Learn how the World Bank Group is helping countries with COVID-19 (coronavirus). Find Out

SIARAN PERS

Bank Dunia Menggandeng Singapura untuk Pengembangan Infrastruktur Indonesia

11 Mei 2010



Untitled Document

Jakarta, 11 Mei 2010 –Bank Dunia bersama  PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero), lembaga pemerintah baru di bawah Kementerian Keuangan Indonesia, hari ini bermitra dengan Yayasan Temasek dan Singapore Cooperation Enterprise untuk berbagi mengenai pengalaman Singapura dalam penataan perusahaan dan pengembangan kemitraan pemerintah-swasta (PPP) untuk proyek-proyek infrastruktur. Sebuah surat kerjasama telah ditandatangani hari ini oleh Bank Dunia, Persero dan Singapore Cooperation Enterprise. Yayasan Temasek mendukung program kerja sama ini dengan hibah senilai Rp 3,1 milyar.

Persero, yang dibentuk dengan bantuan Bank Dunia, diharapkan dapat menarik sektor swasta ke dalam pembiayaan sektor infrastruktur di Indonesia dengan cara:

  • Memperbaiki kredit dan kualitas dari projek-projek infrastruktur yang dibangun oleh kemitraan antara pemerintah-swasta (PPP)
  • Memberikan jaminan pada sektor swasta terhadap resiko yang timbul akibat kebijakan pemerintah (terutama tingkat kementerian, perusahaan milik negara dan pemerinta daerah), termasuk perlindungan terhadap keterlambatan/kegagalan kepemilikan tanah; keterlambatan/kegagalan perizinan dan pelanggaran kontrak.

Bantuan teknis dari Singapura telah dikoordinasikan oleh Pusat Program Pengembangan Perkotaan (Urban Hub) Bank Dunia di Singapura, yang mewakili kemitraan Pemerintah Singapura dan Bank Dunia.

“Singapura adalah mitra utama pembangunan bagi Bank Dunia, dan program “Pusat Kota” antara Bank Dunia dan Singapura mengizinkan kita untuk menggunakan pengetahuan global kita dan pengalaman Singapura dalam penataan pemerintahan, pengelolaan kota dan pembiayaan infrastruktur untuk memberikan solusi bagi negara-negara yang menjadi klien kita,” kata
Kamran Khan, Kepala Kantor Bank Dunia di Singapura dan Direktur untuk Pusat Program Pengembangan Perkotaan Bank Dunia di Singapura. “Melalui Singapore Cooperation Enterprise, kita mampu menarik partisipasi lembaga-lembaga sektor publik di Singapura dan juga sektor swasta untuk bersama membantu untuk inisiatif-inisiatif prioritas di kawasan kita.”

Singapore Cooperation Enterprise akan membentuk sebuah tim ahli yang akan membantu Persero dalam hal penataan perusahaan, struktur pengelolaan dan fungsi-fungsi operasional. Selain itu, Singapore Cooperation Enterprise juga akan menyelenggarakan beberapa pelatihan bagi lebih dari 50 pejabat pemerintah Indonesia. 

“Singapore Cooperation Enterprise menyambut baik kesempatan ini untuk bekerja sama dengan Kementerian Keuangan Indonesia dan Bank Dunia dalam inisiatif yang sangat penting untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia. Program ini melambangkan kerja sama antara Singapura dan Bank Dunia yang semakin luas dan juga komitmen kami pada pembangunan Asia,” tegas Alphonsus Chia, CEO dari Singapore Cooperation Enterprise. “Kami tidak sabar untuk bekerja sama dengan pejabat-pejabat dari Persero dan departemen-departemen lainnya. Kami juga harapkan hal ini dapat membuka kerja sama baru lainnya dengan Indonesia. Kami selalu berterima kasih dengan dukungan kuat dari Yayasan Temasek.”

Benedict Cheong, CEO Yayasan Temasek, Singapura menambahkan,“Yayasan Temasek juga sangat terhormat menjadi bagian dari kerja sama ini karena membangun kapasitas dalam mengembangkan lingkup tata kelola adalah fokus kami. Kami harapkan dukungan kami bisa membangun kerangka yang lebih terstruktur untuk memperkuat kesempatan bagi pembangunan infrastruktur di Indonesia.”

Kontak Media
Dalam Jakarta
Randy Salim
Telepon: (62-21) 5299-3259
rsalim1@worldbank.org
Dalam Singapore
Saher Latif
Telepon: (65) 6501 5502
slatif1@worldbank.org


Api
Api