SIARAN PERS

Bank Dunia Setujui Program Transmisi Listrik Guna Mendukung Target Rasio Elektrifikasi 90 Persen di Indonesia

08 Juli 2013



Jakarta, 8 Juli, 2013 – Dewan eksekutif Bank Dunia telah menyetujui dukungan untuk memperkuat dan memperluas jaringan listrik di Indonesia, sebagai tulang punggung dari target pemerintah Indonesia mencapai rasio elektrifikasi 90 persen untuk semua rumah tangga di seluruh kepulauan Indonesia.  Second Power Transmission Development Project (Proyek Pengembangan Transmisi Listrik Kedua) bertujuan memenuhi kebutuhan tenaga listrik yang kian meningkat, dengan memperluas akses terhadap listrik dari jaringan listrik nasional di pulau Jawa-Bali, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi. Jumlah penerima manfaat dari proyek ini diperkirakan akan mencapai sekitar 29.5 juta warga di keempat wilayah proyek (lebih dari separuh berada di pulau Jawa-Bali). Proyek ini akan didanai paket bantuan senilai US$325 juta.

“Akses terhadap tenaga listrik berkualitas dan yang bisa dihandalkan sangat krusial bagi pertumbuhan inklusif, pengentasan kemiskinan dan perbaikan kualitas hidup. Karena itulah Pemerintah Indonesia sangat berkomitmen terhadap akselerasi pembangunan infrastruktur dan pengembangan energy,” kata Stefan Koeberle, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia.

Proyek ini akan diimplementasikan oleh PT Perusahaan Listrik Negara atau PLN, yang mengusahakan pembangkitan, transmisi, dan distribusi listrik di hampir seluruh Indonesia. Secara historis PLN lebih fokus pada pengembangan tenaga listrik di Jawa-Bali ketimbang wilayah-wilayah lain. Alhasil, biaya pelayanan PLN di kawasan-kawasan padat penduduk di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi bisa mencapai 20-30 persen lebih mahal dari Jawa-Bali, dan bahkan bisa mencapai 200 persen lebih tinggi di pulau-pulau yang lebih kecil seperti Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

“Biaya operasional tinggi ini merupakan tantangan terhadap target rasio elektrifikasi. Di satu sisi, memperluas akses terhadap listrik membutuhkan subsidi pelayanan publik lebih besar. Di sisi lain, perluasan akses juga memerlukan perbaikan efisiensi transmisi dan distribusi listrik,” kata Anh Nguyet Pham, Spesialis Senior Bank Dunia untuk bidang Energi di Indonesia. Second Power Transmission Development Project akan membantu memperbaiki pasokan dan kualitas listrik di wilayah-wilayah proyek dengan membangun atau merehabilitasi gardu induk. Proyek ini juga akan turut membangun kapasitas PLN untuk  mengoperasikan sistem transmisi dan distribusi.”

Second Power Transmission Development Project akan memperluas dan merehabilitasi sejumlah gardu induk 150/20 kV dan 70/20 kV di wilayah-wilayah proyek, disamping juga membangun sejumlah gardu induk 150/20 kV baru. Secara paralel dengan proyek ini, sebuah program bantuan teknis untuk membangun kapasitas PLN akan diterapkan dengan dana hibah dari Pemerintah Australia senilai $2 juta.

Sesuai perjanjian dengan Kementerian Keuangan Indonesia, pengembalian dana pinjaman untuk PLN ini akan jatuh tempo dalam kurun 21 tahun, dengan masa tenggang 7,5 tahun.

 

Kontak Media
Di Washington
Carl Hanlon
Telepon: (1-202) 473-8087
chanlon@worldbank.org
Di Jakarta
Randy Salim
Telepon: (62-21) 5299-3259
rsalim1@worldbank.org
Untuk Permintaan Siaran
Natalia Cieslik
Telepon: (202) 458-9369
ncieslik@worldbank.org



SIARAN PERS NO:
2013/006/EAP

Api
Api