publication
Perkembangan Triwulanan Perekonomian Indonesia Juni 2017: Naik Peringkat


Ekonomi Indonesia mengawali tahun 2017 dengan kuat, dan fundamental yang kokoh membuahkan peningkatan peringkat kredit. Indonesia masih perlu melanjutkan pencapaian reformasi struktural untuk memperluas potensi ekonomi.

World Bank Group

Intisari laporan:
 
  • Lingkungan global yang mendukung, ditambah kondisi fundamental dalam negeri yang kuat, telah membuat perekonomian Indonesia memasuki tahun 2017 dengan pijakan yang kuat. Pengelolaan dan kredibilitas fiskal telah membaik, sebagaimana dibuktikan dengan peningkatan peringkat kredit dari Standard and Poor (S&P).
  • Pertumbuhan PDB triwulanan meningkat dari 4,9 persen pada triwulan terakhir tahun 2016 menjadi 5,0 persen pada triwulan pertama tahun 2017, terangkat oleh pulihnya tingkat konsumsi pemerintah dan melonjaknya nilai ekspor.
  • Pertumbuhan konsumsi swasta menguat, didukung oleh nilai Rupiah yang stabil dan menurunnya inflasi. Pertumbuhan investasi terus menguat didukung oleh pemulihan harga komoditas yang terus berlanjut, reformasi yang terus berlanjut untuk memperbaiki lingkungan bisnis, menurunkan tingkat suku bunga, dan sentimen bisnis yang lebih baik.
  • Lonjakan harga listrik pada tahun 2017 untuk para pemakai 900 VA telah menyebabkan kenaikan inflasi menjadi 3,9 persen untuk lima bulan pertama tahun ini. Efek dari biaya energi yang lebih tinggi sebagian diimbangi oleh inflasi di sektor makanan yang lebih rendah. Inflasi tahun ini diperkirakan rata-rata sebesar 4,3 persen, yang masih berada di dalam rentang target inflasi Bank Indonesia.
  • Defisit neraca berjalan Indonesia terus menyusut sebesar 1,0 persen dari PDB, didukung oleh ekspor yang meningkat lebih cepat dibandingkan dengan impor, ditambah dengan guncangan positif perdagangan reguler yang terus berlanjut. Untuk tahun 2017, secara keseluruhan defisit transaksi berjalan tersebut diperkirakan tidak berubah dari tahun 2016 sebesar 1,8 persen dari PDB.
  • Kebijakan fiskal tahun 2017 telah membuat langkah awal yang kuat, dengan membaiknya kinerja penerimaan dan kualitas belanja, mendukung pertumbuhan perekonomian. Pelaksanaan anggaran sampai akhir bulan Mei menunjukkan defisit fiskal yang lebih kecil dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Defisit fiskal untuk tahun 2017 diperkirakan mencapai 2,6 persen dari PDB.
  • Perkiraan perekonomian positif karena adanya perekonomian global yang mendukung dan kondisi fundamental dalam negeri yang kuat. Pertumbuhan PDB riil Indonesia diperkirakan meningkat dari 5,0 persen pada tahun 2016 menjadi 5,2 persen tahun ini, dan selanjutnya menguat menjadi 5,3 persen pada tahun 2018.
  • Meskipun telah telah mereda dalam beberapa bulan terakhir, ketidakpastian kebijakan global dan terutama ancaman meningkatnya proteksionisme internasional terus menimbulkan risiko merugikan yang substansial terhadap pemulihan baru-baru ini dalam perdagangan global.
  • Penanaman modal asing (PMA) langsung di Indonesia telah berkembang selama 15 tahun terakhir ini, namun masih merupakan bagian kecil dari PDB dibandingkan dengan negara-negara lain di kawasan. Laporan edisi kali ini membahas kebutuhan untuk mengevaluasi ulang pembatasan PMA, terutama di sektor-sektor yang termasuk di dalam daftar negatif investasi, untuk mendorong lebih banyak lagi arus masuk PMA.
  • Laporan ini juga memuat pembahasan mengenai pentingnya meningkatkan investasi pada pengembangan anak usia dini. Integrasi yang lebih baik pada program pengembangan anak usia dini multi sektoral dapat membuahkan hasil yang lebih optimal.