnya pusat data sentral yang komprehensif untuk semua transaksi keuangan pemerintah pusat yang dapat menelusuri setiap pengeluaran dalam waktu yang sebenarnya (real time) membantu pemerintah mengatur belanja publik dan mengatasi akuntabilitas secara lebih baik, demikian kata Kementerian Keuangan.

Diluncurkan pada bulan April 2015 lalu oleh Presiden Joko Widodo, pelaporan dalam waktu yang sebenarnya (real time) dan proses akuntansi yang disediakan oleh SPAN, atau Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara, memungkinkan kementerian untuk mengawasi batas pembelanjaan, memenuhi komitmen dan mempersiapkan lebih baik perencanaan pengeluaran ke depan.

“Fitur utama dari SPAN adalah otomatisasi, yang mendukung penelusuran audit untuk meningkatkan transparansi dalam manajemen keuangan negara dan integrasi dari beberapa sub-modul untuk manajemen keuangan negara. Dengan menggunakan model SPAN, kami akan terus memperbaiki manajemen perencanaan, perbendaharaan, pajak, bea tarif dan cukai,” kata Menteri Keuangan Republik Indonesia Bambang Brodjonegoro.

SPAN adalah komponen vital dari program Government Financial Management and Revenue Administration Project (GFMRAP), yang didukung banyak donor seperti Bank Dunia, Pemerintah Kanada, Uni Eropa dan Pemerintah Swiss.

Dalam konferensi internasional yang dibuka oleh Menteri Keuangan hari ini, para mitra pembangunan menekankan kembali dukungan mereka terhadap upaya reformasi dan modernisasi dari sistem manajemen keuangan publik.

“Dengan memungkinkan saling berbagi informasi, SPAN berperan besar dalam upaya mencapai sistem manajemen keuangan yang lebih akuntabel. Langkah berikutnya adalah menggunakan SPAN guna memperbaiki perencanaan kebijakan dan pengawasan pembelanjaan negara yang lebih efektif. Dengan belanja yang lebih baik, pemerintah bisa mengalokasikan lebih banyak dana untuk program-program pengurangan kemiskinan dan berbagi kesejahteraan secara lebih merata di seluruh Indonesia,” kata Rodrigo Chaves, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia.

“Uni Eropa telah membantu upaya reformasi manajemen keuangan negara Indonesia selama hampir satu dekade. Ini dilakukan melalui dua fase proyek Public Financial Management Multi Donor Trust Fund,” kata Vincent Guérend, Duta Besar terpilih Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam.

“Dalam konteks ini, SPAN adalah salah satu hasil paling penting dari kerjasama ini, karena SPAN menjunjung prinsip-prinsip akuntabilitas, transparansi dan manajemen keuangan negara serta mewujudkan eksekusi anggaran yang baik dan cepat. Potensi SPAN sangat besar. Uni Eropa mengucapkan selamat atas upaya pemerintah dan berharap kita akan melanjutkan kerjasama ini,” kata Duta Besar Guérend.

Pemerintah Swiss setuju bahwa perbaikan sistem informasi akan mengarah ke perbaikan tata kelola pemerintahan secara keseluruhan. Dengan menghadirkan data yang hadir dalam waktu yang sebenarnya (real time) dari sumber aslinya, SPAN mengurangi potensi kesalahan manusia dan kecurangan. Laporan dalam waktu sebenarnya ini juga tersedia bagi para pemangku kepentingan utama, seperti Bank Indonesia dan kementerian terkait. 

 “Kami siap mendukung fase berikutnya dari reformasi manajemen keuangan negara dan desentralisasi fiskal,” kata Duta Besar Swiss untuk Indonesia Yvonne Baumann.

SPAN kini sudah diterapkan oleh Kementerian Keuangan di kantor pusat Direktur Jenderal Anggaran dan Direktur Jenderal Perbendaharaan, termasuk 182 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara dan 33 Kantor Wilayah di seluruh Indonesia, dengan lebih dari 3,600 pengguna yang melayani 24,000 unit perbelanjaan.  


_________________________________________________________________________________________

FACT SHEET: Sistem Perbendaharaan and Anggaran Negara (SPAN)


Apa itu SPAN?

  • SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara) adalah Sistem Informasi Manajemen Keuangan (FMIS) berbasis Oracle-EBS sebagai platform untuk berbagai aplikasi. Aplikasi-aplikasi tersebut mencakup Accounts Payable, Accounts Receivable, Cash Management, Government Receipts, Accounting dan General Ledger and Commitment Control.
  • SPAN adalah komponen inti dari program reformasi manajemen keuangan negara. Visi SPAN adalah untuk mendukung modernisasi dari persiapan penganggaran di awal dan operasional perbendaharaan negara dan memiliki tiga tujuan utama:

1. Menfasilitasi sisi persiapan dari anggaran negara yang terpusat;
2. Mengawasi pelaksanaan anggaran, termasuk kepemilikan aset dan kewajiban pemerintah pusat dan;
3. Menyediakan informasi komprehensif dan dalam waktu sebenarnya (real time) tentang posisi keuangan Pemerintah.

 

Bagaimana Proses Dibangunnya SPAN?

  • SPAN dibangun dan diluncurkan pada akhir tahun 2014 dan awal tahun 2015.
  • Pada akhir bulan Februari 2015, ada 182 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara yang telah mengimplementasi SPAN sebagai satu-satunya sistem untuk mengatur transaksi keuangan di lebih dari 24,000 unit perbelanjaan seluruh Indonesia.
  • Pembangunan SPAN didukung oleh banyak donor, termasuk Bank Dunia, Pemerintah Belanda, Uni Eropa, Pemerintah Swiss, USAID dan Departemen Perdagangan dan Luar Negeri Kanada. Yang menaungi SPAN adalah program Proyek Manajemen Keuangan Pemerintah dan Administrasi Pendapatan (GFMRAP).
  • Dukungan dana yang disediakan untuk SPAN dan GFMRAP dilakukan melalui Dana Abadi Multi Donor Manajemen Keuangan Publik (PFM-MDTF) yang dikelola Bank Dunia.

 

Apa keuntungan yang diharapkan dari SPAN?

  • Perbaikan proses perbendaharaan dengan operasi yang otomatis untuk secara efektif mengawasi alokasi anggaran dan komitmen pengeluaran, serta batasan pengeluaran melalui pelaporan dan akuntasi dalam waktu yang sebenarnya (real time). 
  • Tersedianya pusat data sentral dari transaksi-transaksi keuangan Pemerintah yang komprehensif, yang mencakup seluruh proses keuangan termasuk penyiapan anggaran di awal, komitmen, belanja pengeluaran dan akuntansi.
  • Mengurangi kesalahan manusia dan potensi penyalahgunaan melalui pengumpulan data dari sumbernya dalam waktu yang sebenarnya (real time) dan online.
  • Penanganan keuangan publik yang meningkat melalui pelaporan dalam waktu yang sebenarnya (real time) dari kegiatan belanja negara yang tersedia bagi semua pemangku kepentingan.
  • Peningkatan penerapan UU Keuangan Negara melalui pengenalan standar struktur klasifikasi internasional yang memungkinkan terjadinya perpindahan progresif menuju sistem akuntansi berbasis akrual.
  • Perbaikan prakiraan arus kas dan perencanaan dengan sistem manajemen kas yang bisa diandalkan.
  • Penggunaan optimal dari infrastruktur perbankan Indonesia dalam pengumpulan data pengeluaran dan pembayaran melalui sistem informasi manajemen keuangan yang bisa diakses oleh bank sentral dan bank-bank swasta.
  • Peningkatan fungsi audit melalui pusat data yang komprehensif dan terkoneksi.
  • Ketaatan yang lebih efisien dan akses terhadap informasi keuangan negara oleh kementerian dan lembaga negara terkait lainnya.

 

Fungsi-fungsi Apa Saja Yang Disediakan SPAN?

  • SPAN mencakup persiapan penganggaran dan manajemen.
  • SPAN mencakup Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) yang bisa disertakan secara online (upload).
  • Komitmen bisa dicatat dalam sistem sebelum terjadi pengeluaran.
  • Semua pemasukan bisa dicatat dalam sistem.
  • Semua transaksi dicatat seketika waktu pelaksanaan.
  • Sistem bisa dihubungkan dengan bank sentral untuk mengefektifkan pembayaran elektronik.
  • Memungkinkan dilaksanakannya manajemen tunai.

Untuk informasi lebih lanjut, silahkan melihat: http://www.kemenkeu.go.id/SP/peluncuran-sistem-perbendaharaan-dan-anggaran-negara-span-dan-pencanangan-tahun-pembinaan-wajib

Kontak Media
Dalam Jakarta
Dini Sari Djalal
Telepon: (62-21) 5299 3000
ddjalal@worldbank.org



Api
Api