ARTIKEL

ASEAN Dan Bank Dunia Meningkatkan Kerjasama di Berbagai Bidang Penting (Berita)

29 Januari 2010


PESAN UTAMA
  • Sesi Konsultasi ASEAN-Bank Dunia berkumpul untuk menilai kemitraan saat ini dan merencanakan kerja sama masa depan antara kedua lembaga.
  • Upaya bersama di bidang ekonomi dan perlindungan sosial akan ditingkatkan. Kemitraan ini akan menggabungkan kepemimpinan ASEAN dan keterampilan teknis Bank Dunia mengenai isu pembangunan utama.

Jakarta, 28-29 Januari 2010, Peningkatan kerja sama dalam isu pembangunan antara ASEAN (Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara) dan Bank Dunia saat ini sedang dieksplorasi, terutama di bidang infrastruktur dan konektivitas utama, perlindungan sosial, perubahan iklim, manajemen risiko bencana dan ketahanan pangan.

Berbicara dalam Sesi Konsultasi Sekretariat ASEAN-Bank Dunia tingkat tinggi di Jakarta, Sekretaris Jenderal ASEAN, Dr Surin Pitsuwan, mengatakan bahwa, "visi ASEAN dan Bank Dunia sangat terkait, dan ASEAN sedang mencari kesempatan untuk membagikan pengalaman Bank Dunia ke wilayahnya mengenai cara menjalankan pembangunan dengan lebih baik."

Sejalan dengan pandangan bahwa pembangunan adalah sangat multidimensi dan komprehensif, para peserta Sesi Konsultasi membahas berbagai isu lintas sektoral termasuk integrasi regional, infrastruktur dan konektivitas, perlindungan sosial dan migrasi tenaga kerja. Area lain seperti memperkuat pengawasan makroekonomi, keamanan pangan dan energi, perubahan iklim dan manajemen risiko bencana dan Global Development Learning Network (GDLN), juga dibahas. Session Konsultasi diselenggarakan dengan tujuan untuk menilai upaya bersama saat ini dan merencanakan kerja sama masa depan antara ASEAN dan Bank Dunia.

Dr Surin juga menyerukan kepada Bank Dunia untuk mempertimbangkan cara menyinergikan bantuan bilateralnya kepada negara anggota ASEAN di tingkat nasional dengan dimensi dan agenda regional."Bersamaan dengan pemberian bantuan strategi pembangunan nasional, Bank Dunia pun memberikan kesempatan untuk memasukkan komponen integrasi regional ke dalam rencana," katanya.

Sementara itu, dalam kajiannya atas kemitraan ASEAN-Bank Dunia saat ini, Wakil Presiden Bank Dunia untuk Wilayah Asia Timur dan Pasifik, James W. Adams mengatakan bahwa, "Bank Dunia berkomitmen untuk meningkatkan agenda ekonomi dan perlindungan sosial ASEAN". Dia juga menyatakan harapannya untuk mempertahankan interaksi tingkat tinggi secara teratur. "Setelah terjadi krisis global, ada kebutuhan untuk bekerja lebih pada isu perlindungan sosial. ASEAN yang muncul sebagai pemimpin global dalam mengembangkan kerja sama regional. Kemitraan ini akan menggabungkan kepemimpinan ASEAN dengan keterampilan teknis Bank Dunia mengenai isu pembangunan utama."

Ke depannya, Sekretariat ASEAN dan Bank Dunia sepakat mengenai pentingnya mempertahankan diskusi mengenai isu strategis serta meningkatkan koordinasi dan pertukaran informasi mereka.

Sesi Konsultasi ini diikuti oleh seminar pembangunan setengah hari mengenai "Dunia Pascakrisis: Skenario Pembangunan Global dan Regional Asia Timur" yang diselenggarakan di Sekretariat ASEAN di Jakarta. Seminar ini menyatukan perwakilan dari negara anggota ASEAN dengan pejabat utama dari Sekretariat ASEAN dan Bank Dunia.

Fakta ASEAN

Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) didirikan pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. ASEAN telah menjadi salah satu organisasi regional yang paling menonjol dan bertahan lama di dunia. Perhimpunan ini tetap aktif dalam tujuannya mempercepat pertumbuhan ekonomi dan pembangunan sosial di antara negara anggotanya di samping tujuan politik dalam mempromosikan perdamaian dan stabilitas regional.

Perhimpunan ini pun merupakan salah satu perhimpunan terbesar. Pada tahun 2008, negara-negara ASEAN mencatatkan populasi gabungan sekitar 580 juta orang, yang tinggal di area seluas 4,5 juta kilometer persegi dengan PDB gabungan sebesar USD1.5 triliun dan mendekati 5 triliun dalam dolar PPP (paritas daya beli).

ASEAN terdiri dari 10 negara anggota: Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Visi ASEAN 2020, yang diadopsi oleh para pemimpin ASEAN pada perayaan hari jadi ASEAN ke-30, menyepakati visi bersama ASEAN sebagai kesepakatan bangsa-bangsa Asia Tenggara, pandangan ke depan, hidup dalam perdamaian, stabilitas dan kemakmuran, terikat bersama dalam kemitraan dalam pembangunan yang dinamis dan dalam komunitas masyarakat yang peduli.

Perhimpunan ini mengadopsi Piagam ASEAN pada tanggal 15 Desember 2008. Piagam ini berfungsi sebagai landasan yang kokoh dalam mencapai Masyarakat ASEAN dengan memberikan status hukum dan kerangka kelembagaan untuk ASEAN. Piagam ini juga mengatur norma, aturan dan nilai-nilai ASEAN; menetapkan target yang jelas untuk ASEAN; serta memberikan pertanggungjawaban dan kepatuhan.


Api
Api