SIARAN PERS

Kelompok Bank Dunia Menerapkan Strategi Baru Untuk Investasi di Sektor Kelapa Sawit

03 April 2011




Untitled Document

Washington DC, 3 April 2011 – Kelompok Bank Dunia hari ini mengumumkan penerapan Kerangka Kerja  Bank Dunia dan Strategi IFC sebagai pedoman untuk aktifitas kedua institusi tersebut di sektor kelapa sawit di seluruh dunia. Kerangka kerja dan strategi baru ini merupakan hasil dari rangkaian konsultasi mendalam dengan sejumlah pemangku kepentingan, antara lain: beberapa lembaga swadaya masyarakat (LSM) lingkungan dan sosial, petani, masyarakat asli yang tinggal di sekitar perkebunan kelapa sawit, perusahaan swasta, dan pemerintah.  

Respon yang diterima dari rangkaian konsultasi tersebut menegaskan bahwa sektor kelapa sawit dapat memberikan kontribusi yang besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan pengurangan kemiskinan jika dilakukan dengan menerapkan standar kelestarian lingkungan dan sosial yang ketat. 

“Sepanjang sesi konsultasi yang kami lakukan,” ungkap Rachel Kyte, IFC Vice President untuk Business Advisory Services, “para pemangku kepentingan dari sektor swasta, pemerintah, dan masyarakat sangat memahami potensi industri kelapa sawit untuk mengurangi kemiskinan jika dilakukan sesuai dengan praktek-praktek terpuji dalam pelestarian lingkungan dan sosial. Para pemangku kepentingan meminta Kelompok Bank Dunia untuk mendukung model terbaru dalam membiayai sektor ini sehingga dapat memberikan manfaat bagi masyarakat berpendapatan rendah dan lingkungan. Kami berkomitmen untuk melakukan hal tersebut.”

Minyak sawit diproduksi oleh dan mempekerjakan lebih dari enam juta orang di pedesaan di seluruh dunia. Petani rakyat mendominasi produksi minyak sawit, dan jumlahnya terus meningkat. Sekitar 70 persen produksi minyak sawit digunakan sebagai bahan baku utama dalam masakan oleh masyarakat berpendapatan rendah di Asia dan Afrika.  

“Walaupun Kelompok Bank Dunia merupakan pemain kecil di industri kelapa sawit,” ungkap Inger Andersen, World Bank Vice President for Sustainable Development, “kami dapat memberikan kontribusi guna meningkatkan kelestarian sektor ini. Fokus kami dalam memberikan dukungan kepada petani rakyat dan meningkatkan produktifitas, terutama pada lahan terdegradasi, dapat memberikan manfaat kepada masyarakat pedesaan yang berpenghasilan rendah sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.”

Konsultasi dengan para pemangku kepentingan, yang dilakukan di seluruh dunia tahun lalu, berfokus pada sejumlah isu-isu sosial dan lingkungan yang dihadapi sektor kelapa sawit, serta peran Kelompok Bank Dunia dalam mengatasi isu-isu tersebut. Rangkaian konsultasi tersebut diharapkan dapat mengarahkan fokus kegiatan Kelompok Bank Dunia di sektor ini, antara lain di bidang:   

  • Regulasi dan reformasi tata kelola;
  • Investasi yang bertanggung jawab kepada sektor swasta;
  • Peningkatan pemerataan manfaat bagi petani kecil dan masyarakat; dan
  • Pengembangan dan penerapan secara luas standar dan praktek-praktek lingkungan dan sosial yang berkelanjutan.

Kerangka kerja Kelompok Bank Dunia dan Strategi IFC akan memprioritaskan inisiatif-inisiatif institusi dan pasar yang mendukung petani rakyat dan mendorong pemerataan manfaat bagi masyarakat di pedesaan. Hal tersebut dapat dilakukan dengan membantu memperkuat kelompok produsen petani rakyat, memperluas akses terhadap pembiayaan dan pasar bagi petani rakyat, meningkatkan kualitas pertanian dan produktifitas, dan mendorong terbentuknya kerja sama yang saling menguntungkan antara petani rakyat dengan perusahaan besar.   

Guna membantu melindungi hutan dan keanekaragaman hayati, dan untuk mengarahkan ekspansi kelapa sawit dari areal hutan dan lahan gambut, Kelompok Bank Dunia akan memberikan prioritas terhadap langkah-langkah  yang dapat mendorong produksi kelapa sawit di lahan terdegradasi dan meningkatkan produktifitas pada lahan yang sudah ada.  

Pendekatan yang baru ini juga disertai perangkat analisa, seperti Country Situation Analysis World Bank-IFC dan  prosedur Risk Screening and Assessment IFC.  Kedua perangkat tersebut dapat digunakan untuk menilai peluang-peluang dan risiko-risiko utama, terutama dalam isu-isu penggunaan dan akuisisi lahan, tata kelola, kekhawatiran masyarakat, dan kondisi kerja. Perangkat ini dapat menjadi pedoman bagi Kelompok Bank Dunia untuk menentukan keterlibatan, tingkat keterlibatan yang sesuai, dan langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menghindari atau mengurangi potensi risiko.

Untuk mengembangkan strategi baru ini, Kelompok Bank Dunia menghentikan sementara investasi baru di sektor kelapa sawit di bulan September 2009 untuk meninjau kembali hal-hal yang dapat dipelajari dari proyek-proyek sebelumnya, dan untuk berkonsultasi dengan para pemangku kepentingan. Dengan penerapan Kerangka Kerja dan Strategi baru ini, penghentian tersebut ditiadakan. 

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi: www.ifc.org/palmoilstrategy.

Tentang World Bank Group
Kelompok Bank Dunia adalah salah satu sumber dana dan informasi terbesar di dunia bagi negara-negara berkembang. Kelompok Bank Dunia terdiri dari lima institusi yang saling berkaitan, yaitu: International Bank for Reconstruction and Development (IBRD) dan International Development Association (IDA); International Finance Corporation (IFC); Multilateral Investment Guarantee Agency (MIGA); dan International Centre for Settlement of Investment Disputes (ICSID). Masing-masing institusi memiliki peran khusus dalam misinya untuk mengurangi kemiskinan dan meningkatkan taraf hidup masyarakat di negara-negara berkembang. Untuk informasi lebih lanjut, silakan mengunjungi www.worldbank.org, www.miga.org, and www.ifc.org.

Kontak Media
Dalam Washington DC
Amy Stilwel
Telepon: (+1) 458-4906
Astilwell@worldbank.org
Dalam Washington DC
Irina Likhachova
Telepon: (+1) 202 473 1813
ILikhachova@ifc.org


Api
Api