publication

Update Ekonomi Asia Timur Pasifik, Oktober 2015


Image


Halaman ini dalam: Bahasa Inggris

 

Temuan laporan

  • Asia Timur tetap menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi dunia, dan dua-perlima pertumbuhan ekonomi global berasal dari kawasan ini.
  • Kawasan ini diperkirakan akan tumbuh sebesar 6,5 persen pada 2015, turun sedikit dari 6,8 persen tahun lalu.
  • Lingkungan global masih penuh tantangan. Pemulihan di negara-negara berpenghasilan tinggi masih berjalan perlahan, perdagangan global tumbuh dengan tingkat paling lambat sejak 2009, dan melambatnya pertumbuhan di negara-negara berkembang  semakin intensif.
  • Ekonomi Tiongkok diperkirakan tumbuh sekitar 7 persen tahun ini dan kemudian perlahan melambat karena ekonominya kini lebih berorientasi pada konsumsi domestik dan sektor jasa, yang menandakan kemungkinan penurunan pertumbuhan secara bertahap.
  • Negara-negara berkembang di Asia Timur diperkirakan tumbuh 4,6 persen, sama dengan tahun lalu.
  • Laporan ini memberikan asumsi ekonomi Tiongkok akan mengalami penurunan perlahan pada 2016-17. Skenario ini karena adanya berbagai kebijakan di Tiongkok yang dinilai bisa mengendalikan dan menangani resiko penurunan ekonomi, termasuk tingkat hutang negara yang tidak terlalu tinggi, aturan melarang tabungan di luar sistem perbankan.
  • Pertumbuhan negara-negara berkembang di Asia Timur diperkirakan melambat karena ekonomi Tiongkok berupaya mendapatkan keseimbangan dan kemungkinan normalisasi kebijakan suku bunga di Amerika Serikat yang diperkirakan terjadi beberapa bulan ke depan.
  • Eksportir komoditas seperti Indonesia, Malaysia dan Mongolia akan mengalami pertumbuhan lebih lambat serta penerimaan lebih rendah tahun ini, akibat menurunnya harga komoditas global.
  • Importer komoditas akan tetap memiliki tingkat pertumbuhan yang stabil – bahkan kuat. Vietnam, contohnya, diperkirakan tumbuh 6,2 persen pada 2015 dan 6,3 persen pada 2016.
  • Laporan ini menekankan dua prioritas di seluruh kawasan: manajemen makroekonomi yang baik, dengan tujuan memperkuat kelemahan eksternal dan fiskal; serta reformasi struktural lebih mendalam, dengan fokus pada upaya semakin menarik investasi swasta.
  • Pembuat kebijakan di kawasan perlu tetap fokus pada reformasi struktural yang memberi dasar pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan dan inklusif. Reformasi termasuk perbaikan regulasi keuangan, tenaga kerja dan pasar produk.
  • Kebijakan tersebut akan memberi kepercayaan kepada investor, dan membantu mempertahankan pertumbuhan yang dapat mempercepat pengentasan dari kemiskinan.