Learn how the World Bank Group is helping countries with COVID-19 (coronavirus). Find Out

publication 16 Juli 2020

Prospek Ekonomi Indonesia, Juli 2020: Jalan Panjang Pemulihan Ekonomi

MULTIMEDIA

Image
click
VIDEO
Klik gambar diatas untuk melihat acara peluncuran dalam bahasa Indonesia. Untuk mendengarkan rekaman video dalam bahasa Inggris, silahkan pilih halaman 'english' di pojok atas.

www.worldbank.org/iep


Laporan Prospek Ekonomi Indonesia (IEP), merupakan kelanjutan dari laporan Triwulanan Perekonomian Indonesia Bank Dunia, yang dikeluarkan setiap 6 bulan. Laporan ini bertujuan untuk memberikan penilaian yang tidak memihak dan terkini terhadap perkembangan, prospek, dan risiko makroekonomi global dan domestik, termasuk juga tantangan pembangunan khusus.

 
 
  • Sehubungan dengan melemahnya permintaan domestik dan eksternal
  • Dari sisi produksi, terjadi perlambatan luas di lintas-sektor; manufaktur, konstruksi, dan beberapa sektor dengan nilai tambah rendah mengalami pertumbuhan yang nyaris hanya setengahnya dibanding kuartal 4 di 2019. Sebaliknya, pertumbuhan sektor di bidang IPTEK, termasuk layanan digital, keuangan, pendidikan, dan kesehatan, mengalami peningkatan.
  • Pemerintah telah mengumumkan paket senilai 4,3 persen dari PDB. Bersamaan dengan tingkat pendapatan yang lebih rendah, maka defisit keuangan diprediksikan akan meningkat hingga 6,3 persen dari PDB pada tahun 2020. Paket ini meliputi alokasi yang lebih besar di sektor kesehatan, peningkatan bantuan sosial secara signifikan, program kredit bagi UMKM dan suntikan ekuitas untuk bank-bank yang merestrukturisasi pinjaman mereka kepada UMKM.
  • Apabila tidak ada tindakan antisipasi terhadap goncangan, pandemi ini akan menyebabkan kenaikan angka kemiskinan sebesar 2,0 poin persentasi. Peningkatan bantuan sosial secara besar-besaran sebagai bagian dari paket mitigasi Pemerintah menjadi sangat penting. Jika tepat sasaran dan dicairkan dengan tingkat kebocoran minimal, maka paket tersebut akan dapat secara signifikan memitigasi dampak pandemi terhadap kemiskinan.
  • . Fokus dari edisi kali ini, oleh karenanya, adalah pada upaya mengatasi berbagai tantangan tersebut dan mempersiapkan Indonesia untuk suatu pemulihan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif.
  • Untuk mendukung dibukanya kembali perekonomian dengan aman, prioritas utama tetap memastikan terwujudnya sistem kesehatan yang kuat. Mmebuka kembali dengan aman dan berkesinambungan akan membutuhkan peningkatan kapasitas dan kesiapan sistem kesehatan, termasuk perluasan pengujian dan pengawasan.
  • Banyak bisnis akan membutuhkan dukungan secara berkelanjutan untuk dapat keluar dari kelesuan ekonomi. Perusahaan akan perlu dibantu untuk memulai kembali atau meningkatkan produksinya, sementara suatu kondisi perlu dirancang untuk memfasilitasi masuknya perusahaan-perusahaan baru, termasuk dengan mengatasi berbagai kendala bagi investasi yang ada selama ini.
  • Mereka yang belum mendapatkan pekerjaan perlu dibantu dalam menemukan pekerjaan dan meningkatkan keterampilannya untuk memenuhi kebutuhan pemberi kerja. Terlebih lagi, untuk .
  • Pemotongan belanja modal publik dan penundaan proyek infrastruktur akibat COVID perlu diputar balik untuk menghindari risiko terhadap agenda infrastruktur yang mendukung pertumbuhan pemerintah.
  • Untuk melandaikan kurva hutang, berbagai tindakan fiskal sementara perlu secara berangsur-angsur dipulihkan, sementara pendapatan ditingkatkan.

MULTIMEDIA

Image
click
VIDEO 16 Juli 2020

The long road to recovery