SIARAN PERS

Terus Membangun dari Kesuksesan: JRF Secara Efektif Menanggapi Bencana

25 Oktober 2011




Yogyakarta, 25 Oktober 2011 –Java Reconstruction Fund (JRF), fasilitas hibah multi-donor, merupakan contoh dari keberhasilan Pemerintah Indonesia dalam menangani upaya rekonstruksi pascabencana. Dalam Laporan Perkembangan Tahunan JRF yang berjudul "Terus Membangun dari Kesuksesan: JRF Secara Efektif Menanggapi Bencana," JRF memaparkan  pencapaiannya  dalam menanggapi kebutuhan pemulihan masyarakat termasuk dalam hal perekonomian di berbagai konteks pascabencana (gempa bumi, tsunami, dan letusan gunung Merapi).  Pendekatan yang dilakukan oleh JRF memberikan dampak yang cukup signifikan, tak terkecuali dalam memberikan pembelajaran bagi upaya rekonstruksi pascabencana di masa yang akan datang, baik di Indonesia maupun di seluruh dunia.

Letusan Gunung Merapi tahun lalu menunjukkan pentingnya tanggapan yang diberikan JRF. Seperti yang dijelaskan Deputi Menteri Bappenas, Dr. Max Pohan, “ Dikarenakan programnya yang telah berjalan, JRF dapat memberikan tanggapan yang cepat untuk mendukung upaya rekonstruksi pascabencana Pemerintah Indonesia. Prioritas kami pada waktu itu adalah pemulihan segera atas hunian tetap dan infrastruktur.” Menjawab permintaan pemerintah  tersebut, JRF melalui keputusan dari Komite Pengarah, menyediakan dana hibah tambahan sebesar AS$3,5 juta yang disalurkan ke proyek pemulihan tempat tinggal dan komunitas,  Rekompak.

Tahun lalu JRF memperlihatkan hasil yang sangat memuaskan. Proyek-proyek JRF berhasil memenuhi sasaran pemulihan yaitu dalam hal pemenuhan kebutuhan tempat tinggal, infrastruktur serta pemulihan mata pencaharian. Kelima proyek ini dapat mencapai sasaran tepat pada waktunya dengan mutu yang sangat tinggi. Laporan Perkembangan Tahunan JRF menyebutkan bahwa proyek Rekompak telah menyelesaikan rekonstruksi 15,000 hunian tetap, ratusan infrastruktur masyarakat, serta lebih dari 265 rencana perumahan masyarakat.

Menurut George Soraya, Pemimpin Tim Gugus Tugas proyek Rekompak dari Bank Dunia, “Dana hibah tambahan yang diberikan JRF memungkinkan kami untuk dapat meningkatkan kegiatan dan penanganan bagi masyarakat yang terkena dampak bencana Merapi.” Kontribusi Rekompak mencakup rekonstruksi hunian tetap serta pembangunan infrastruktur masyarakat maupun pengembangan Rencana Perumahan Masyarakat di 88 desa. Empat puluh lima dari desa tersebut sebelumnya telah menerima bantuan dari Rekompak, namun perlu kembali didukung karena terkena dampak bencana Merapi. Hingga Juni 2012, Rekompak melalui pendanaan dari JRF, diharapkan  dapat menyelesaikan 250 hunian tetap tahan gempa.

Selain itu, dua proyek pemulihan ekonomi yang baru saja telah selesai dan ditutup juga menunjukkan hasil yang sangat signifikan.  Dilaporkan, melalui dua proyek yang dilaksanakan olehInternational Organization for Migration (IOM) dan Deutsche Gessellschaft fuer Technische Zussammenarbeit (GTZ), program pemulihan mata pencaharian telah berhasil membantu  lebih dari 15,000 UMKM di 42 desa di wilayah Yogyakarta dan Jawa Tengah.  Dari angka tersebut, sekitar 50 persen penerima manfaatnya adalah perempuan.

Program pemulihan ekonomi tersebut tidak hanya berhasil menghidupkan kembali usaha yang terkena dampak bencana gempa bumi di tahun 2006, tapi juga berhasil meningkatkan  perekonomian masyarakat dengan cara membangun usaha-usaha mikro dan kecil yang baru, terutama yang dikelola oleh kaum perempuan. Bantuan yang diberikan melalui proyek ini mencakup akses kepada pinjaman, penggantian asset, serta bantuan teknis di bidang pengembangan usaha dan pemasaran.

“Kami sangat senang bahwa masyarakat memiliki tanggapan yang positif dan menganggap dukungan kami sangat bermanfaat bagi proses pemulihan mereka sejak pascabencana 2006. Dukungan inipun terlihat sangat bermanfaat pada saat terjadinya letusan gunung Merapi. Kami berharap kontribusi kami serta dampak yang dihasilkan akan terus dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar Manajer JRF, Shamima Khan. JRF akan terus memberikan dukungan bagi rekonstruksi di Jawa hingga berakhirnya mandat JRF di bulan Desember 2012.

 


Tentang JRF
JRF dipimpin oleh Pemerintah Indonesia melalui Bappenas, untuk mendukung upaya-upaya pemulihan di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Barat pascabencana gempa bumi dan tsunami tahun 2006 silam. Secara keseluruhan dana hibah yang berasal dari 7 donor yang dikumpulkan melalui JRF mencapai 94,1 juta AS$.  Bank Dunia berperan sebagai Wali, sementara ketujuh donor terdiri dari Uni Eropa, Belanda, Inggris, Bank Pembangunan Asia (ADB), Kanada, Denmark, dan Finlandia.

Kontak Media
Dalam Jakarta
Puni Ayu
Telepon: (62-21)5299 3437
pindrayanto@worldbank.org



Api
Api