SIARAN PERS

Hibah Bank Dunia Membantu Masyarakat Adat di Indonesia Mempertahankan Hak Tanah, Mengelola Hutan dan Tanah dengan Lebih Baik

16 Maret 2017


WASHINGTON, 17 Maret 2017 – Direksi Eksekutif Bank Dunia telah menyetujui hibah sebesar $6,25 juta untuk membantu masyarakat adat dan lokal Indonesia mempertahankan hak atas tanah, pengelolaan hutan dan tanah di lingkungan mereka, juga meningkatkan mata pencaharian mereka.

Hutan merupakan sumber pemasukan yang penting bagi banyak masyarakat desa dan miskin. Sekitar 20 persen masyarakat yang hidupnya bergantung pada hutan tropis hidup dalam kemiskinan, dua kali lipat dari rata-rata nasional. Hibah dari Global Strategic Climate Funds bertujuan membantu mereka mengatasi deforestasi dan kerusakan hutan, serta secara umum mengelola sumber daya alam dengan cara yang lebih berkelanjutan.

Masyarakat adat dan lokal yang hidupnya bergantung pada hutan menghadapi ketidakpastian terkait hak mereka atas tanah serta bagaimana mereka bisa menggunakannya. Pemerintah, didukung berbagai mitra pembangunan, sedang berupaya mengatasi tugas besar ini dan hibah dari Bank Dunia ini akan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam dialog kebijakan untuk mengklarifikasi hak pemanfaatan lahan, meningkatkan tata kelola hutan dan memperkuat peran mereka sebagai penjaga hutan,” kata Rodrigo Chaves, Kepala Perwakilan Bank Dunia di Indonesia

Mengikuti janji Presiden Joko Widodo untuk memperkuat hak masyarakat adat, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan telah membuat sasaran untuk memberikan 12,7 juta hektar lahan hutan kepada masyarakat adat dan lokal pada tahun 2019.

“Kehadiran masyarakat adat dan lokal sangat mempengaruhi masa depan hutan Indonesia. Kami ingin melihat mereka memiliki peran lebih besar dalam mengelola hutan yang sudah mereka kenal dengan sangat baik. Hibah ini membantu mereka melakukan hal tersebut dan lebih banyak lagi. Hal ini merupakan kabar baik bagi pengelolaan landskap yang berkelanjutan di Indonesia,” kata Nus Ukru, Kepala DGM National Steering Committee.

Proyek ini juga akan membantu masyarakat adat dan lokal untuk memetakan tanah mereka, dan menambah akses dukungan teknis untuk mencapai ketahanan penggunaan lahan di Indonesia. Proyek ini juga akan membantu meningkatkan akses masyarakat adat dan lokal terhadap layanan kesehatan dan pasar, juga meningkatkan partisipasi mereka dalam penggunaan dana desa yang dialokasikan oleh pemerintah pusat.

“Dukungan untuk mengamankan hak tanah disertai bantuan untuk meningkatkan mata pencaharian bisa mengangkat keluarga di desa keluar dari kemiskinan. Proyek Dedicated Grant Mechanism akan membantu menjaga hak masyarakat adat dan lokal atas lahan hutan, sambil membantu mereka

memperoleh keterampilan, teknologi, serta pengetahuan untuk meningkatkan ketahanan pangan, mengelola sumberdaya alam, dan berpartisipasi dalam sistem pasar,” kata Diji Chandrasekharan Behr, World Bank Senior Natural Resources Economist yang juga menjadi pemimpin proyek ini.

Samdhana Institute Indonesia akan menjalankan proyek ini yang diperkirakan berjalan hingga tahun 2021. Samdhana Institute merupakan jaringan regional para ahli yang berpengalaman dalam pemetaan komunitas, pengembangan hutan komunitas, serta advokasi hak-hak masyarakat adat dan lokal. 

Kontak Media
Di Jakarta
Tomi Soetjipto
Telepon: +62-21-5299-3156
stomi@worldbank.org
Di Washington
Diana Wa-Yai Chung
dchung1@worldbank.org



Api
Api