Learn how the World Bank Group is helping countries with COVID-19 (coronavirus). Find Out

ARTIKEL

Terumbu Karang Memberi Kehidupan Bagi Masyarakat Pesisir

08 Januari 2015


Banyak masyarakat pesisir sulit memenuhi kebutuhan sehari-hari. Sebuah program bernama Coremap membantu mengembalikan terumbu karang serta ikan yang sangat penting bagi matapencaharian masyarakat. Coremap juga membantu menghidupkan usaha-usaha kecil baru yang turut meningkatkan ekonomi setempat.

World Bank Group

PESAN UTAMA
  • Hilangnya terumbu karang mengurangi jumlah ikan yang kemudian berdampak kepada merosotnya pemasukan nelayan.
  • Sebuah program yang didukung Bank Dunia membantu memulihkan kondisi terumbu karang sekaligus meningkatkan matapencaharian penduduk.
  • Banyak masyarakat pesisir mulai membuka usaha baru demi meningkatkan pemasukan keluarga.

Wakatobi, Indonesia, 8 Januari 2015 – Dulu Sudirman bekerja sebagai nelayan di Wakatobi, Sulawesi. Penghasilannya tidak cukup memenuhi kebutuhan keluarga, hingga ia harus mencari pekerjaan tambahan. Kini Sudirman memiliki usaha kecil yang menyewakan peralatan menyelam dan menjadi pemandu wisata bahari. Hidup Sudirman dan keluarganya kini jauh lebih sejahtera.

“Dulu ada kalanya kita tidak tahu apa bisa makan atau tidak. Sekarang bisa bayar sekolah anak dan kebutuhan lain juga,” ujarnya bangga.

Hidup Sudirman berubah berkat kondisi terumbu karang Wakatobi yang membaik dengan dukungan Coremap, sebuah program Bank Dunia yang bertujuan merehabilitasi terumbu karang sambil meningkatkan matapencaharian masyarakat setempat.

 

Cakupan terumbu karang meningkat

Coremap beraktivitas di 358 desa pesisir di berbagai wilayah Indonesia yang mata pencaharian masyarakatnya sangat bergantung pada penangkapan ikan berskala kecil di sekitar terumbu karang. Seperti Sudirman, banyak penduduk yang mengatakan bahwa pemasukan dari menangkap ikan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Selain itu,dulu  banyak yang menangkap ikan dengan cara yang salah. Tapi sekarang tidak lagi.

“Dulu di sini banyak nelayan yang pakai bom,” kata Hendriawan, seorang nelayan Wakatobi. “Tapi sekarang mereka sudah behenti karena sadar tentang bahaya merusak terumbu karang.”

Coremap telah membantu memperbaiki cakupan terumbu karang dengan menetapkan zona penangkapan ikan dan zona terlarang, memberdayakan nelayan untuk memantau terumbu karang, serta meningkatkan kesadaran masyarakat melalui berbagai tindakan edukasi termasuk pendidikan formal di sekolah.



" Sebelum ada Coremap, penduduk di desa ini pemasukannya sangat tergantung pada penangkapan ikan. Sekarang sudah banyak hal-hal lain seperti usaha-usaha kuliner, kerajinan, dan suvenir "

Sudirman

Pemilik usaha ekotourism


Meningkatkan mata pencaharian masyarakat pesisir

Coremap juga telah mengubah ekonomi setempat.

“Sebelum ada Coremap, penduduk di desa ini pemasukannya sangat tergantung pada penangkapan ikan. Sekarang sudah banyak hal-hal lain seperti usaha-usaha kuliner, kerajinan, dan suvenir,” kata Sudirman.

Program Coremap telah membantu masyarakat mencari cara-cara baru untuk meningkatkan pemasukan menggunakan sumberdaya lokal. Dengan menyediakan dana bergulir dan pelatihan, banyak yang sudah bisa mengubah sumber mata pencaharian mereka. Sebuah survei menunjukkan bahwa pemasukan masyarakat yang menerima dana bergulir dari Coremap rata-rata naik sekitar 20%.

“Ibu-ibu di desa kami sudah lama mau membuka usaha kecil, tapi kami tidak tahu caranya. Sekarang kita sudah belajar keterampilan baru untuk memulai usaha di rumah,” kata Hanarfah, salah satu ibu yang sekarang memiliki usaha produk makanan dari ikan.

Menyadari bahwa sumber pemasukan baru mereka sangat tergantung pada terumbu karang, masyarakat semakin merasa perlunya menjaganya.

“Dulu saya ikut bekerja sebagai penambang terumbu karang,” kata Sartinah, yang juga memproduksi makanan dari ikan. ”Tapi saya sudah berhenti karena terumbu karang itu penting. Kalau terumbu karang hilang, saya tidak dapat ikan, tidak ada turis juga dan saya tidak bisa berjualan,” katanya.

Masyarakat di Wakatobi juga membentuk kelompok yang mengumpulkan uang untuk membantu upaya pelestarian terumbu karang.

“Saya dan teman-teman tahu, kami dapat lebih banyak uang karena kondisi terumbu karangnya membaik. Jadi kami menyisihkan 10 persen keuntungan untuk membantu perlindungan terumbu karang,” kata Sudirman.

Sayangnya, meski pemasukan sudah mulai meningkat, namun mata pencaharian alternatif tersebut baru bersifat tambahan, belum bisa sepenuhnya beralih dari kegiatan menangkap ikan.

Fase ketiga Coremap yang dimulai pada Februari 2014, akan meningkatkan dukungan  mata pencaharian  alternatif. Salah satu hal yang akan dilakukan adalah pembuatan infrastruktur dan akses pasar untuk meningkatkan penjualan produk dan jasa yang sudah dibuat masyarakat.


Api
Api