SIARAN PERS

Forum APEC Bahas Pendanaan Infrastruktur

23 Juni 2011



Untitled Document

Pejabat pemerintah dan pakar tukar pengalaman soal pendanaan publik dan swasta di bidang infrastruktur

Washington D.C, 23 June, 2011 – Bank Dunia dan Departemen Keuangan Amerika Serikat telah sepakat untuk bekerja sama di bidang perencanaan pendanaan untuk proyek infrastruktur. Hal ini dinilai penting untuk memperkuat ekonomi kawasan dan menata ulang sentra-sentra pertumbuhan di kawasan Asia Pasifik.

Bentuk kerja tersebut disepakati dalam sebuah konferensi di kantor pusat Bank Dunia bertajuk The Framework and Options for Public and Private Financing of Infrastructure (Kerangka kerja dan Opsi untuk Membangun Infrastruktur dengan Dana Publik dan Swasta) yang diramaikan oleh pakar dari negara-negara Asia-Pasifik, lembaga-lembaga keuangan internasional, pengelola aset swasta, dan akademisi.

“Karena keterbatasan ruang fiskal, belanja publik yang efisien di bidang infrastruktur menjadi tantangan besar bagi mayoritas negara APEC,” kata Managing Director Bank Dunia Sri Mulyani Indrawati dalam pidatonya tentang pentingnya tata kelola pemerintah dalam membangun infrastruktur. “Karena itu, skema kemitraan publik-swasta untuk membangun infrastruktur sangat potensial dilakukan di kawasan APEC.”

Sri Mulyani menambahkan, “Lewat konferensi ini, Bank Dunia – bersama Departemen Keuangan Amerika Serikat dan APEC – berharap dapat memberi kontribusi positif pada negara-negara yang berusaha membangun infrastruktur dengan dana publik, atau dengan skema kemitraan publik-swasta.”

“Kita semua tahu bahwa membangun infrastruktur memang tidak murah. Pembangunan jalan, jembatan, pembangkit listrik dan rel kereta baru akan sangat mendorong pertumbuhan kawasan di dekade mendatang, tetapi membutuhkan investasi triliunan dollar, termasuk dari sektor swasta,” kata Asisten Menteri Keuangan Amerika Serikat untuk Keuangan Internasional, Charles Collyns. “Lewat konferensi ini para peserta dapat saling belajar soal berbagai tantangan keuangan internasional, termasuk bagaimana negara APEC dapat mengakses sumber modal jangka-panjang, serta membantu kita menemukan solusi pendanaan yang pas dengan kebutuhan tiap-tiap negara.”

Peningkatan investasi infrastruktur dan mutu layanan publik sangat krusial bagi Asia-Pasifik yang kini masih dalam proses pemulihan dari krisis keuangan global. Kawasan ini juga berusaha membuat kemakmuran tersebar lebih rata. Dalam rangka mempercepat pemulihan pasca-krisis, Asia-Pasifik berpotensi mengembangkan perdagangan antar-kawasan. Untuk itu, dibutuhkan  perbaikan pada rantai pasokan dan jaringan produksi di sejumlah negara APEC.

Konferensi ini antara lain membahas pertumbuhan kelas aset keuangan infrastruktur; cara meningkatkan mutu proyek infrastruktur yang didanai anggaran publik; dan cara menentukan apakah suatu proyek lebih baik didanai anggaran publik atau swasta. Hasil pembahasan konferensi ini akan diulas pada pertemuan para tingkat menteri keuangan APEC di Honolulu, Hawaii, 10 November, 2011 mendatang.

Konferensi disponsori oleh perhimpunan Negara ekonomi Asia Pasifik APEC (Asia-Pacific Economic Cooperation) dan USAID (United States Agency for International Development).

Kontak Media
Dalam Jakarta
Randy Salim
Telepon: (62-21) 5299-3259
rsalim1@worldbank.org
Dalam Washington DC
Mohamad Al-Arief
Telepon: (1-202) 458-5964
malarief@worldbank.org


Api
Api