ARTIKEL

Sekolah yang otonom dan akuntabel menghasilkan siswa yang lebih bermutu

14 September 2011


Bank Dunia mendukung Indonesia untuk menerapkan Manajemen Berbasis Sekolah lebih baik, agar sekolah lebih transparan dan mampu meningkatkan prestasi siswa. 

World Bank Group

PESAN UTAMA
  • Indonesia perlu meningkatkan mutu para siswa untuk mendukung pertumbuhan.
  • Bank Dunia bekerja bersama Indonesia untuk meningkatkan implementas manajemen berbasis-sekolah.
  • Investasi Indonesia dalam manajemen-berbasis sekolah mulai menuai hasil, dengan naiknya nilai para siswa.

Jakarta, September 14, 2011 - Sebagai negara yang belum lama masuk kategori berpenghasilan menengah, Indonesia berada di bawah tekanan untuk menghasilkan siswa-siswa yang lebih bermutu dan mampu bersaing di arena internasional. Beberapa tahun terakhir, kinerja siswa Indonesia telah mengalami peningkatan, namun masih perlu terus memperbaiki diri. Seiring semakin banyaknya sekolah yang menerapkan manajemen berbasis sekolah, diharapkan hasil belajar para siswa akan terus meningkat.

Implementasi manajemen berbasis sekolahdi Indonesia
Pendekatan manajemen berbasis sekolah mulai dikembangkan Indonesia sebelum tahun 1998, namun ketika krisis ekonomi Asia menimpa Indonesia, dana tidak lagi tersedia. Para kepala sekolah hanya memiliki gedung sekolah dan guru-guru yang digaji oleh pemerintah. Undang-undang pendidikan tahun 2002 telah memberikan peraturan dasar untuk manajemen berbasis sekolah dan lembaga-lembaga mitra pembangunan mulai memberi bantuan untuk menjalankan pendekatan ini melalui sejumlah proyek. Dengan dukungan mitra pembangunan, Kementerian Pendidikan Nasional ingin memastikan bahwa semua sekolah siap untuk mengelola sekolah mereka sendiri melalui pendekatan ini.

Bank Dunia telah mendukung program Bantuan Operasional Sekolah (BOS) pemerintah sejak tahun 2008. Dukungan yang diberikan juga termasuk analisa dan bantuan teknis untuk menjalankan manajemen berbasis sekolah melalui Dutch Education Support Program dan Basic Education Capacity Trust Fund yang didukung oleh Pemerintah Belanda dan Komisi Eropa.

Pendekatan yang digunakan Indonesia dalam menjalankan manajemen berbasis sekolah adalah mengajak sekolah-sekolah untuk mengelola fasilitasnya sendiri secara transparan dengan partisipasi masyarakat yang kuat serta mempromosikan pembelajaran yang aktif, efektif, dan menyenangkan. Sejumlah inisiatif telah dijalankan oleh sekolah-sekolah mengikuti pendekatan ini, termasuk menyediakan laporan keuangan sekolah kepada publik, melibatkan masyarakat dan orangtua dalam kegiatan belajar mengajar, serta menggunakan cara-cara inovatif untuk menjadikan aktivitas belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan bagi siswa.

Dalam sepuluh tahun terakhir, sekolah-sekolah di Indonesia telah memperoleh lebih banyak tanggung jawab untuk mengatur rencana dan anggaran mereka sendiri, serta mengelola dana BOS dari pemerintah. Alhasil, sekolah-sekolah di Indonesia kini menjadi lebih otonom dan semakin banyak upaya untuk meningkatkan akuntabilitas. Hal tersebut kemudian berdampak positif pada siswa seperti yang dipaparkan oleh Programme for International Student Assessment – kajian berstandar internasional yang diberikan kepada siswa berusia 15 tahun yang dikembangkan oleh OECD.

Dalam serangkaian lokakarya pada bulan Agustus, Fasli Jalal, Wakil Menteri Pendidikan Nasional, mengatakan bahwa, “Sekarang saatnya mengkonsolidasikan dan memastikan manajemen berbasis sekolah di Indonesia bisa terus berjalan.” Ia juga berharap dapat memanfaatkan berbagai pengalaman yang pernah dilakukan, serta mengembangkan peta untuk menentukan langkah ke depan. Dengan dukungan mitra pembangunan, diharapkan sekolah-sekolah di Indonesia akan mampu untuk menghasilkan siswa-siswa bertaraf internasional di masa depan.

Rekomendasi yang muncul dari peserta lokakarya untuk memperbaiki manajemen berbasis sekolah termasuk:

  • Mendukung Sekretariat manajemen berbasis sekolahdi Kemendiknas untuk: mengembangkan panduan nasional prinsip dan indikator dasar; memetakan praktik-praktik yang baik; mengkoordinasikan implementasi di kabupaten.
  • Mengembangkan kapasitas Dinas Pendidikan untuk: membuat hasil pembelajaran menjadi akuntabel; menerapkan proses partisipatif untuk memastikan hasil pembelajaran yang berkualitas.
  • Meningkatkan peranan orangtua dan masyarakat dengan: melatih anggota komite sekolah; memberikan mandat yang jelas dan mendorong mereka agar lebih terlibat dalam pengembangan sekolah

Api
Api