Learn how the World Bank Group is helping countries with COVID-19 (coronavirus). Find Out

SIARAN PERS

Presiden Bank Dunia, Robert Zoellick Akhiri Masa Jabatan 30 Juni

15 Februari 2012




Bank Dunia Kini Berada dalam Kondisi Kuat untuk Menghadapi Tantangan Baru ucap Zoellick

WASHINGTON, 15 Februari 2012 – Presiden Bank Dunia Robert B. Zoellick hari ini mengumumkan bahwa dia akan mengakhiri masa jabatannya pada tanggal 30 Juni setelah lima tahun mengabdi. Dalam  kurun tersebut, Bank Dunia berhasil memainkan peran historis dalam mengatasi krisis ekonomi global, dengan menyediakan lebih dari $ 247 miliar untuk membantu negara-negara berkembang mendorong pertumbuhan dan mengatasi kemiskinan.

“Saya sangat bangga telah diberi kepercayaan memimpin sebuah institusi kelas dunia berisikan
orang-orang yang sangat luar biasa berbakat. Bersama-sama, kita telah membantu negara-negara berkembang mengarungi krisis dan menyesuaikan diri dengan perubahan perekonomian global. Bank Dunia menyadari bahwa kita kini hidup di era pertumbuhan multi-kutub dimana konsep “Dunia Ketiga” sudah tidak lagi relevan dan negara-negara berkembang menjadi pendorong pertumbuhan dan pemangku kepentingan yang bertanggung jawab. Pada saat yang bersamaan, kita telah meningkatkan bantuan bagi warga miskin dunia, dan membuktikan diri sebagai inovator, pelopor dan pendukung multilateralisme modern,”
kata Zoellick.

“Saya sangat senang karena ketika Bank Dunia diminta untuk lebih berperan, para pemegang saham kita merespon dengan meningkatkan alokasi dana bantuan  dan  mendukung langkah-langkah reformasi yang memungkinkan kita bekerja lebih cepat, efektif, dan terbuka,” tambah Zoellick. “Bank Dunia kini berada dalam posisi yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan baru, dan karena itu menjadi saat yang tepat bagi saya untuk mengakhiri masa jabatan dan mendukung kepemimpinan baru.”

Beberapa area yang dipimpin oleh Bank Dunia semasa masa jabatan Zoellick:

Inisiatif-inisiatif Tanggap Darurat Krisis Ekonomi

  • Menyediakan $ 247 milyar untuk pembangunan infrastruktur, pengembangan sektor swasta, pertanian, keuangan perdagangan, jaring pengaman sosial, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan hidup;
  • Meningkatkan modal Bank Dunia untuk pertama kalinya dalam 20 tahun. Dari modal yang terkumpul, lebih dari separuh berasal dari negara-negara berkembang;  $ 90 milyar juga berhasil dikumpulkan untuk IDA, yakni dana perwalian Bank Dunia bagi masyarakat termiskin, meskipun banyak negara donor melakukan penghematan;
  • Mengutamakan Pangan (Putting Food First): menyiagakan dunia mengenai krisis pangan, dan membantu mengatasinya dengan berbagai sumber daya dan perangkat baru. Pinjaman Bank Dunia untuk pertanian meningkat menjadi $ 6 milyar per tahun.
  • Mendirikan Perusahaan Manajemen Aset IFC untuk menyalurkan sovereign wealth funds dan dana pensiun (hingga kini mencapai $ 3 milyar) kepada sektor swasta di Afrika dan pasar-pasar berkembang lainnya.
     

Modernisasi Bank Dunia
 

  • Membuka Bank Dunia – melalui kebijakan Akses terhadap Informasi (Access to Information)  dan Inisiatif DataTerbuka (Open Data), Bank Dunia membuka akses terhadap berbagai proses, proyek, dan berbagai data lainnya. Dalam rangka meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, semua proyek Bank Dunia juga telah dipetakan melalui situs internet (geo mapping) dengan pengukuran hasil yang jelas. Tahun lalu, Bank Dunia menduduki peringkat pertama untuk transparansi oleh Publish What You Fund.
  • Meningkatkan fokus terhadap hasil dan meluncurkan instrumen pinjaman baru bernama Program for Results, dimana dana bantuan dicairkan setelah sejumlah pencapaian berhasil lolos verifikasi.
  • Memajukan fokus anti korupsi dengan kebijakan sangsi baru, unit pencegahan baru, perjanjian pencekalan silang (cross debarment) dengan lembaga-lembaga pembangunan multilateral lainnya, inisiatif Stolen Asset Recovery (StAR), serta meluncurkan International Corruption Hunters Alliance (Aliansi Pemburu Korupsi Internasional)
  • Meluncurkan program-program baru yang bersifat inovatif sekaligus praktis seperti Climate Investment Fund (Dana Investasi Iklim), dimana dana sumbangan $ 7,1 milyar berhasil membawa investasi senilai hampir $ 50 milyar di 46 negara.
  • Mentransformasi kepemimpinan Bank Dunia; Separuh pejabat senior di Bank Dunia kini adalah perempuan; hampir separuhnya berasal dari negara-negara berkembang, termasuk Ekonom Utama Bank Dunia pertama kalinya berasal dari negara berkembang – Justin Lin dari China;
  • Mempertahankan anggaran tetap riil selama lima tahun, dan mempertahankan peringkat investasi AAA.
     

Modernisasi Multilateralisme

  • Memimpin upaya-upaya Bank Dunia dengan G-20 dalam memajukan pembangunan, pertanian, ketahanan pangan, infrastruktur, dan berbagai isu lainnya
  • Inisiatif-inisiatif baru: Nairobi Center yang fokus pada keamanan, konflik, dan pembangunan; “Kesetaraan Gender sebagai Perekonomian Pintar”; Pusat Singapura untuk pembangunan Perkotaan dan Infrastruktur; Inisiatif Dunia Arab.
  • Memperluas suara negara-negara berkembang di Bank Dunia, terutama tambahan kursi di dewan direksi untuk Afrika Sub-Sahara. Meluncurkan kemitraan baru untuk Akuntabilitas Sosial untuk membawa suara masyarakat ke dalam arus utama pembangunan.
     
    Zoellick mengatakan bahwa ia akan tetap seratus persen fokus pada tugasnya sebagai Presiden Bank Dunia hingga 30 Juni, dan akan terus mendorong kebijakan dan program secara maksimal. Contohnya, akhir Februari ini, ia akan membuka studi gabungan Bank Dunia-China untuk tentang masa depan pertumbuhan China, memetik pembelajaran dari sejumlah negara pendapatan menengah.

 

Kontak Media
David Theis
Telepon: (202) 458-8626
Natalia Cieslik
Telepon: (202) 458-9369

SIARAN PERS NO:
2012/277/EXT

Api
Api