ARTIKEL

Laporan Triwulanan Perekonomian Indonesia – Desember 2015

15 Desember 2015


Image

  • Ekonomi Indonesia menghadapi kondisi eksternal yang penuh tantangan. Perdagangan global, perdagangan dan harga komoditas masih rendah, dan berdampak pada pertumbuhan PDB dan penerimaan fiskal.
  • Kebakaran hutan dan asap tahun ini juga menghambat pertumbuhan PDB, dan membawa kerugian bagi Indonesia senilai Rp 221 triliun (1,9% PDB) – dua kali lebih besar dari biaya rekonstruksi Aceh pasca tsunami tahun 2004. Dampak kebakaran hutan dibahas di edisi laporan kali ini.
  • Pemerintah telah mengambil tindakan untuk memperkuat pertumbuhan, seperti menaikkan belanja modal sekitar 49,8% tahun-ke-tahun dalam nilai riil pada kuartal ketiga.
  • Bertambahnya belanja public telah membantu pertumbuhan, dengan PDB tumbuh sebesar 4,7% tahun-ke-tahun pada kuartal ketiga, sama seperti kuartal pertama dan kedua tahun 2015.
  • Proyeksi pertumbuhan Bank Dunia untuk tahun depan tidak berubah dari laporan Oktober 2015; proyeksi pertumbuan tetap 5,3% untuk tahun 2016. Tetapi konsumsi domestik dan investasi diharapkan berkontribusi sedikit lebih besar kepada pertumbuhan tahun ini dan tahun depan.
  • Tujuh paket kebijakan reformasi regulasi dan struktural serta stimulus fiskal telah dikeluarkan sebagai upaya meningkatkan investasi sektor swasta yang masih rendah pada tahun ini.
  • Komitmen pemerintah untuk mempercepat belanja publik pada tahun 2015 serta penerimaan lebih rendah dari yang diharapkan telah menaikkan defisit fiskal menjadi 2,5% PDB pada bulan Oktober.
  • Apabila penerimaan tetap rendah pada tahun 2016, akan ada risiko terhadap momentum belanja infrastruktur publik yang kuat serta dampaknya pada pertumbuhan.
  • Dana Desa akan bertambah secara signifikan tahun depan, dan berpotensi memberi kontribusi kepada belanja infrastruktur umum. Edisi kali ini membahas tantangan awal implementasinya yang penting bagi keberhasilan program.
  • Juga dibahas dalam laporan edisi ini adalah potensi dampak Trans-Pacific Partnership (TPP) kepada Indonesia apabila bergabung atau tidak. Dampak TPP kepada perdagangan mungkin akan terbatas, karena tarif impor sudah rendah di negara-negara anggota serta sudah ada perjanjian dagang dengan Indonesia. Dampak pada investasi mungkin akan lebih penting, karena TPP memperluas akses ekonomi global dan memberi perlindungan hukum lebih besar kepada investor asing dari pada yang biasanya diberikan oleh hukum setempat. 

Api
Api