SIARAN PERS

Sektor Energi Indonesia Mendapatkan $400 Juta dari Global Climate Funds (Siaran Pers)

16 Maret 2010



Untitled Document

Kontak:
Robert Bisset, Senior Communications Officer, World Bank
Tel +1 (202) 415 9646
rbisset@worldbank.org

Philip Wood, Media Relations Specialist, Asian Development Bank
Tel (632) 632-4132
pwood@adb.org

MANILA, PHILIPPINES (16 Maret 2010) – kapasitas tenaga geothermal Indonesia diperkirakan akan menghasilkan dua kali lipat setelah mendapatkan dukungan rencana Dana Investasi Iklim baru (Climate Investment Fund). Rencana bernilai $400 juta, yang di dukung oleh Komite Trust Fund dari Dana Teknologi Bersih (Clean Technology Fund - CTF), akan membantu merubah pengunaan tenaga yang dapat diperbaharui di Indonesia dan pada akhrinya akan mendukung pemerintah untuk mencapai tujuan jangka panjang dalam mengurangi emisi rumah kaca sebesar 26% sampai dengan tahun 2020.

Rencana ini akan menggunakan pembiayaan bersama multilateral CTF untuk mengembangkan pembangkit listrik geothermal skala besar dan untuk mempercepat inisiatif-inisiatif untuk mempromosikan efisiensi energi dan energi yang terbaharui dengan menciptakan fasilitas pembagian risiko (risk-sharing) dan juga menanggapi hambatan finansial untuk investasi skala kecil dan menengah. Dibawah rencana untuk Indonesia ini, CTF diharapkan untuk memobilisasi tambahan dana dana sebesar $2.7 miliar dari sumber lainnya.

“Ketersediaan tenaga yang lebih banyak akan membantu Pemerintah Indonesia untuk mencapai tujuannya untuk menyediakan akses untuk listrik meningkat dari 65% populasi menjadi 90% sampai dengan 2020,” ucap Ursula Schaefer-Preuss Wakil Presiden untuk Manajemen Pengetahuan dan Pembangunan yang berkelanjutan Asian Development Bank“Melalui penggunaan sumber bahan bakar yang lebih bersih, pembangunan geothermal akan juga memberikan keuntungan dalam bidang kesehatan dan akses untuk energi yang lebih besar untuk masyarakat miskin.”

Indonesia adalah Negara Asia ke-empat yang memiliki rencana investasi yang didanai oelh CTF untuk penyebaran teknologi rendah karbon yang disetujui oleh pemerintah – mengikuti jejak langkah Filipina, Thailand, dan Vietnam. Dukungan Komite Trust Fund untuk rencana Indonesia meningkatkan bantuan CTF untuk Asia menjadi $1.2 miliar, memobilisasi hampir $13 miliar dari pemerintah, sektor swasta, dan sumber-sumber lainnya untuk pergerakan Asia menjadi pemimpin dalam penggunaan energi bersih.

“Dana Investasi Iklim (The Climate Investment Funds) akan mendemonstrasikan apa yang dapat dilakukan dalam skala tersebut dan rencana Indonesia untuk menonjol,” ucap Katherine Sierra, Wakil Presiden Bank Dunia untuk Pembangunan yang berkelanjutan. “Indonesia memiliki potensi energi geothermal terbesar di dunia. Pendanaan bersama ini akan membantu Indonesia mengurangi penggunaan bahan bakar fosil untuk mencukupi kebutuhan energi yang kian meningkat. Hal ini juga memberikan contoh yang sangat jelas mengenai tindakan praktis yang dapat dilakukan oleh Negara-negara berkembang untuk melawan perubahan iklim global,” lanjut beliau.

Sebagai tambahan dari dukungan rencana Indonesia, pertemuan CTF Manila pada Senin lalu juga mendukung rencana untuk Colombia (CTF $150 juta, diimbangi oleh dana tambahan $2.85 miliar dari sumber dana lain, termasuk sektor swasta), Kazakhstan (CTF $200 juta, diimbangi $1.1 miliar) dan Ukraina (CTF $350 juta, diimbangi $2.3 miliar).

Dukungan baru ini menjadikan total Rencana Investasi yang didanai oleh CTF menjadi tiga belas. Mesir, Meksiko, Moroko, Afrika Selatan, dan Turki sudah memiliki Rencana Investasi yang didukung dan sudah mencapai tahap pembangunan dan implementasi proyek, dan lima Negara di Timur Tengah serta Afrika Utara sudah menjalankan Rencana Investasi regional sebesar $750 juta untuk memperbesar tenaga surya yang terkonsentrasi.

____________________________

Dana Investasi Iklim (The Climate Investment Funds – CIF) adalah instrumen finansial unik yang dirancang untuk mencari tahu apa saja yang dapat diraih untuk memulai perubahan transformasional menuju pembangunan yang rendah karbon dan tahan-iklim (climate resilient) melalui peningkatan pendanaan yang disalurkan melalui Bank-bank Multilateral untuk Pembangungan. Dana Teknologi Bersih (Clean Technology Fund – CTF) mendanai peningkatan demonstrasi, penyebaran, dan transfer teknologi rendah karbon untuk pengurangan gas rumah kaca yang signifikan di rencana investasi Negara-negara yang bersangkutan; dan Dana Iklim Strategis (Strategic Climate Fund – SCF) mendanai program-program terpilih di Negara-negara berkembang untuk menguji pendekatan baru untuk masalah iklim atau sektoral yang memiliki potensi untuk diperluas.

Baik komite CTF maupun SCF memiliki representasi yang seimbang dari Negara-negara berkembang dan maju. Menyadari pentingnya perundingan perubahan iklim yang berlangsung di Konvensi Kerangka Kerja PBB mengenai Perubahan Iklim (UN Framework Convention on Climate Change – UNFCCC), CIF dirancang sebagai upaya-upaya interim untuk memperkuat basis pengetahuan global untuk solusi pertumbuhan rendah karbon dan tahan iklim (climate-resilient)

CIF diimplementasikan bersama oleh Bank Pembangunan Afrika (African Development Bank), Bank Pembangunan Asia (Asian Development Bank), Bank Eropa untuk Rekonstruksi dan Pembangunan (European Bank for Reconstruction and Development), Bank Pembangunan Inter-Amerika (Inter-American Development Bank), Korporasi Keuangan International (International Finance Corporation), dan Bank Dunia (World Bank).
 
Untuk informasi lebih jelas, silahkan kunjungi: http://www.climateinvestmentfunds.org


Api
Api