Learn how the World Bank Group is helping countries with COVID-19 (coronavirus). Find Out

SIARAN PERS

BOS Mengubah Hidup Anak-Anak

14 Juli 2012




Jakarta, 13 Juli 2012 – Hari ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan menggelar acara khusus untuk menunjukkan  pencapaian tujuh tahun program Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Sejak tahun 2005, Pemerintah Indonesia telah mencairkan triliunan rupiah dalam bentuk dana hibah (block grants) untuk sekolah-sekolah di seluruh Indonesia yang besaran jumlahnya per sekolah didasarkan pada jumlah siswa. Ini adalah bukti nyata komitmen Indonesia untuk menyediakan pendidikan berkualitas bagi siswa dari segala lapisan masyarakat. Dana BOS telah membantu anak-anak dari keluarga miskin mengenyam pendidikan dasar dan menengah.  Acara ini, dan juga Program BOS, didukung sepenuhnya oleh Bank Dunia, Pemerintah Kerajaan Belanda, Uni Eropa, dan AusAID.

“Kami merasa bangga program BOS telah diapresiasi baik oleh  beberapa negara. Ini membuktikan apa yang kita lakukan, meski harus diakui masih ada beberapa kekurangannya, telah menginspirasi negara lain untuk belajar dan meniru apa yang kita lakukan. Ini bukti lain dari keberhasilan program BOS,” ucap Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh. Yang jelas, kata Nuh menambahkan, Program BOS telah ikut andil dalam menurunkan angka putus sekolah dan angka tidak melanjutkan dari jenjang SD ke SMP.

“Ketika di rumah, mungkin mereka tergolong masyarakat miskin, namun di sekolah mereka tidak berbeda dengan siswa lain. Mereka memiliki akses kepada guru, buku, transportasi ke sekolah, bahkan seragam. Bagi beberapa keluarga,  program BOS merupakan satu-satunya jalan untuk mengirim anak-anak mereka sampai sekolah menengah pertama,” ucap Muhammad Nuh. “Ke depannya,kita ingin mendorong remaja usia 16-18 tahun agar mereka bisa menyelesaikan pendidikan menengah tingkat atas, baik di sekolah menengah atas biasa, madrasah aliyah, ataupun sekolah kejuruan. Investasi untuk pendidikan pada usia ini akan menghasilkan lonjakan demografis warga produktif antara tahun 2010 dan 2035.”

Keterlibatan masyarakat dan transparansi merupakan kunci sukses program BOS. Komite sekolah yang terdiri dari orangtua murid dan masyarakat lokal mengemban tugas merencanakan dan mengawasi penggunaan dana BOS. Rencana tahunan dan laporan pengeluaran triwulan dipasang di papan pengumuman sekolah, untuk mencegah terjadinya korupsi dan penyalahgunaan dana.

“Bank Dunia merasa bangga telah mendukung suatu program yang telah memberikan dampak luar biasa bagi pendidikan anak-anak Indonesia generasi yang akan datang. Kajian yang kita lakukan di tahun 2008 menunjukkan bahwa  program ini sukses dalam menjangkau sekolah-sekolah dan anak-anak. Mulai dari sini, kita akan membangun kesuksesan tersebut dengan mendanai pelatihan bagi para guru dan aktivitas-aktivitas lainnya yang akan meningkatkan kualitas pendidikan,” ucap Stefan Koeberle, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, memberikan komentar mengenai program peningkatan yang didukung oleh Bank Dunia, BOS-KITA (Knowledge Improvement for Transparency and Accountability).

Di seluruh Indonesia, program BOS telah membantu mengubah kehidupan anak-anak. Di Aceh, dana BOS telah membantu siswa miskin membayar ongkos sekolah dan buku pelajaran. Di Yogyakarta, dana BOS telah digunakan untuk memperbaiki laboratorium komputer dan membiayai kegiatan ekstra kurikuler. Di Bitung, Sulawesi Utara, dana BOS telah membantu murid miskin meneruskan pendidikan ke sekolah menengah pertama – memutuskan siklus keluarga miskin yang hanya mampu memberikan pendidikan bagi anak-anak mereka sampai tingkat sekolah dasar.

“Pendidikan selalu menjadi pilar penting bagi kerjasama pembangunan Pemerintah Belanda dengan Indonesia. Kami sangat senang melihat bahwa bantuan yang kami berikan telah menghasilkan manajemen berbasis sekolah yang lebih kuat secara menyeluruh,” ucap Duta Besar Kerajaan Belanda untuk Indonesia, Tjeerd de Zwaan. “Dana Perwalian Kapasitas Pendidikan Dasar dari Pemerintah Kerajaan Belanda untuk Indonesia membantu mendanai serangkaian aktivitas yang antara lain telah menghasilkan desentralisasi dana BOS, penghargaan untuk kinerja sekolah yang baik, serta pendirian sistem penanganan pengaduan.”

“Uni Eropa memiliki pandangan serupa dengan Indonesia bahwa pendidikan berkualitas merupakan pendorong pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Pendidikan berkualitas juga merupakan elemen penting dalam pengentasan kemiskinan dan ketidakadilan sosial,”ucap Duta Besar/Kepala Perwakilan Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia, Brunei Darussalam dan ASEAN, Julian Wilson. “BOS adalah komponen penting bagi upaya pemerintah Indonesia dalam meningkatkan penyampaian dan kualitas pendidikan di tingkat sekolah, serta meningkatkan akses bagi semua anak-anak. Saya sangat senang karena dukungan kita, melalui beberapa program kerjasama kita dan bersama dengan rekanan pembangunan lainnya, telah berkontribusi terhadap kesuksesan BOS.”

“Mempromosikan kesempatan bagi semua adalah salah satu tujuan strategis dari program bantuan Australia, AusAID. Dalam bidang pendidikan ini berarti membantu lebih banyak anak, terutama anak perempuan, untuk mengenyam pendidikan lebih lama dan lebih baik sehingga mereka memiliki keterampilan untuk membangun masa depan mereka sendiri, dan pada akhirnya keluar dari kemiskinan,” ucap Duta Besar Australia untuk Indonesia, Greg Moriarty. “Dengan BOS, kami sangat bangga telah dapat membantu program pelatihan di seluruh Indonesia. Mencapai 640.000 peserta – kepala sekolah, bendahara dan perwakilan masyarakat dari seluruh sekolah, termasuk madrasah.”



___________________________________________________________________________

Program BOS menyediakan pendanaan bagi sekolah-sekolah untuk pembiayaan operasional bukan gaji. Dana ini bertujuan untuk meringankan biaya sekolah dan mendukung pembiayaan peningkatan kualitas bagi seluruh sekolah dasar dan menengah pertama negeri dan swasta di Indonesia. Sebelum ada program BOS, sekolah meminta kontribusi dari orang tua murid untuk membiayai pengeluaran operasional mereka.

Program BOS membantu sekitar 44 juta murid di 228,000 sekolah dasar dan menengah pertama. Alokasi BOS per murid telah meningkat dari Rp 397,000 menjadi Rp 580,000 per murid SD dan dari Rp 570,000 menjadi Rp 710,000 per murid SMP per tahun pada tahun 2012. Dengan meningkatkan jumlah dana yang fleksibel penggunaannya untuk sekolah, program BOS membuka jalan bagi akuntabilitas dan otonomi yang lebih baik dalam sistem pendidikan.

Program BOS telah menunjang:

  • Peningkatan angka partisipasi siswa SD dan SMP.
  • Peningkatan partisipasi siswa SMP yang berasal dari keluarga miskin dan mengurangi kesenjangan antara kelompok pendapatan.
  • Mengurangi tingkat drop out siswa terutama di SMP
  • Peningkatan pendanaan sekolah terutama untuk sekolah-sekolah kurang mampu.
  • Pengurangan korupsi dan penyalahgunaan dana.
  • Penguatan akuntabilitas termasuk pelaporan di tingkat sekolah 
Kontak Media
Dalam Jakarta
Dini Djalal
Telepon: +62816991218
ddjalal@worldbank.org
Dalam Washington
Mohamad Al-Arief
Telepon: (1-202) 458-5964
malarief@worldbank.org


Api
Api