SIARAN PERS

Grup Bank Dunia Meningkatkan Bantuan Finansial dan Teknisnya untuk Negara-negara Termiskin di Asia Timur dan Pasifik

05 Juli 2010



WASHINGTON, 5 Juli 2010 — Dengan mulai bangkitnya negara-negara berkembang dari dampak krisis ekonomi global, Grup Bank Dunia meningkatkan bantuan finansial dan teknisnya untuk negara-negara termiskin di kawasan Asia Timur dan Pasifik untuk tahun anggaran 2010.


Asosiasi Pembangunan Internasional (International Development Association – IDA), yang menyediakan kredit tanpa bunga dan hibah untuk negara-negara berpenghasilan terendah, meningkatkan komitmennya dari USD 1.2 miliar di tahun anggaran 2009 menjadi lebih dari USD 1.65 miliar di tahun 2010. Pada saat yang bersamaan Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (International Bank for Reconstruction and Development – IBRD), yang menyediakan bantuan pendanaan, produk manajemen risiko, dan pelayanan finansial lainnya untuk negara-negara berpenghasilan menengah, memberikan dana bantuan sebesar USD 5.9 miliar di tahun anggaran 2010.

Apabila digabungkan, kedua institusi ini telah mendanai sekitar 55 proyek baru selama tahun anggaran 2010 – berkisar dari pinjaman untuk Indonesia sebesar USD 785 juta untuk perluasan program pemberdayaan masyarakat di perdesaan– sampai dengan kredit IDA sebesar USD 3.2 juta untuk Kepulauan Solomon yang dipergunakan untuk membuka lapangan kerja dan kesempetan pelatihan, terutama untuk pemuda di wilayah perkotaan.

Menurut Wakil Presiden Bank Dunia untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik, Jim Adams, pinjaman dan hibah untuk kawasan Asia Timur dan Pasifik hampir mencapai USD 8.9 miliar untuk tahun anggaran 2010, atau hampir sama dengan tingkat pinjaman dan hibah yang dicapai pada tahun anggaran 2009.  Hal ini mencerminkan diperlukannya bantuan dari Bank Dunia yang berkelanjutan untuk menanggapi tantangan-tantangan pembangunan yang beragam di kawasan.


Komitmen Grup Bank Dunia
tahun anggaran 2010 and 2009 (tahun berakhir pada tanggal 30 Juni)

Grup Bank Dunia

Tahun Anggaran 2010

Tahun Anggaran 2009

IBRD

US$5.9miliar

US$6.9miliar

IDA

US$1.6miliar

US$1.2miliar

IFC

US$1.5miliar*

US$1.1miliar

MIGA

US$24juta*

US$77juta

* Data pendahuluan

 “Krisis kali ini telah memperlambat laju pengentasan kemiskinan di banyak Negara di kawasan, dan dalam beberapa kasus juga meningkatkan angka pengangguran,” ucap Jim Adams. “Krisis kali ini menekankan pentingnya negara-negara untuk melindungi pengeluaran pokok, memperkuat jaring pengaman sosial bagi kaum miskin, meningkatkan pemberian pelayanan dan menuju ke arah pertumbuhan yang lebih hijau. Saya senang sekali Grup Bank Dunia  berhasil menggabungkan pengetahuan global dengan bantuan finansial, sehingga dapat mendukung negara-negara yang menghadapi tantangan-tantangan besar tersebut.”

 Korporasi Finansial Internasional (International Finance Corporation – IFC), yakni bagian dari Grup Bank Dunia yang menjadi penyandang dana multilateral terbesar untuk sektor swasta di dunia berkembang, juga meningkatkan bantuannya terhadap pemulihan berbasis sektor swasta. Untuk tahun anggaran 2010 IFC tercatat telah memberi komitmen sebesar USD 1.54 miliar untuk 57 proyek bisnis baru. Ini merupakan merupakan peningkatan 40 persen dari komitmen tahun anggaran 2009, dan juga tercatat sebagai komitmen tertinggi kedua yang pernah dicapai IFC di Asia Timur dan Pasifik. IFC juga mencetak rekor dalam memberi komitmen untuk sub-kawasan Kepulauan Pasifik, termasuk Papua New Guinea, yaitu sebesar USD 236 juta. Dari jumlah ini, 40 persen dimaksudkan untuk negara-negara IDA, dan 18 persen lainnya untuk kawasan negara-negara berpenghasilan menengah.

Karin Finkelston, Direktur IFC untuk Asia Timur dan Pasifik mengatakan, “Dalam rangka membantu kawasan ini mengkonsolidasikan pemulihan dari krisis ekonomi global, IFC memfokuskan upayanya pada  negara-negara termiskin dan rentan. Kami sangat senang dapat meningkatkan komitmen finansial kami untuk negara-negara IDA dari USD 400 juta di tahun 2009 menjadi hampir USD 622 juta, dan komitmen kami untuk mendanai usaha mikro, kecil dan menengah hampir mencapai USD 600 juta.”

Untuk tahun anggaran 2010, Lembaga Asuransi Investasi Multilateral (Multilateral Investment Guarantee Agency – MIGA) menyediakan USD 24 juta dalam bentuk asuransi untuk membantu investasi infrastruktur di Cina.

MIGA juga menandatangani perjanjian dengan tiga organisasi di Asia Timur untuk mempromosikan invesatasi sektor swasta: Eximbank dari Korea, Nippon Export and Investment Insurance (NEXI) dari Jepang, dan Japan Bank for International Cooperation (JBIC) – yang merupakan unit kerjasama internasional Korporasi Finansial Jepang.

“Sebagai tambahan atas bantuan investasi untuk kawasan ini, kami juga meningkatkan upaya untuk membantu investor dari Asia mengakses perangkat mitigasi risiko yang diperlukan untuk berinvestasi dalam proyek-proyek pembangunan yang menguntungkan secara lintas batas,” kata Wakil Eksekutif Presiden MIGA, Izumi Kobayashi.

Kontak Media
Dalam Washington
Elisabeth Mealey
Telepon: (1-202) 458-5964
emealey@worldbank.org
Dalam Jakarta
Randy Salim
Telepon: (62-21) 5299-3259
rsalim1@worldbank.org


Api
Api