SIARAN PERS

Indonesia: Mengkaji Ulang Pembangunan, Mempercepat Pertumbuhan

28 Juni 2011




JAKARTA, 28 Juni 2011  - Kepala Ekonom Bank Dunia Justin Yifu Lin mengatakan, kemampuan mengidentifikasi industri yang kompetitif dan memfasilitasi pertumbuhan melalui dukungan pemerintah bisa berpengaruh besar terhadap pertumbuhan jangka panjang Indonesia. Justin telah merampungkan kunjungan dua hari di Jakarta, dimana ia membagi pandangannya tentang potensi melakukan transformasi struktural di Indonesia dengan pejabat pemerintah dan sejumlah pemangku kepentingan. Menurut perkiraan, Indonesia akan menjadi sentra pertumbuhan besar pada tahun 2025. Indonesia akan menjadi salah satu dari enam negara yang akan menghasilkan lebih dari separuh pertumbuhan ekonomi global. Namun, sebelum mencapai titik tersebut, Indonesia harus lebih giat lagi melakukan reformasi dan menelisik apakah sektor-sektor yang ditargetkan sudah sesuai dengan keunggulan komparatifnya.

"Indonesia adalah negara dengan berbagai keunggulan, diantaranya: angkatan kerja yang besar dan cukup terdidik, komunitas bisnis yang dinamis, dan secara geografis dekat dengan beberapa sentra pertumbuhan. Industri otomotif adalah contoh baik bagaimana semua keunggulan tersebut kemudian mendukung satu sektor yang tepat” kata Justin, yang juga menjabat sebagai Wakil Presiden Senior Unit Ekonomi Pembangunan Bank Dunia. “Mengikuti keunggulan komparatif adalah cara terbaik untuk memperluas industri lokal, mempertahankan pertumbuhan pendapatan dan mengurangi kemiskinan."

Selama di Jakarta, Dr. Lin memberi kuliah umum tentang transformasi struktural, serta identifikasi dan fasilitasi pertumbuhan. Strategi-strategi tersebut dirancang untuk memandu pemerintah negara miskin dan berkembang saat mereka sedang membangun industri baru sesuai dengan keunggulan komparatif mereka.

"Dunia Barat perlu 300 tahun untuk melakukan inovasi dan industrialisasi. Jepang memerlukan kurang dari 100 tahun. Namun, Asia Timur hanya memerlukan 40 tahun untuk mencontoh dan mengejar. Negara seperti Cina dan Indonesia memanfaatkan angkatan kerja mereka yang besar untuk menggerakkan industri padat karya dan mempercepat pertumbuhan,” kata Lin. “Upah mulai naik di negara-negara Naga Asia. Ini menjadi peluang bagi negara lebih miskin untuk masuk ke industri padat karya dan mengejar."

Ini merupakan kunjungan pertama Justin ke Indonesia sejak bergabung dengan Bank Dunia Juni 2008 lalu. Selama kunjungannya, Justin bertemu dengan Menteri Keuangan, Menteri Perdagangan, Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal, pihak swasta, dan Komisi Ekonomi Nasional.

Sebagai kepala ekonom, Justin memainkan peran penting dalam membentuk agenda riset ekonomi Bank Dunia. Dengan pengalaman sebagai salah satu ekonom terkemuka di Cina, Justin memimpin program riset yang mempelajari industrialisasi negara berkembang serta penyebab lambatnya pertumbuhan di wilayah yang lebih miskin. Beliau merupakan kepala ekonom Bank Dunia pertama dari negara berkembang.

Kontak Media
Dalam Jakarta
Randy Salim
Telepon: 62-21-5299-3000
rsalim1@worldbank.org
Dalam Washington DC
Mohamad Al-Arief
Telepon: (1-202) 458-5964
malarief@worldbank.org


Api
Api