Learn how the World Bank Group is helping countries with COVID-19 (coronavirus). Find Out

SIARAN PERS

Perekonomian Indonesia Melanjutkan Membangun Momentum

07 April 2010




,

  • Lindungi ekonomi dari volatilitas ekonomi global, dengan mengurangi eksposur anggaran terhadap naik turunnya harga komoditas.
  • Investasikan lebih banyak sumber daya di barang publik dan pelayanan sosial.
  • Perkuat iklim investasi dan efektifitas birokrasi
  • Pastikan pertumbuhan ekonomi mengarah pada peningkatan standar hidup bagi seluruh rakyat Indonesia.

Prospek ekonomi Indonesia telah sedikit membaik antara Desember 2009 dan Maret 2010. Ekonomi diperkirakan tumbuh sebesar 5,6 persen pada tahun 2010 (lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 5,4 persen) dan kemudian sekitar 6,2 persen atau lebih pada tahun 2011.

"Ekonomi Indonesia akan tumbuh sebesar 5,6 persen atau bahkan lebih pada 2010, dengan pendorong utama diperkirakan akan terus datang dari permintaan domestik, dengan peningkatan impor. Pertumbuhan harga yang moderat akan dapat mengangkat daya beli riil rumah tangga'," kata Enrique Blanco Armas, Ekonom Senior Bank Dunia untuk Indonesia. "Pertumbuhan investasi juga diharapkan meningkat ditahun 2010 berkat harga-harga komoditas yang lebih tinggi dan permintaan eksternal”.

Dengan pandangan positif jangka pendek ini, laporan Kuartalan bergeser fokus pada masalah jangka menengah.
"Perkembangan ekonomi global telah menantang Indonesia, dan ekonomi Indonesia telah melaluinya dengan baik" kata Shubham Chaudhuri, Kepala Ekonom Bank Dunia untuk Indonesia. "BI telah mengelola arus masuk modal yang besar dan paket stimulus pemerintah menambah sekitar 1 persen terhadap pertumbuhan PDB tahun 2009. Tapi risiko tetap ada dan terdapat sejumlah isu jangka-pendek yang perlu dipantau."

Isu-isu jangka pendek yang perlu dipantau antara lain termasuk:

  • Bank Indonesia telah mengelola arus masuk modal yang besar baru-baru ini yang telah mengurangi volatilitas rupiah tanpa menekan harga dalam negeri ... atau tanpa biaya tinggi untuk anggaran
  • Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN-China terus dilaksanakan, tampaknya memiliki dampak yang kecil dan memberikan peluang jangka panjang yang signifikan untuk Indonesia
  • Namun anggaran sedang dipengaruhi oleh volatilitas harga minyak dunia, meningkatkan biaya subsidi dan mempersulit perencanaan dan membuat pengeluaran kurang efektif, terutama untuk pendidikan

Mempertahankan pertumbuhan Indonesia ke dalam-jangka panjang membutuhkan dukungan yang lebih baik bagi investor, sistem untuk melindungi masyarakat Indonesia yang rentan dan memastikan semua manfaat dari pertumbuhan ekonomi, dan pemerintah yang mampu memberikan pelayanan secara efektif, seperti yang telah disebutkan oleh pemerintah didalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).
 
"Bagi Indonesia untuk bangkit menuju potensinya, investasi harus dilakukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan pemerintah, infrastruktur yang dapat diakses oleh semua, dan peraturan yang mendukung investor" kata Shubham Chaudhuri.

Kontak Media
Dalam Jakarta
Randy Salim
rsalim1@worldbank.org



Api
Api