SIARAN PERS

Indonesia Menuju Pembangunan yang Berkeadilan dan Inklusif Gender

19 Desember 2011




Jakarta, 19 Desember 2011 – Hari ini Bank Dunia bersama dengan Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak menyelenggarakan konferensi nasional mengenai pembangunan inklusif gender. Konferensi nasional ini menyoroti temuan-temuan utama dari World Development Report 2012 tentang Kesetaraan Gender dan Pembangunan yang menyebutkan Indonesia – seperti kebanyakan negara-negara berkembang lainnya – telah mengalami kemajuan dalam memperbaiki kesehatan perempuan dan anak perempuan serta merapatkan kesenjangan pendidikan antara laki-laki dan perempuan, dan meningkatkan akses perempuan terhadap pendidikan, pendanaan, dan keadilan.

Namun masih banyak tantangan yang perlu dihadapi. Sehubungan dengan sektor ekonomi, usaha-usaha milik perempuan di daerah perdesaan di Indonesia masih kurang menguntungkan dibandingkan dengan yang dimiliki oleh laki-laki. Pendidikan, kepemilikan aset, akses untuk kesempatan ekonomi dan kesempatan untuk mendapatkan pendapatan adalah kunci untuk meningkatkan kesejahteraan perempuan dan keluarga mereka.

Pemerintah Indonesia telah menerapkan semua upaya-upaya yang diperlukan untuk bergerak ke arah pembangunan yang lebih berkeadilan dan inklusif gender sebagaimana dijabarkan dalam Instruksi Presiden No 3/2010 mengenai Program Pembangunan  Berkeadilan. Inpres tersebut memuat upaya lintas sektoral untuk memastikan bahwa perempuan dan laki-laki, anak-anak laki-laki dan anak-anak perempuan, semua memiliki kesetaraan akses dan kesempatan terhadap proses-proses dan hasil-hasil pembangunan.

"Perempuan kini banyak menduduki posisi senior di sektor swasta. Hak suara perempuan di bidang politik juga telah meningkat dari 11.6 persen ke 18 persen. Meski demikian sampai saat ini masih ada anggapan bahwa suara laki-laki adalah lebih superior dan bahwa anak-anak perempuan tidak tidak pantas menjadi pemimpin,” kata Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amaliasari Gumelar. “Dibutuhkan kegigihan tersendiri dari kelompok perempuan dan kelompok masyarakat yang mendukung perubahan untuk memastikan bahwa perempuan dan laki-laki adalah sama-sama pelaku pembangunan dan bisa menikmati hasilnya secara lebih adil.”

“Kesetaraan gender di Indonesia telah meningkat secara signifikan selama dua dekade terakhir. Usia harapan hidup perempuan adalah 73 tahun – lebih tinggi dari rata-rata global yakni 71. Lebih banyak perempuan menjadi pengusaha karena skema mikrokredit yang inovatif. Lebih banyak perempuan yang kini lebih menyadari hak-hak hukum mereka dikarenakan oleh pelatihan paralegal di desa mereka masing-masing,” kata Stefan Koeberle, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia. “Namun,masih banyak area yang perlu ditingkatkan seperti partispasi buruh, tingkat kematian ibu, akses untuk institusi finansial formal dan juga perencanaan dan penganggaran pembangunan. Bank Dunia telah bekerja secara aktif dengan pemerintah Indonesia mengembangkan program-program untuk meningkatkan kesetaraan gender dalam beberapa area tersebut.”

 “Di wilayah Asia Timur dan Pasifik, telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan di bidang ekonomi dan sosial,” kata Sudhir Shetty, Wakil Direktur World Development Report.  “Bukti-bukti menunjukkan bahwa mendorong kesetaraan gender di kesempatan-kesempatan ekonomi akan mendorong pembangunan. Hal ini akan meningkatkan pendapatan, mendorong pemberdayaan dan suara perempuan, dan meningkatkan akses ke institusi keuangan formal dan juga perencanaan pembangunan dan penganggaran.”

Selama lebih dari lima tahun terakhir, Kelompok Bank Dunia telah menyediakan USD 65 milyar untuk mendukung pendidikan anak-anak perempuan, kesehatan perempuan, dan akses perempuan untuk kredit, tanah, layananan pertanian, pekerjaan, dan infrastruktur. Semua ini merupakan pekerjaan penting, namun belum cukup. Kedepannya, Kelompok Bank Dunia akan mengarusutamakan gender dan mencari cara lain untuk mengedepankan agenda untuk menangkap secara penuh potensi dari separuh populasi dunia.”

 

Kontak Media
Dalam Jakarta
Randy Salim
Telepon: (62-21) 5299-3259
rsalim1@worldbank.org


Api
Api