Learn how the World Bank Group is helping countries with COVID-19 (coronavirus). Find Out

ARTIKEL

Piranti Lunak Analisis Kemiskinan Untuk Membantu Kebijakan Publik

02 Maret 2010

PESAN UTAMA
  • ADePT - sebuah piranti lunak untuk otomatisasi analisa ekonomi kini tersedia untuk Indonesia
  • ADePT membuat keseluruhan proses lebih mudah di akses dengan memberikan tampilan dan hasil dalam Bahasa Indonesia, serta dapat menganalisa hingga tingkat kabupaten.
  • ADePT membuat keseluruhan proses lebih mudah di akses dengan memberikan tampilan dan hasil dalam Bahasa Indonesia, serta dapat menganalisa hingga tingkat kabupaten.

Jakarta, 2 Maret, 2010 - versi terpisah (stand-alone) pertama piranti lunak ADePT (Automated DEC Poverty Tables atau Tabel Kemiskinan Otomatis DEC) diluncurkan di Jakarta, Indonesia oleh Kantor Bank Dunia di Indonesia, DEC, dan Bappenas. piranti lunak ADePT dikembangkan oleh DEC, yang merupakan badan litbang Bank Dunia, dalam rangka otomatisasi dan standarisasi analisa ekonomi. piranti lunak ADePT tersedia bagi peneliti dan praktisi kemiskinan yang ingin secara cepat dan akurat menganalisa data dengan menggunakan teknik-teknik statistik dan ekonometrik yang modern. Versi terbaru sofware ini bebas di unduh oleh semua orang melalui situs eksternal Bank Dunia.

Indonesia Sebagai Pelopor ADePT dengan Konten Lokal

Pada November 2009 Tim Kemiskinan Indonesia yang berkolaborasi dengan DEC memulai proyek adaptasi/penyesuaian AdePT -  Fitur kuncinya adalah kemampuannya dalam menganalisa hingga tingkat Kabupaten dan menjawab kebijakan Indonesia tertentu menggunakan data dari survey rumah tangga yang telah dilakukan secara nasional.. Indonesia merupakan negara pelopor adaptasi ADePT dengan konten lokal yang juga melakukan penyebaran secara luas.

Data yang melimpah tersedia untuk pembuat kebijakan di Indonesia - namun masih ada kesenjangan dalam kemampuan dalam mengolah daata-data tersebut untuk membuat suatu kebijakan. perangkat lunak ADePT adalah jawaban dari permintaan pemerintah Indoensia untuk perangkat yang dirancang khusus untuk mendukung perencanaan dan pembuatan kebijakan yang berbasis fakta dan bukti.

“ADePT merupakan perangkat pembuat kebijakan yang efisien karena didalamnya terdapat kumpulan tabel yang komperhensif yang meliputi beragam area yang berkaitan dengan perkembangan ekonomi dan pengentasan kemiskinan.” Papar Pak Daniey A.Purwanto dari INDEF, sebuah institut riset independen.

Keuntungan ADePT adalah meminimalisir waktu untuk data processing dan memberikan lebih banyak waktu untuk menganalisa hasilnya. ADePT juga memperbolehkan pengguna untuk melakukan simulasi dari beberapa hasil yang berbeda untuk scenario-skenario kebijakan seperti transfer uang, perbedaan harga, sudsidi, dll. Lebih penting lagi, aplikasi ini sangat mudah digunakan dan dengan hasil data cukup akurat dan konsisten setiap kalinya

 “Saya dapat mensimulasikan beragam dampak kemiskinan yang berkaitan dengan transfer uang kepada kepala Ibu rumah tangga, hanya dengan beberapa klik mouse!” Tutur Pak Adhitya Wardhana, pengajar Unpad di Bandung.

Ibu Dewa Ayu Eka S dari BPS berkomentar, “Sebelumnya dengan paket piranti lunak yang lain, saya harus secara rutin menghabiskan waktu untuk membuat tabel secara manual. Kini dengan ADePT saya dapat dengan cepat, tanpa susah payah, membuat beragam tabel standar untuk analisa kemiskinan.”

ADePT Indonesia akan sangat berguna bagi Bappenas untuk memperbaiki tingkat efektifitas program pengentasan kemiskinan, untuk melayani masyarakat miskin. “Tujuan Bappenas adalah untuk memperluas kapasitas aplikasi ADePT ke berbagai sektor dan wilayah dengan menciptakan jaringan think-tank para ahli analisa kemiskinan di kepemerintahan, akademisi, dan umum secara nasional” IbuEndah Murniningtyas PhD, Kepala Direktorat Kemiskinan, dari Bappenas menambahkan 
 

Aksi Kemitraan

ADePT adalah bahan baku inti dalam membangun institusi dan mengembangkan kapasitas lokal. Shubham Chaudhuri, lead economist untuk unit PREM - Poverty Reduction & Economic Management di Indonesia melihat posisi ADePT dalam gambaran besarnya, “Dengan menerjemahkan sistem ke bahasa Indonesia, dan melatih grup inti para ahli ADePT nasional baik didalam maupun diluar kepemerintahan, kami berharap dapat memberdayakan para pembuat keputusan dan para perencana baik pada tingkat nasional maupun lokal untuk mengerti lebih jauh lagi atas kebijakan dan program yang mereka buat dalam pengembangan dan pengentasan kemiskinan.


Api
Api