SIARAN PERS16 Desember 2025

Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh di Tengah Ketidakpastian Global

Transformasi Digital Jadi Kunci Pertumbuhan di Masa Depan

The World Bank
JAKARTA, 17 Desember 2025 — Pada sembilan bulan pertama tahun 2025, pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai 5,0 persen dan pertumbuhan ini diperkirakan akan tetap berada pada sekitaran tersebut di tahun 2026 dan 2027, didorong oleh investasi yang kuat dan ekspor bersih (net exports).

Menurut laporan Indonesia Economic Prospects (IEP) edisi Desember 2025 dari Bank Dunia yang dirilis pada 16 Desember 2025 bertajuk “Digital Foundations for Growth, kebijakan moneter dan fiskal Indonesia semakin akomodatif. Upaya pemberian stimulus berhasil mendorong kredit swasta dan konsumsi, sekaligus menjaga disiplin fiskal dan inflasi yang moderat. Meskipun stabilitias makroekonomi terjaga, tantangan di pasar tenaga kerja masih membayangi kesejahteraan rumah tangga. Perekonomian telah berhasil menciptakan pekerjaan, namun hal ini terjadi pada sektor dengan nilai tambah rendah yang belum dapat  membayarkan upah kelas menengah. Dalam periode 2018 hingga 2024, upah riil di Indonesia menurun 1,1 persen per tahun.

“Reformasi struktural dapat mendorong produktivitas dan terciptanya pekerjaan dengan upah lebih baik,” ujar Carolyn Turk, Direktur Divisi Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste. “Peningkatan keterampilan, dukungan terhadap adanya persaingan, dan penguatan iklim usaha melalui digitalisasi akan membuka lebih banyak peluang bagi Indonesia untuk beralih ke pekerjaan bernilai tinggi untuk memastikan pertumbuhan ekonomi meningkatkan taraf hidup masyarakat,” tambahnya.

Laporan tersebut menyoroti bagaimana pengembangan dan peningkatan infrastruktur digital di Indonesia dapat mendukung penguatan daya saing dan produktivitas. Ekonomi digital Indonesia, berdasarkan gross merchandise value terms, tetap menjadi yang terbesar di kawasan ASEAN di tahun 2025. Namun, masih ada tantangan dalam merealisasikan potensinya. Akses internet memang berkembang pesat, tetapi kualitas dan pengunaannya belum merata. Kecepatan internet rata-rata tertinggal dibanding negara tetangga, dan banyak pengguna di daerah pedesaan, sekolah, serta fasilitas kesehatan belum menikmati koneksi Internet berkecepatan tinggi. Kapasitas pusat data lokal juga terus berkembang, namun masih membutuhkan dukungan investasi dan iklim regulasi untuk dapat mencapai potensinya secara penuh.  Langkah-langkah konkret dapat dilakukan, antara lain memperluas program Pemerintah yang sudah ada, untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dan mempercepat kemajuan menuju ekonomi digital yang lebih inklusif dan kompetitif.

“Ambisi Indonesia dalam digitalisasi sejalan dengan peluang besar yang ada di depan,” kata Mahesh Uttamchandani, Direktur Regional Bank Dunia untuk Digital dan AI di Asia Timur, Pasifik, dan Asia Selatan. “Komitmen Pemerintah terhadap transformasi digital terkait layanan publik dan perekonomian  menciptakan momentum yang kuat, dengan potensi untuk melangkah lebih jauh lagi seiring dengan adanya teknologi digital dan AI yang membuka berbagai peluang untuk Indonesia meraih tujuan pembangunannya,” ujarnya.

David Knight, Ekonom Utama Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste, menambahkan, “Transformasi digital menawarkan mesin pertumbuhan yang kuat bagi Indonesia. Peningkatan jangkauan dan kualitas infrastruktur digital, didukung dengan iklim regulasi yang baik akan menjadi kunci untuk membuka berbagai manfaat ekonomi digital.”

Bank Dunia merekomendasikan sejumlah langkah untuk mewujudkan ambisi digital Indonesia, antara lain:

  • Akses Jaringan dan Kompetisi:
    • Mempercepat alokasi spektrum yang lebih banyak untuk broadband seluler dan 5G.
    • Meningkatkan akses yang adil serta terbuka ke jaringan fiber optik dan infrastruktur pasif, termasuk tiang listrik PLN, untuk memperkuat persaingan dan menekan biaya pembangunan.
  • Konektifitas dan harga yang terjangkau yang inklusif:
    • Mendorong investasi swasta guna memperluas jaringan tetap telekomunikasi (fixed broadband)  di daerah pedesaan dengan menggabungkan langganan internet di sekolah, fasilitas keehatan, dan fasilitas pemerintah.
    • Meninjau tarif Palapa Ring, yang merupakan bagian dari jaringan tulang punggung broadband nasional Indonesia, secara grosir untuk memastikan akses dengan harga yang terjangkau di daerah-daerah terpencil.
  • Tata kelola dan infrastruktur data:
    • Menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif bagi pusat data melalui insentif yang terkoordinasi, regulasi yang lebih disederhanakan, serta penerbitan regulasi Pemerintah terkait perlindungan data pribadi.

Penguatan infrastruktur digital, khususnya melalui investasi swasta bersama dengan pengembangan keterampilan digital dan upaya menjaga kepercayaan terkait sektor digital, dinilai penting untuk memperluas akses terhadap berbagai kesempatan, menciptakan pekerjaan berkualitas, dan mendorong pertumbuhan inklusif bagi seluruh masyarakat Indonesia.

SIARAN PERS NO: 2026/032/EAP

Kontak

Washington DC
World Bank Media Relations
+1 (202) 473 7660
Jakarta
Lestari Boediono
+6221 5299 3156

Blog

    loader image

TERBARU

    loader image