SIARAN PERS

Indonesia - MDF Masuki Tahun Terakhir Dengan Hasil yang Gemilang: Kemitraan Telah Memastikan Terwujudnya Hasil Yang Dijanjikan

31 Januari 2012




Jakarta, 31 Januari 2012 – Multi Donor Fund untuk Aceh dan Nias (MDF) hari ini melaporkan berbagai hasil yang menggembirakan. Dalam Laporan Kemajuan 2011-nya yang berjudul Kemitraan untuk Mencapai Keberlanjutantersebut, MDF menggarisbawahi capaian-capaian penting yang telah diraihnya berkenaan dengan upaya rekonstruksi dan rehabilitasi di Aceh dan Nias selama enam tahun terakhir. Dinyatakan bahwa kunci keberhasilan MDF adalah berkat kepemimpinan yang kuat dari pemerintah baik di tingkat pusat maupun daerah. Dalam laporan tersebut, MDF juga memaparkan rencana program di tahun terakhirnya.

“Pada tahun terakhir ini, kami dengan bangga melaporkan bahwa portofolio kami secara keseluruhan telah mencapai hasil yang berkualitas,” ujar Stefan Koeberle, Direktur Bank Dunia. “Dampak positif kini semakin mantap terwujud baik di Aceh maupu Nias dan kami bertekad untuk terus berkontribusi hingga akhir mandat kami pada bulan Desember 2012.”

MDF melaporkan hingga kini hampir 20.000 rumah, 511 kantor pemerintah setempat atau balai kota/desa, dan 670 sekolah telah direkonstruksi atau direhabilitasi. Program ini juga telah merekonstruksi dan membangun infrastruktur transportasi penting, termasuk lima pelabuhan strategis, 570 km jalan nasional maupun provinsi, 87 km jalan kabupaten dan lebih dari 3.000 km jalan pedesaan.

Selain itu, perbaikan fasilitas air dan sanitasi pun mendapatkan perhatian khusus dalam program ini. Hal ini dapat terlihat melalui pembangunan hampir 1.600 km kanal irigasi dan drainase serta sekitar 8.000 sumur atau sumber air bersih lainnya, ditambah dengan 1.220 unit sanitasi.

Upaya rekonstruksi yang cukup substansial di Aceh dan Nias ini diakui secara luas sebagai suatu keberhasilan dan telah menarik perhatian berbagai pihak hingga di tingkat dunia. Program ini merujuk kepada pendekatan kolaboratif yang unik antara para pemangku kepentingan serta peran aktif Pemerintah Indonesia dalam memimpin dan mengkoordinasi program.

“Kemitraan yang diusung oleh MDF telah memainkan peran kunci dalam menciptakan kinerja berkualitas serta prestasi cemerlang dalam program MDF, terutama dalam melakukan harmonisasi upaya para donor dan menyatukan berbagai pemangku kepentingan dari berbagai tingkat pemerintahan, donor, komunitas serta masyarakat madani,” ujar T. Said Mustafa, Asisten II Gubernur Aceh. “Melalui kemitraan multi pihak, program ini benar-benar telah meningkatkan standar yang ada dalam pencapaian dan amat layak untuk menjadi contoh bagi program-program rekonstruksi pascabencana serupa. Terutama bagi yang berniat untuk menciptakan dampak berkelanjutan, jauh  setelah masa implementasi program tersebut.”

Kepala Operasi Uni Eropa, Erik Habers mengatakan, “Kami bangga telah menjadi bagian dari kemitraan ini. Pengalaman MDF telah menegaskan betapa pentingnya pewujudan sebuah agenda bersama melalui implementasi bersama sekaligus memastikan bahwa rekonstruksi yang dilaksanakan oleh program ini selaras dengan prioritas-prioritas yang telah ditetapkan oleh pemerintah.” Uni Eropa merupakan donor terbesar MDF dengan kontribusi hingga US$271,3 juta atau 41% dari keseluruhan hibah.

MDF telah mengalokasikan seluruh dana yang tersedia ke dalam 23 proyeknya. Hingga tanggal 30 September 2011, sebanyak US$645 juta atau 99 persen kontribusi tersebut telah dialokasikan. Sebagian besar dana yang telah dialokasikan digunakan untuk pembiayaan proyek-proyeknya dan akan dimanfaatkan untuk implementasi proyek selama tahun 2012. Sisa dana yang ada pada saat ditutupnya program akan dikembalikan kepada para donor atau dimanfaatkan sesuai dengan instruksi dari para donor tersebut.

Sebagai sebuah program penting yang memasuki tahun terakhirnya, MDF kini memfokuskan upayanya pada pengembangan dan penerapan exit strategies, pengalihan aset-aset rekonstruksi, pemastian terciptanya keberlanjutan, serta pendokumentasian pembelajaran dari berbagai programnya.

“Kami telah menerapkan berbagai sistem berkelanjutan dalam ketatapemerintahan, pengelolaan, dan penyediaan layanan guna memastikan bahwa dampak MDF akan dapat terus dirasakan bahkan setelah program ini ditutup. Seiring dengan hal ini, MDF telah secara konsisten berupaya untuk memasyarakatkan konsep Penurunan Risiko Bencana (DRR, Disaster Risk Reduction) dan pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan sebagai bagian dari  agenda pembangungan Aceh dan Nias, sehingga menumbuhkan keterampilan untuk membangun infrastruktur yang lebih aman serta masyarakat yang lebih tangguh,” kata Shamima Khan, Manajer MDF.

Implementasi pembangunan fisik pun tengah diselesaikan, dan tahap terakhir dari proyek yang ada difokuskan pada pengembangan kapasitas, pembangunan perekonomian, serta infrastruktur penting untuk mendukung pertumbuhan perekonomian. Penyelesaian pengalihan aset keada pemerintah setempat dan penerima manfaat juga merupakan langkah penting seiring dengan terselesaikannya proyek yang ada. Dengan demikian, kepemilikan upaya rekonstruksi memiliki kepastian di masa yang akan datang.

Khan menuntaskan, “Kami sangat gembira atas komitmen kuat para pemangku kepentingan untuk bekerja sama memastikan keberhasilan implementasi serta prestasi MDF. Kami yakin bahwa kemitraan yang kuat ini akan berlanjut di tahun terakhir mandat kami dan kami percaya bahwa para pemangku kepentingan akan terus mendukung agenda penting ini di masa depan.”

 

Mengenai MDF:
Multi Donor Fund untuk Aceh dan Nias  (MDF) menghimpun sekitar US$655  juta dana hibah dari 15 donor untuk mendukung pelaksanaan agenda  rekonstruksi dan rehabilitasi Pemerintah Indonesia. Jumlah ini diperkirakan sama dengan 10% dari keseluruhan upaya rekonstruksi dan rehabilitasi di Aceh dan Nias.  Sesuai dengan permintaan Pemerintah Indonesia, Bank Dunia ditunjuk sebagai Wali Amanat yang bertanggung jawab untuk mengelola MDF. Donor MDF terdiri dari Uni Eropa, pemerintah Belanda, Inggris, Bank Dunia, pemerintah Swedia, Denmark, Norwegia, Jerman, Kanada, Bank Pembangunan Asia (ADB), pemerintah Amerika Serikat, Selandia Baru dan Irlandia. MDF bekerja pada di enam bidang hasil yaitu pemulihan masyarakat, pembangunan infrastuktur besar dan transportasi, penguatan tata kelola pemerintahan, pelestarian lingkungan dan peningkatan proses pemulihan serta pembangunan ekonomi

Kontak Media
Puni Anjungsari
Telepon: +6221 5299 3437
pindrayanto@worldbank.org



Api
Api