SIARAN PERS

Perangkat Lunak Gratis untuk Kesiapsiagaan Bencana dan Tanggap Darurat Diluncurkan

26 Oktober 2012




Yogyakarta, October 26, 2012 - Untuk membantu masyarakat bersiaga lebih baik menghadapi banjir, gempa dan tsunami, sebuah perangkat lunak pemodelan dampak bahaya bencana alam, kemitraan antara Indonesia dan Australia telah meluncurkan program InaSAFE (Indonesia Scenario Assessment for Emergencies).

Dikembangkan oleh Indonesia dan Australia bersama dengan World Bank, InaSAFE akan membantu sejumlah desa, kota dan wilayah di seluruh Indonesia lebih tangguh menghadapi bencana alam.

“Indonesia adalah salah satu negara rawan bencana di dunia. Kita tidak bisa menghentikan ancaman bencana, tapi kita dapat membantu kesiapsiagaan masyarakat lebih baik,” ujar Dodi Ruswandi, Deputi Bidang Penanganan Darurat dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Dapat digunakan oleh siapapun yang memiliki keterampilan komputer dasar, InaSAFE akan memandu pengguna sejumlah pertanyaan tentang potensi skenario bencana, lalu membuat peta dan laporan yang memperkirakan potensi kerusakan yang dapat ditimbulkan pada manusia dan infrastruktur yang ada.

InaSAFE diluncurkan untuk menjawab kebutuhan kajian kesiapsiagaan dan tanggap darurat yang cepat dan mudah diakses. Dengan InaSAFE, kita dapat menyusun rencana kontijensi bagi skenario terburuk yang mungkin dapat terjadi.

“Sangat sulit untuk bersiaga bencana, tanpa mengetahui siapa yang paling terkena dampak dan apa saja yang akan mengalami kerusakan,” kata Matt Hayne, Co-Director Australia- Indonesia Facility for Disaster Reduction (AIFDR) yang didanai oleh pemerintah Australia.  “InaSAFE akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut melalui sebuah klik pada mouse,” tambah Dr Hayne.

InaSAFE bekerja dengan menggabungkan data ancaman bencana dari lembaga penelitian dan ilmuwan, dan informasi infrastuktur yang didapat dari pemerintah dan masyarakat.

“Dalam kasus banjir, InaSAFE akan membantu masyarakat untuk mengetahui wilayah yang terkena banjir, berapa banyak orang yang harus dievakuasi dan disediakan tempat penampungan, sekolah dan jalan mana saja yang ditutup serta rumah sakit mana yang masih bisa menerima pasien,” kata Abhas Jha, Koordinator Pengelolaan Risiko Bencana untuk Asia Timur dan Pasifik dari Bank Dunia.

Dikembangkan di Indonesia, InaSAFE adalah pendekatan inovatif untuk memahami dampak bahaya bencana.  “Kami mengundang masyarakat global untuk terlibat dalam penggunaan, pengembangan dan perbaikan dari InaSAFE,” tambah Abbas Jha.

Kontak Media
Dalam Jakarta
Dini Djalal
Telepon: 62-81-699-1218
ddjalal@worldbank.org
Dalam AusAID
Claire Price
Telepon: 62-81) 1187-2365


Api
Api

Welcome