SIARAN PERS

Pembaruan Sistem Informasi Manajemen di Kementerian Keuangan Demi Transparansi, Efisiensi dan Akuntabilitas

29 April 2015


JAKARTA, 29 April, 2015 – Kementerian Keuangan Republik Indonesia hari ini meluncurkan SPAN, sistem informasi manajemen keuangan, yang didesain untuk meningkatkan transparansi, efisiensi dan akuntabilitas dari transaksi-transaksi keuangan negara.

SPAN (singkatan dari Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara) menyediakan basis data secara terpusat dari semua transaksi-transaksi keuangan negara, melalui pelaporan dan akuntansi secara serentak (real time), yang akan membantu Pemerintah untuk melakukan alokasi anggaran, komitmen pengeluaran dan pembatasan belanja. Dengan diperkenalkannya sistem manajemen kas yang mumpuni, SPAN juga diharapkan dapat memperbaiki prakiraan dan perencanaan aliran kas.

“SPAN adalah salah satu upaya reformasi mendasar yang sedang dijalankan Kementerian Keuangan. Inilah inti dari perbaikan manajemen keuangan negara dan Pemerintah berkomitmen untuk menuntaskannya hingga sukses,” kata Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro pada saat peluncuran di Istana Negara, Rabu 29 April 2015, yang dikukuhkan oleh Presiden Joko Widodo.

Menurut Menteri Keuangan, SPAN membantu menfasilitasi proses penganggaran negara secara terpusat, mewujudkan pengawasan dalam tahap pelaksanaan anggaran, dan juga menyediakan informasi komprehensif dan tepat waktu akan posisi keuangan Pemerintah.

Pemerintah berharap SPAN bisa menyelesaikan masalah keterlambatan dan ketimpangan belanja anggaran, seperti halnya masalah alokasi belanja modal yang tidak terealisasi (under-spending capital expenditure). 

“Kami ucapkan selamat kepada Pemerintah yang berhasil mengadopsi program yang inovatif ini,program ini akan membantu menata keuangan publik secara lebih baik. Bank Dunia sangat mendukung upaya reformasi ini,” kata Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chaves. 

SPAN adalah inti dari Proyek Manajemen Keuangan Pemerintah dan Administrasi Pendapatan (GFMRAP) yang didanai Bank Dunia. Donor lain, seperti Pemerintah Belanda, Uni Eropa, Pemerintah Swiss, USAID, Departemen Perdagangan dan Luar Negeri Kanada, juga memberikan hibah untuk mendukung upaya ini melalui Dana Abadi Multi Donor untuk Manajemen Keuangan Publik (PFM-MDTF). 

SPAN telah beroperasi di 222 lokasi yang terdiri dari 8 pengelola BA 999, 33 Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan di seluruh provinsi, dan 181 Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara atau KPPN di seluruh Indonesia.  SPAN telah beroperasi penuh sejak Februari 2015, dan sejak saat itu telah 100% menangani semua transaksi keuangan di lebih dari 24.000 unit satuan kerja (spending units) di seluruh Indonesia

 

FACT SHEET

 

Apa itu SPAN?

·         SPAN (Sistem Perbendaharaan dan Anggaran Negara)adalah Sistem Informasi Manajemen Keuangan (FMIS) berbasis piranti lunak, sebagai platform untuk modul-modul aplikasi finansial seperti Accounts Payable, Accounts Receivable, Cash Management Government Receipts, Accounting and General Ledger and Commitment Control.

·         SPAN adalah elemen inti dari Manajemen Keuangan Negara (Public Financial Management, PFM) salah satu program reformasi di dalam Kementerian Keuangan. Program ini adalah kunci dari upaya modernisasi sistem perbendaharaan dan anggaran negara dan memiliki tiga tujuan utama:

a.     Menfasilitasi sisi persiapan dari anggaran negara yang terpusat;

b.    Mengawasi pelaksanaan anggaran, termasuk kepemilikan aset dan kewajiban pemerintah pusat; dan

Menyediakan informasi komprehensif dan serentak tentang posisi keuangan Pemerintah.

 

Apa keuntungan yang diharapkan dari SPAN?

·         Perbaikan proses perbendaharaan dengan operasi yang otomatis untuk secara efektif mengawasi alokasi anggaran dan komitmen belanja, serta batasan belanja melalui pelaporan dan akuntasi secara serentak (real time). 

·         Tersedianya pusat data yang terpusat dari transaksi-transaksi keuangan Pemerintah yang komprehensif, yang mencakup seluruh proses keuangan termasuk  persiapan anggaran, komitmen, belanja dan akuntansi.

·         Mengurangi kesalahan manusia dan potensi penyalahgunaan melalui pengumpulan data dari sumbernya secara serentak dan online.

·         Penanganan keuangan publik yang meningkat melalui pelaporan secara serentak (real time) dari kegiatan keuangan negara yang tersedia bagi semua pemangku kepentingan.

·         Peningkatan penerapan UU Keuangan Negara melalui pengenalan standar struktur klasifikasi internasional yang memungkinkan terjadinya perpindahan menuju sistem akuntansi berbasis akrual.

·         Perbaikan prakiraan arus kas dan perencanaan dengan sistem manajemen kas yang bisa diandalkan.

·         Penggunaan optimal dari infrastruktur perbankan Indonesia dalam pengumpulan data pengeluaran dan pembayaran melalui sistem informasi manajemen keuangan yang bisa diakses oleh bank sentral dan bank-bank swasta.

·         Peningkatan fungsi audit melalui pusat data yang komprehensif dan terkoneksi.

·         Ketaatan yang lebih efisien dan akses terhadap informasi keuangan publik oleh kementerian dan lembaga negara terkait lainnya.

Bagaimana Proses Dibangunnya SPAN?

·         Pembangunan SPAN dimulai pada 2009 dan mulai dijadikan proyek percobaan (pilot project) pada 2014. SPAN secara perlahan mulai diterapkan di 181 KPPN (Kantor Pusat Perbendaharaan Negara) selama periode 12 bulan. Prosesnya selesai pada bulan Februari 2015 dan SPAN kini menangani 100 persen semua transaksi keuangan di lebih dari 24,000 unit perbendaharaan di seluruh Indonesia.

·         SPAN adalah bagian integral dari Proyek Manajemen Keuangan Pemerintah dan Administrasi Pendapatan (GFMRAP) yang didanai Bank Dunia (GFMRAP). Dana pendonor lain untuk mendukung upaya ini tersedia melalui Dana Abadi Multi Donor untuk Manajemen Keuangan Publik (PFM-MDTF) seperti dari Pemerintah Belanda, Uni Eropa, Pemerintah Swiss, USAID, Departemen Perdagangan dan Luar Negeri Kanada.                    

 





Api
Api