Learn how the World Bank Group is helping countries with COVID-19 (coronavirus). Find Out

SIARAN PERS 10 Oktober 2018

Obligasi Bank Dunia Hubungkan Investor Global dengan Pasar Modal Indonesia

Washington, DC, 10 Oktober 2018 — Bank Dunia (Bank Internasional untuk Rekonstruksi dan Pembangunan, IBRD, Aaa / AAA) telah menerbitkan empat obligasi berdenominasi rupiah senilai total Rp 5,3 triliun (setara US$ 360 juta) sejak Agustus 2018. Jumlah tersebut termasuk obligasi senilai Rp 1,5 triliun  (setara US$ 98,8 juta), yang difokuskan pada pengembangan sumber daya air dan laut pada tanggal 4 Oktober, dan merupakan sepertiga dari total emisi oleh penerbit supranasional di pasar rupiah tahun ini.

Obligasi tersebut menjadi jembatan antara modal internasional dengan prioritas pembangunan Indonesia, saat Indonesia menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan Grup Bank Dunia dan Dana Moneter Internasional (IMF) di Bali minggu ini.

Bank Dunia mulai menerbitkan obligasi rupiah untuk pertama kalinya pada Agustus untuk mendukung pasar modal Indonesia yang menghubungkan investor internasional dengan mata uang dan diversifikasi pasar dengan emiten berkualitas tinggi. Penerbitan surat berharga tersebut, termasuk obligasi hijau dan obligasi tematik, berfokus pada pembangunan berkelanjutan dan konservasi laut, serta menarik investor institusi dan ritel di Amerika, Asia, Eropa, dan Inggris.

Bank Dunia mendukung pasar modal Indonesia dengan berbagai cara, di antaranya bekerja sama dengan pemerintah untuk mengembangkan pasar obligasi hijau domestik. Tonggak pencapaian di bidang ini, di antaranya adalah penerbitan peraturan obligasi hijau oleh Otoritas Jasa Keuangan dan penerbitan obligasi domestik hijau pertama oleh perusahaan milik negara PT Sarana Multi Infrastruktur. Bank Dunia juga membantu dalam persiapan laporan dampak obligasi hijau terhadap obligasi, juga terhadap Sukuk hijau yang diterbitkan oleh pemerintah.

Secara paralel, Bank Dunia telah bermitra dengan Kementerian Keuangan Indonesia untuk meningkatkan kapasitas pengelolaan utang negara dan meningkatkan ketahanan negara terhadap guncangan keuangan. Bank Dunia juga membantu negara-negara dalam membangun ketahanan terhadap bencana alam dan peristiwa cuaca dengan membuka akses terhadap asuransi melalui pasar modal. Dalam delapan belas bulan terakhir, Bank Dunia telah memfasilitasi transaksi senilai hampir US$ 2,35 miliar untuk negara-negara Karibia, negara-negara anggota Aliansi Pasifik (Chili, Kolombia, Meksiko, Peru), negara-negara Kepulauan Pasifik serta provinsi di Filipina, melalui obligasi bencana dan swap, termasuk dalam mata uang lokal.

Arunma Oteh, Wakil Presiden dan Bendahara Bank Dunia, mengatakan: “Kami berterima kasih kepada pemerintah Indonesia atas sambutannya menjadi tuan rumah Pertemuan Tahunan Grup Bank Dunia dan IMF minggu ini di Bali. Saat kami berkumpul di sini untuk berbagi ide dan peluang dalam mengatasi tantangan paling mendesak di dunia, kami senang telah memperingati tiga bulan pertama kami sebagai penerbit obligasi rupiah Indonesia. Ini juga merupakan waktu yang tepat untuk menyoroti kepemimpinan Indonesia dalam menumbuhkan pasar obligasi hijau domestik, dan mempererat kolaborasi kami dalam membangun ketahanan negara terhadap guncangan eksternal dan risiko lainnya. Ke depan, kami berharap dapat melanjutkan kerja sama kami saat kami memfasilitasi aliran investasi internasional ke pasar modal Indonesia.”

Bank Dunia menerbitkan Obligasi Pembangunan Berkelanjutan senilai US$ 50-60 miliar di pasar modal global setiap tahun. Hasil obligasi tersebut digunakan untuk mendukung pembiayaan program pembangunan yang selaras dengan misinya untuk mengakhiri kemiskinan ekstrem dan meningkatkan kemakmuran bersama serta mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Bentuk dukungan ini, misalnya proyek bantuan pembangunan kota layak huni dan ramah lingkungan di mana perkembangan kota tidak pernah secepat ini sebelumnya. Proyek-proyek Bank Dunia membantu membiayai perbaikan penyediaan air dan sanitasi, pengelolaan limbah, infrastruktur dan layanan transportasi, pasokan energi, dan mengatasi tantangan perubahan iklim.

Informasi lebih jauh terkait obligasi Bank Dunia dapat diakses di www.worldbank.org/debtsecurities 


Api
Api