SIARAN PERS

Indonesia: Memperbaiki Infrastruktur untuk Jutaan Masyarakat Miskin Perkotaan

12 Juli 2016


Proyek pemerintah ini merupakan pembiayaan bersama AIIB yang pertama

 

WASHINGTON, 12 Juli 2016 — Badan Direksi Bank Dunia hari ini menyetujui pendanaan sebesar $216.5 juta untuk mendukung proyek baru pemerintah dengan tujuan memperbaiki infrastruktur pemukiman kumuh yang diharapkan akan memberi manfaat kepada lebih dari 9,7 juta masyarakat miskin perkotaan di seluruh pelosok Indonesia.

Program Nasional Kota Tanpa Kumuh atau KOTAKU adalah sebuah platform kerjasama nasional yang dibiayai berbagai sumber, termasuk pemerintah daerah dan pemerintah pusat, sektor swasta, masyarakat, juga bank pembangunan multi-lateral. Program ini juga didukung oleh Bank Investasi Infrastruktur Asia (AIIB) lewat pendanaan tambahan sebesar $216,5 juta - skema pembiayaan bersama pertama antara AIIB dan Bank Dunia.   

 

Sekitar 29 juta penduduk Indonesia hidup di pemukiman kumuh dengan pelayanan dasar yang terbatas dan 11 juta dari mereka tidak punya akses ke sanitasi dan 9 juta tidak punya akses yang memadai untuk mendapatkan air bersih. Masyarakat miskin perkotaan membayar air lebih mahal sekitar 10 atau 30 kali lipat dibandingkan rumahtangga mampu yang mendapatkan sumber air dari PAM.

“Penanggulangan keterbatasan infrastruktur dan pelayanan dasar penting untuk mengentaskan kemiskinan, meredam ketimpangan dan meningkatkan kemakmuran di Indonesia. Proyek peremajaan kawasan kumuh akan memperbaiki taraf hidup jutaan rakyat miskin Indonesia di daerah perkotaan dan  mendukung Indonesia mencapai potensinya untuk pertumbuhan yang lebih tinggi,” ujar Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia, Rodrigo Chaves. “Kami memuji Pemerintah Indonesia yang telah membangun platform nasional untuk membuka jalan bagi para pemangku kepentingan agar bisa bekerjasama secara efektif.”

Pemerintah Indonesia menyediakan sebagian besar pendanaan sebesar $1,3 milyar dan program lima tahun ini juga didukung secara paralel melalui pembiayaan oleh Bank Pembangunan Islam (IsDB). Pemerintah Australia melalui Departemen Luar Negeri dan Perdagangan (DFAT) juga telah memberikan dukungan teknis kepada program ini melalui skema terpisah. 

Program Pemerintah KOTAKU akan dijalankan di 154 kota (termasuk ibukota Jakarta), untuk menyediakan sumber air yang lebih baik, sanitasi, jalan, drainase dan limbah padat. Program ini juga mencakup pencegahan terbentuknya daerah kumuh memalui peningkatan kapasitas pemerintah daerah dan komunitas terkait masalah lahan.

“Komunitas yang tinggal di daerah kumuh tidak serta merta menikmati pertumbuhan kota. Mereka tidak terlibat dalam perekonomian formal maupun tempat tinggal yang aman dan terjangkau. Mereka juga cenderung lebih rentan terhadap bencana alam seperti banjir,” ujar George Soraya, World Bank Team Leader.  “Program pemerintah ini bisa menjadi sebuah jalan keluar untuk membuat kawasan perkotaan menjadi lebih inklusif, namun pendekatan ini memerlukan usaha dari banyak pemangku kepentingan dan juga beberapa sumber pendanaan.”

Bank Dunia berkomitmen kuat mendukung upaya Indonesia dalam melakukan transformasi agar kota-kota semakin inklusif.

Kontak Media
Dalam Washington DC
Jane Zhang
Telepon: (202) 473-1376
janezhang@worldbank.org
Dalam Jakarta
Dini Sari Djalal
Telepon: (62-81) 699-1218
ddjalal@worldbank.org


SIARAN PERS NO:
004/EAP/2016

Api
Api