Ikhtisar

  • Sebagai negara terbesar di Asia Tenggara, Indonesia – sebuah bangsa berkepulauan yang mencakup lebih dari 300 suku – telah memperlihatkan pertumbuhan ekonomi yang sangat baik sejak krisis finansial Asia di akhir 1990an. PDB Indonesia nasional terus meningkat, dari $857 pada tahun 2000 menjadi $3.847 pada 2017. Saat ini Indonesia adalah negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat di dunia, dengan ekonomi terbesar kesepuluh berdasarkan paritas daya beli, dan merupakan anggota G-20.  Indonesia telah berhasil mengurangi kemiskinan lebih dari setengahnya sejak tahun 1999, menjadi 9,8% pada tahun 2018.

    Rencana ekonomi Indonesia mengikuti rencana pembangunan jangka panjang untuk tahun 2005-2025. Rencana ini dibagi dalam periode lima tahun, masing-masing dengan prioritas pembangunan yang berbeda. Rencana pembangunan jangka menengah saat ini – yang merupakan tahap ketiga dari rencana jangka panjang – terentang antara tahun 2015-2020, berfokus antara lain pada pembangunan infrastruktur dan peningkatan program bantuan sosial untuk pendidikan dan pemeliharaan kesehatan. Pengalihan anggaran belanja negara ini bisa dilakukan setelah pemerintah mereformasi kebijakan subsidi energi yang berkepanjangan. Kini pemerintah bisa berinvestasi lebih besar pada program-program yang memberikan dampak langsung pada masyarakat miskin dan hampir miskin, demikian pula dengan peningkatan investasi dalam bidang infrastruktur.

    Namun masih ada berbagai tantangan untuk mencapai tujuan pembangunan Indonesia.

    Dari sekitar 260 juta penduduk Indonesia, masih ada 25,9 juta orang yang hidup di bawah garis kemiskinan. Berdasarkan data Maret 2017, sekitar 20.78% dari seluruh pendduk masih rentan jatuh miskin karena pendapatan mereka hanya sedikit di atas garis kemiskinan.

    Meskipun ada upaya lebih besar untuk meningkatkan layanan umum, kualitas pusat kesehatan dan sekolah tidak merata berdasarkan standar sebuah negara berpendapatan menengah. Hal ini berkontribusi pada indikator yang mengkhawatirkan, terutama di bidang kesehatan.

    Sebagai contoh, tingkat angka kematian ibu di Indonesia adalah 126 kematian per 100.000 kelahiran hidup, lebih tinggi dari target Tujuan Pembangunan Milenium (MDG) yang berada di angka 102 kematian per 100.000 kelahiran hidup. Sekitar 1 dari 3 balita mengalami perhambatan pertumbuhan, atau stunting, yang memberi indikasi terhambatnya pertumbuhan otak sehingga berdampak buruk pada peluang di masa depan. Bila tidak diatasi, kesenjangan antara yang kaya dan miskin, yang sudah lebar, akan semakin besar.

    Pemerintah terus mengeluarkan serangkaian kebijakan untuk memperkuat iklim usaha dan pertumbuhan ekonomi. Para investor menyambut baik reformasi kebijakan tersebut, termasuk membuka peluang investasi di beberapa sektor serta mengurangi biaya logistik yang tinggi. 

    Pembaharuan Terakhir: 25 September 2018

  • Kemitraan antara Indonesia dan Kelompok Bank Dunia telah berlangsung selama enam dekade dan menjadi salah satu model kemitraan yang paling signifikan di dunia berdasarkan peminjaman, layanan pengetahuan dan dukungan implementasi. Sejak tahun 2004, dukungan Bank Dunia bersandar pada agenda kebijakan pemerintah Indonesia, sesuai dengan status Indonesia sebagai negara berpendapatan menengah.

    Untuk senantiasa tanggap terhadap kebutuhan Indonesia, Kelompok Bank Dunia terus menggunakan berbagai instrumen pendanaan dan layanan pengetahuan.

    Pada bulan Desember 2015, setelah konsultasi dengan berbagai pihak yang melibatkan pemerintah, masyarakat sipil dan sektor swasta, Dewan Bank Dunia menyetujui Kerangka Kemitraan Negara (Country Partnership Framework/CPF) untuk Indonesia, yang paralel dengan prioritas-prioritas Indonesia dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

    Pada Agustus 2018, IBRD dan IFC (International Finance Corporation) memberi pinjaman senilai $8.5 milyar dalam bentuk ekuitas, pinjaman, dan jaminan.

    Pembaharuan Terakhir: 25 September 2018

  • Pada tahun 2011, Bank Dunia mendukung pengembangan dua lapangan panas bumi: Ulubelu di Lampung di bagian selatan Pulau Sumatera (kapasitas 110 MW), dan Lahendong di Sulawesi Utara (kapasitas 40 MW). Baru-baru ini, pada tahun 2017, Bank Dunia memberikan hibah untuk mendukung Geothermal Energy Upstream Development Project, untuk mendukung pengeboran eksplorasi yang disponsori pemerintah dan memfasilitasi investasi dalam pembangkit listrik geotermal. Pemerintah Indonesia sedang merencanakan Geothermal Resource Risk Mitigation Facility yang baru, agar membuka investasi melalui mitigasi risiko untuk eksplorasi dan pengeboran produksi awal dengan menyediakan dana eksplorasi untuk para pengembang panas bumi. Ini akan memungkinkan investor untuk membuktikan sumberdaya yang cukup untuk menarik keuangan komersial untuk pengembangan skala besar. Diharapkan fasilitas ini akan mengarah pada pengembangan lebih dari 600 MW kapasitas panas bumi baru.

    Meningkatkan modal manusia adalah agenda penting bagi Indonesia, dan Bank Dunia membantu meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pedesaan dan terpencil. Program KIAT Guru memberdayakan partisipasi masyarakat dan mengikat pembayaran tunjangan untuk meningkatkan kinerja guru. Program ini telah dilaksanakan di lebih dari 200 sekolah dan kepuasan masyarakat terhadap kehadiran guru telah meningkat dari 68% menjadi 90%, dan kinerja layanan guru dari 55% menjadi 91%.

    Mengakui pentingnya membantu mereka yang membutuhkan untuk membantu diri mereka sendiri, Bank Dunia mendukung Program Keluarga Harapan pemerintah, yang berusaha mengakhiri rantai kemiskinan di antara penduduk termiskin di Indonesia. Sesi pengembangan keluarga dan bahan belajar yang dikembangkan bersama Bank Dunia dimasukkan dalam program ini, untuk membantu para ibu memiliki pemahaman yang lebih baik tentang kesehatan dan gizi, praktik pengasuhan yang baik, perlindungan anak dan manajemen keuangan. Program ini saat ini membantu 3,5 juta keluarga meningkatkan hasil pendidikan dan kesehatan anak-anak mereka, dan pemerintah berencana untuk memperluas program tersebut untuk mencapai 10 juta keluarga pada tahun 2020.

     

    Program-program Bank Dunia berupaya menjawab berbagai tantangan yang Indonesia hadapi. Program Generasi menyediakan hibah berbasis insentif bagi masyarakat untuk mengatasi tiga sasaran MDG yang masih tertinggal: kesehatan ibu, kesehatan anak dan pendidikan universal. Generasi kini aktif di 5,745 desa di 11 provinsi. Beberapa program yang dihasilkan telah membantu ratusan ribu anak menerima imunisasi, memberi solusi malnutrisi dan memastikan hampir 1 juta ibu hamil mendapat asupan zat besi tambahan. Lebih dari separuh total penerima yang mencapai 4,9 juta orang adalah perempuan.

    Bank Dunia juga mendukung program pemerintah untuk menyediakan air bersih dan layanan sanitasi, PAMSIMAS. Aktif di lebih dari 32 provinsi, PAMSIMAS adalah kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat, dan banyak dilihat sebagai jalan paling ekonomis untuk meningkatkan layanan air dan sanitasi. Selama beberapa tahun ke depan, PAMSIMAS akan diperluas hingga bisa melayani lebih dari 26.000 desa di 403 kabupaten/kota.

    Saat ini, Indonesia memiliki lebih dari 500 pemerintahan lokal yang punya potensi untuk mempercepat pertumbuhan di wilayahnya. Local Government Decentralized Project bekerja dengan pemerintahan kabupaten/kota dalam memastikan alokasi anggaran dari pemerintah pusat untuk investasi infrastruktur digunakan sepenuhnya, sambil terus berupaya memperbaiki transparansi dan akuntabilitas. Dukungan pemerintah terus menguat dengan pendekatan hasil berbasis verifikasi yang sedang dikembangkan untuk 30 provinsi, dengan target mencapai 450 kabupaten/kota pada 2018.

    Pembaharuan Terakhir: 25 September 2018


PINJAMAN

Indonesia: Komitmen berdasarkan Tahun Fiskal (dalam jutaan dolar)*

*Jumlah termasuk komitmen IBRD dan IDA


GALERI FOTO

Foto Lainnya Arrow

KENALI LAGI

image

Kemitraan dari Waktu ke Waktu

Jelajahi kemitraan Indonesia-Bank Dunia dalam linimasa yang interaktif.

image

Perkembangan Triwulanan Perekonomian Indonesia

Kinerja perekonomian Indonesia terlihat positif dengan potensi dimasa depan, namun dengan tantangan dan risiko yang berkelanjutan.

image

Cegah Stunting

Indonesia berkomitmen memberi semua anak awal hidup terbaik dengan mengatasi stunting.

image

Manajemen Bencana

Menjaga pembangunan Indonesia dari semakin bertambahnya risiko bencana.

image

Peta Proyek

Lihat lebih dekat dimana saja lokasi proyek Bank Dunia di Indonesia

Pencapaian

Lihat capaian beberapa proyek Bank Dunia di Indonesia.

Open Data

Bank Dunia memberikan akses gratis dan terbuka untuk data lengkap mengenai pembangunan dari seluruh dunia, termasuk Indonesia.

INDO-DAPOER

Indonesia Database for Policy and Economic Research memiliki data sub-nasional hingga 200 indikator pembangunan.

Informasi Tambahan

Kontak untuk Kantor Perwakilan

Jakarta (+62-21) 5299-3000
Indonesia Stock Exchange Building, Tower 2, 12th Floor. Jl. Jenderal Sudirman Kav 52-53, Jakarta 12190
wbindonesia@worldbank.org
Washington, +1 202-473-4709
1818 H Street, N.W, Washington, DC 20433 U.S.A.
eastasiapacific@worldbank.org