Learn how the World Bank Group is helping countries with COVID-19 (coronavirus). Find Out

publication 20 Mei 2020

Berinvestasi pada Manusia: Perlindungan Sosial untuk Visi Indonesia 2045

Multiple social assistance and social insurance programs in Indonesia provide security for those in the formal sector and assistance to poor households. These programs illustrate the solid foundation that Indonesia has managed to build for a comprehensive social protection system.

World Bank Group


 
Intisari temuan laporan
 
  • Indonesia dan dunia sedang berubah dengan munculnya berbagai tantangan dan peluang baru, antara lain:
    • kemajuan teknologi dan perubahan cara masyarakat bekerja
    • sektor informal yang terus ada dalam pasar tenaga kerja
    • kerentanan terhadap perubahan iklim, risiko bencana, dan pandemi
    • perubahan demografi, dengan populasi lansia yang diperkirakan akan meningkat tajam pada tahun 2040.
  • Indonesia telah membangun fondasi perlindungan sosial yang kuat, yang meliputi program-program bantuan sosial dalam bentuk bantuan tunai bersyarat (Program Keluarga Harapan), bantuan tunai pendidikan (Program Indonesia Pintar), bantuan makanan (Sembako), dan sebagainya; untuk pasar tenaga kerja (Kartu Pra Kerja), dan program-program asuransi sosial (Jaminan Kesehatan Nasional, Jaminan Kecelakaan Kerja, Jaminan Kematian, dan sebagainya).
  • Namun, untuk dapat mengelola tantangan dan peluang di masa depan, . Paket tersebut juga harus mendukung upaya penting Indonesia dalam membangun modal manusia.
  • Untuk melakukan hal tersebut, Indonesia harus mempertimbangkan:
    • memberikan warga negara "jaminan minimum" perlindungan sepanjang siklus hidupnya melalui sebuah paket yang terdiri dari berbagai program.
    • melengkapi jaminan minimum tersebut dengan serangkaian program asuransi sosial yang koheren agar keluarga senantiasa bisa menjaga tingkat konsumsi mereka.
  • Tiga opsi untuk menciptakan jaminan minimal perlindungan:
    • Konsolidasikan bantuan tunai dari program bantuan tunai bersyarat (PKH) dan program bantuan tunai pendidikan (PIP).
    • Meningkatkan cakupan PKH dan bantuan makanan (Sembako) serta memberikan paket perlindungan yang lebih memadai, dengan tingkat manfaat yang menurun secara bertahap 
    • Meningkatkan perlindungan bagi kelompok lansia dan difabel dengan memberikan bantuan tunai.    
  • Beberapa opsi untuk mencapai serangkaian program asuransi sosial yang koheren:
    • Meningkatkan usia pensiun secara bertahap.
    • Meningkatkan tingkat kontribusi pada Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) bagi mereka yang mampu membayar, dan membiayai masyarakat yang tidak mampu membayar.
    • Memastikan dana pensiun yang memadai sesuai peraturan pegawai negeri.
    • Memperkenalkan tunjangan pencari kerja (unemployment benefits) untuk membantu para pekerja mengelola risiko.
    • Memberikan pencari kerja akses kepada program-program aktif pasar tenaga kerja, seperti konseling pekerjaan, pencarian kerja, serta pelatihan keterampilan.
  • Untuk membiayai program-program tersebut, Indonesia dapat mempertimbangkan pengalokasian anggaran dari subsidi regresif, pengurangan pembebasan PPN, peningkatan pajak cukai tembakau, dan peningkatan penagihan pajak pendapatan pribadi.
  • Dengan melakukan reformasi tersebut, Indonesia dapat mewujudkan suatu sistem perlindungan sosial yang siap untuk masa depan, yang melindungi dan mendukung semua orang; hal ini akan menjadi kunci yang membantu Indonesia mencapai visi 2045 berstatus pendapatan tinggi dan angka kemiskinan mendekati nol.