03 Agustus 2018

Investasi untuk Kembangkan Modal Manusia

Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi mengubah kehidupan manusia. Ilmu pengetahuan dan teknologi bahkan membantu negara-negara miskin mengurangi kesenjangan terhadap negara-negara maju dalam hal harapan hidup. Namun, negara-negara miskin masih menghadapi tantangan besar karena hampir seperempat dari anak-anak balita kekurangan gizi dan 60 persen murid sekolah dasar gagal menyelesaikan pendidikannya. Bahkan, lebih dari 260 juta anak-anak dan remaja di negara-negara miskin tidak mendapatkan pendidikan sama sekali.

Tentu saja ada harga yang harus dibayar untuk berinvestasi dalam kesehatan dan pendidikan seluruh masyarakat. Tetapi ada juga cara yang ekonomis, sebuah sistem yang siap dikembangkan dalam lingkungan yang berubah dengan cepat. Modal manusia atau potensi individu, akan menjadi investasi jangka panjang paling penting yang bisa dibuat oleh pemerintah untuk kemakmuran dan kualitas hidup masyarakat di masa mendatang.

Pemerintah telah lama berinvestasi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan berfokus pada pembangunan fisik, seperti jalan, jembatan, bandara, dan infrastruktur lainnya. Tetapi pemerintah kurang dalam berinvestasi pada manusia, salah satu alasannya karena manfaatnya jauh lebih lama dan sulit untuk diukur. Oleh karena itu, sebagai Presiden Grup Bank Dunia Jim Yong Kim baru-baru ini menulis di Foreign Affairs bahwa dunia saat ini menghadapi "kesenjangan dalam modal manusia." Di banyak negara, tenaga kerja tidak siap untuk menghadapi masa depan yang cepat berubah.

Berikut paparan penting dari Laporan Pembangunan Dunia 2019 (World Development Report 2019: The Changing Nature of Work) yang akan diterbitkan. Perkembangan membutuhan keterampilan kerja tumbuh lebih cepat dari sebelumnya. Saat ini, negara dihadapkan pada pentingnya menyiapkan tenaga kerja dalam menghadapi tantangan dan peluang yang dipicu oleh perubahan teknologi.

Tetapi tanpa upaya global yang segera dan terpadu untuk membangun modal manusia,  sejumlah negara terancam tidak mampu mewujudkan kemakmuran masyarakat di masa depan. Pemerintah  berperan penting dalam mengubah modal manusia, karena kemiskinan, kesenjangan sosial, dan kekurangan lainnya menghalangi banyak keluarga untuk mengakses kesehatan dan pendidikan anak-anak mereka.

PROYEK MODAL MANUSIA

Tantangan yang mendesak ini menjadi alasan Presiden Kim memberi dukungan penuh pada institusi di belakang Proyek Modal Manusia yang baru. Grup Bank Dunia berkomitmen untuk membantu pemerintah dalam memprioritaskan pengembangan modal manusia secara berkelanjutan, mengingat fakta bahwa lapangan kerja dan pekerja terampil adalah kunci bagi kemajuan negara di semua tingkat pendapatan.

Ada tiga tujuan utama dalam proyek ini. Pertama, untuk membangun kebutuhan akan investasi yang lebih banyak dan lebih baik pada manusia. Kedua, untuk membantu pemerintah memperkuat strategi dan investasi pada modal manusia agar mengalami peningkatan hasil yang cepat, dan ketiga adalah untuk meningkatkan cara kita mengukur modal manusia.

Indeks Modal Manusia baru yang akan dirilis pada Pertemuan Tahunan Bank Dunia pada bulan Oktober, akan mendukung ketiga tujuan tersebut dan menawarkan sumber daya penting bagi pemerintah dan masyarakat. Indeks Modal Manusia ini akan membantu mengukur hasil pengembangan modal manusia yang berhubungan dengan produktivitas, seperti kelangsungan hidup anak, membina anak-anak untuk sukses dari sejak kecil, pembelajaran murid, dan kesehatan masyarakat.

Image

Dua gadis di Klinik Kesejahteraan Ibu dan Anak (MCWC) Palash Community Clinic, di Bangladesh. © Rama George-Alleyne/World Bank


DARI TRANSPARANSI KE TRANSFORMASI

Indeks ini akan mengukur kesehatan anak-anak, remaja, dan orang dewasa, serta kuantitas dan kualitas pendidikan untuk anak yang lahir saat ini dan apa yang diharapkan untuk dicapai di usia 18 tahun. Indeks ini akan membantu memperkuat transparansi, yang menjadi bukti kuat yang dapat mendorong masyarakat dan pembuat kebijakan dalam menciptakan layanan yang lebih baik. Data ini dimaksudkan untuk memulai diskusi di setiap negara tentang apa yang penting untuk dicapai pada masa mendatang, serta memberi panduan para pemimpin di tingkat tertinggi pemerintahan.

“Pengukuran baru akan mendorong pemerintah untuk berinvestasi pada pengembangan modal manusia karena hal itu sangat penting untuk membantu mempersiapkan masyarakat untuk bersaing dan berkembang dalam ekonomi masa depan yang memungkinkan untuk terus berubah,” kata Presiden Kim. "Dan itu akan membantu membuat sistem global berfungsi bagi semua orang."

Proyek Modal Manusia akan membantu pemerintah di beberapa bidang, antara lain memanfaatkan  sumber daya dan meningkatkan efisiensi pengeluaran, menyelaraskan kebijakan dengan investasi yang berfokus pada hasil, dan meningkatkan kualitas pengukuran dan analitis.

Pemerintah sudah menunjukkan ketertarikan untuk mengubah target pengembangan modal manusia  mereka. Beberapa negara yang telah bekerja sama dengan Grup Bank Dunia mengenai strategi modal manusia akan melaporkan hasilnya pada Pertemuan Tahunan di bulan Oktober.

Seharusnya tidak ada negara yang berinvestasi di bawah standar pada modal manusia. Walaupun konteksnya bervariasi, fokus pada pengembangan modal manusia adalah penting untuk masyarakat di semua tingkat pendapatan, karena perkembangan keterampilan terus tumbuh dan kebutuhan pendidikan dan kesehatan yang lebih baik terus meningkat di seluruh dunia.

Proyek Modal Manusia harus menghasilkan kemajuan menuju dunia di mana semua anak dapat pergi ke sekolah dengan gizi yang baik dan siap untuk menerima pelajaran, punya harapan mengikuti pembelajaran yang baik di kelas, dan mampu memasuki dunia kerja sebagai individu yang sehat, terampil, dan produktif.