ARTIKEL

Generasi: Meningkatkan Kesehatan dan Masa Depan Anak-Anak Indonesia

19 Februari 2016


Tiga puluh tujuh persen anak balita Indonesia mengalami stunting, yang akan berdampak pada kesehatan dan pendidikan di masa depan. Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia, Rodrigo Chaves, belum lama ini mengunjungi Sumatra Selatan untuk melihat dampak PNPM Generasi, sebuah program yang membantu anak dan keluarga mengawali hidup dengan lebih baik.

World Bank Group

  • Indonesia telah mencapai banyak kemajuan dalam hal kesehatan dan pendidikan dalam dekade terakhir. Namun, tantangan masih ada. Indonesia gagal mencapai Millennium Development Goals untuk mengurangi angkat kematian ibu dari 102 per 100.000 ribu kelahiran, karena pada tahun 2015 angkanya adalah 126.
  • Yang mengejutkan, 37% balita mengalami stunting, yang berarti Indonesia berada di peringkat 5 dalam hal stunting sedunia. Anak-anak di desa dan daerah terpencil dalam kondisi yang lebih buruk.
  • Pada tahun 2007, pemerintah meluncurkan PNPM Generasi, sebuah program yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan ibu dan anak, serta pendidikan dasar universal.
  • Aktif di 11 provinsi, program ini menyediakan hibah berinsentif kepada masyarakat yang bekerja dengan para fasilitator untuk meningkatkan layanan kesehatan dan pendidikan. Penerima manfaat program ini berjumlah sekitar 4,9 juta orang dan lebih dari setengahnya adalah perempuan.

Capaian Generasi

  • Dana hibah, rata-rata berjumlah Rp 110 juta per desa tiap tahun, dialokasikan melalui proses musyawarah besama antara masyarakat dan fasilitator. Masyarakat bekerjasama dengan fasilitator serta penyedia layanan kesehatan dan pendidikan agar akses dan layanan semakin baik.
  • Pemerintah menentukan jumlah dana hibah sebuah desa untuk tahun berikut dengan ikut melihat kinerja 12 indikator kesehatan dan pendidikan. Semakin besar kemajuan yang ditunjukkan sebuah desa dalam mencapai 12 sasaran kesehatan/pendidikan, semakin besar alokasi hibah yang diberikan pada tahun berikut.
  • Evaluasi dampak yang dilakukan secara acak menunjukkan bahwa selama periode 2007-2010 Generasi telah menunjukkan dampak positif pada 12 indikator sasaran. Secara rata-rata wilayah Generasi menunjukkan hasil dua kali lebih efektif di wilayah dengan status kesehatan dan pendidikan yang sangat rendah.
  • Dampak jangka panjang program ini adalah berkurangnya tingkat malnutrisi anak (berat badan kurang atau gizi buruk) sebesar 10% di desa yang berparitispasi dalam program dibanding dengan desa-desa yang tidak berpartisipasi. Secara keseluruhan penurunan tertinggi terjadi di wilayah dengan tingkat malnutrisi lebih tinggi sebelum program dijalankan.
  • Indikator kesehatan yang menunjukkan capaian terbesar termasuk:

- naiknya frekuensi pemeriksaan berat badan anak, orangtua yang berat badan anaknya tidak naik akan diberikan konseling serta  penangan lanjutan

- naiknya jumlah suplemen besi bagi ibu hamil

- kenaikan signifikan jumlah ibu dan anak yang datang ke puskesmas untuk memperoleh layanan ibu hamil, pasca melahirkan, dan layanan kesehatan anak.

  • Peningkatan tertinggi dalam hal pendidikan adalah tingkat partisipasi lebih tinggi untuk sekolah dasar.
  • Di Nusa Tenggara Timur, salah satu provinsi termiskin, Generasi telah menghasilkan capaian terbesar terkait nutrisi, menurut evaluasi dampak tiga tahun yang dikumpulkan pada tahun 2011:

- mengurangi tingkat anak dengan berat badan kurang dan sangat kurang sebesar masing-masing 20% dan 30%. Stunting berkurang sebanyak 21%.

- meningkatkan tingkat partisipasi sekolah menengah tingkat pertama sebesar 29%.

  • Sejak tahun 2007 hingga 2015, Generasi telah menghasilkan berbagai capaian di 11 provinsi termasuk:

- Lebih dari 3,5 juta perempuan dan anak menerima konseling dan dukungan gizi

- Lebih dari 2,4 juta anak balita untuk mendapat suplemen vitamin A

- Memastikan lebih dari 2,3 juta ibu hamil menerima suplemen zat besi

- Membantu lebih dari 915.000 anak mendapatkan imunisasi

- Menyelesaikan lebih dari 500.000 kasus berat badan kurang pada anak

- Memberikan pelatihan dan dukungan kepada lebih dari 218.000 sukarelawan kesehatan masyarakat

- Memungkinkan 660.000 siswa SD dan SMP miskin mendapatkan buku pelajaran

- Memberikan bantuan kepada kira-kira 1 juta siswa SD dan SMP miskin dalam bentuk beasiswa, uang transportasi, dan seragam

- Melibatkan perempuan dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan pelayanan dasar di bidang kesehatan dan pendidikan – rata-rata 67% peserta pertemuan sosialisasi, perencanaan dan pemantauan program adalah perempuan.

  • Temuan evaluasi dampak, survei evaluasi dampak, data dari sistem manajemen informasi program, serta observasi langsung di lapangan telah membuat berbagai penyempurnaan rancangan Generasi. Pada tahun 2014, dua sasaran terkait gizi ditambahkan, yaitu partisipasi pengasuh perempuan dan lak-laki dalam sesi konseling gizi.
  • Sasaran tingkat partisipasi dan kehadiran di sekolah dasar dihilangkan, kemudian diganti dengan sasaran transisi dari SD ke SMP, serta adanya sasaran pendidikan yang inklusif. Masyarakat juga bisa terlibat dalam pemberian layanan pendidikan anak usia dini.
  • Saat ini Generasi dilengkapi upaya di bidang kesehatan dan pendidikan untuk meningkatkan mutu gizi ibu hamil dan anak, serta layanan PAUD di daerah tempat Generasi bekerja.
  • Dukungan bagi Generasi berasai dari berbagai sumber, termasuk Australia’s Department of Foreign Affairs and Trade, The Millennium Challenge Authority-Indonesia, Danida, the United Kingdom Department for International Development (DFID), the Embassy of the Netherlands, the European Union, USAID, dan Bank Dunia.
Api
Api