SIARAN PERS

Indonesia: Jaminan Kelas Dunia untuk Infratruktur yang Lebih Baik

12 September 2012




Bank Dunia membantu membangun kapasitas PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia

Jakarta, September 11, 2012 – Upaya Indonesia dalam mendirikan pasar untuk Kemitraan Pemerintah Swasta (Public Private Partnerships atau PPP) dalam infrastruktur hari ini mendapatkan dukungan tambahan dari Bank Dunia. Dewan eksekutif Bank Dunia baru saja menyetujui proyek baru untuk membantu PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Indonesia Infrastructure Guarentee Fund atau IIGF) yang baru saja dibentuk. IIGF yang kini telah beroperasi dan mendukung proyek-proyek PPP didirikan pemerintah Indonesia untuk menilai dan menjamin semua proyek PPP yang memerlukan jaminan dari pemerintah.

Proyek Bank Dunia dirancang untuk membantu IIGF membentuk standar operasional bertaraf internasional, dan membangun kapasitas internal IIGF untuk menyaring, menilai, dan mengawasi proyek-proyek PPP. Komponen bantuan teknis senilai $ 4,6 juta ini juga akan membantu meningkatkan kapasitas instansi terkait untuk mempersiapkan PPP. Dibawah kompenen kedua proyek ini, Bank Dunia akan menyediakan $ 25 juta bagi IIGF untuk mendanai jaminan, apabila memang diperlukan dana tambahan. Proyek-proyek PPP yang dijamin IIGF dengan dana pinjaman Bank Dunia, akan ditaksir langsung oleh Bank Dunia. Dalam proses penaksiran ini, Bank Dunia akan melakukan transfer ilmu kepada IIGF.

Bank Dunia telah menjadi mitra utama pemerintah Indonesia dalam pematangan konsep, pendirian dan implementasi IIGF, dan kami sangat senang Bank Dunia akan menjadi mitra kami dalam tahap implementasi juga,” kata Sinthya Roesly, Presiden Direktur IIGF. Dengan bantuan teknis Bank Dunia, standar operasional dan prosedur internal IIGF akan disesuaikan  dengan standar internasional. Bantuan ini juga akan memperkuat pelayanan single window kita untuk menilai dan menyediakan jaminan bagi proyek-proyek PPP di Indonesia.”

IIGF merupakan bagian penting dalam pembangunan pasar PPP untuk infrastruktur, yang kemudian dapat mendorong pertumbuhan perekonomian Indonesia,” kata Stefan Koeberle, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia. Dengan terus mendukung peningkatan standar operasional IIGF yang tinggi, Bank Dunia menunjukkan komitmen jangka panjang terhadap pengembangan infrastruktur di Indonesia. Kita juga tetap berkomitmen membangun kapasitas lembaga-lembaga nasional yang memimpin agenda pembangunan negara.”

Dengan bantuan Bank Dunia, IIGF dapat menyediakan jaminan bagi perusahaan-perusahaan swasta yang hendak melakukan investasi di proyek-proyek infrastruktur seperti jalan dan jembatan tol, jalur kereta; air minum, irigasi, infrastruktur air buangan; telekomunikasi; dan pembangkit listrik, fasilitas transmisi dan distribusi. Kurangnya infrastruktur menekan pertumbuhan ekonomi di Indonesia dan menghambat perbaikan kualitas hidup penduduk, terutama kaum miskin. Proyek-proyek yang didukung IIGF membuka peluang ekonomi bagi warga dan meningkatkan kualitas hidup mereka.

Kontak Media
Dalam Jakarta
Randy Salim
Telepon: (62-21) 5299-3259
rsalim1@worldbank.org
Dalam Washington DC
Mohamad Al-Arief
Telepon: (1-202) 458-5964
malarief@worldbank.org

SIARAN PERS NO:
2013/058/EAP

Api
Api