SIARAN PERS 19 September 2018

Indonesia Berkomitmen Memberi Semua Anak Awal Hidup Terbaik dengan Mengatasi Stunting

JAKARTA, 19 September 2018 - Indonesia berkomitmen untuk memberi awal mula kehidupan yang terbaik kepada generasi masa depan, dan dengan pertumbuhan yang kuat serta kemiskinan yang menurun, bangsa ini berada di jalur yang tepat untuk mencapainya. Namun, dengan tingginya tingkat stunting pada anak, dibutuhkan terobosan dalam perjuangan panjang mengatasi malnutrisi. Buku ‘Aiming High: Indonesia’s Ambition to Reduce Stunting’ yang diluncurkan hari ini membahas apa yang diperlukan untuk secara sukses mempercepat pencegahan stunting.

Buku ini meneliti stunting di Indonesia, yang berdasarkan data tahun 2013, dialami oleh lebih dari sepertiga anak balita Indonesia. Buku tersebut menarik pelajaran dari program penanganan stunting yang telah dilakukan Indonesia dan negara lain seperti Peru dan Thailand. Hal ini dilakukan untuk meningkatkan respons terhadap situasi ini dan memetakan langkah ke depan.

“Kita memiliki sumberdaya. Kita memiliki program di semua sektor utama. Yang kita butuhkan saat ini adalah peningkatan kualitas dan konvergensi penyediaan layanan di tingkat lokal,” kata Bambang Widianto, Sekretaris Eksekutif Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Komitmen pemerintah Indonesia dalam percepatan upaya mengatasi stunting tercermin dari Strategi Nasional Pencegahan Stunting senilai US$ 14,6 miliar yang diluncurkan pada Agustus 2017 dan akan memberi manfaat bagi 48 juta ibu hamil dan anak-anak di bawah usia 2 tahun dalam empat tahun ke depan. Investasi yang berbasis bukti dan hemat biaya ini akan mencoba mendukung peningkatan  akses masyarakat pada paket layanan kunci yang bermutu – termasuk kesehatan, gizi, pendidikan dan sanitasi – yang dilaksanakan melalui koordinasi erat semua pemangku kepentingan. Di Indonesia, setiap dolar yang dibelanjakan untuk mengurangi stunting diperkirakan akan menghasilkan manfaat ekonomi sebesar US$ 48.

“Menurut analisis kami, lebih dari dua juta anak Indonesia di bawah usia dua tahun dapat diselamatkan dari stunting dalam tiga hingga empat tahun ke depan jika Strategi Nasional ini dilaksanakan secara efektif,” kata Rodrigo A. Chaves, Kepala Perwakilan Bank Dunia untuk Indonesia dan Timor-Leste. “Kami senang Indonesia mengambil tindakan untuk mengatasi stunting yang akan memberi jutaan anak kesempatan yang sama dalam pendidikan, bersaing di pasar tenaga kerja, dan menikmati kemakmuran negara. Merupakan suatu kehormatan bagi Bank Dunia dapat bermitra dengan Indonesia dalam upaya ini.”

Beberapa rekomendasi untuk mengatasi stunting termasuk pentingnya 'pendekatan konvergensi', yaitu koordinasi multi-sektor untuk menyasar daerah prioritas dan masyarakat penerima manfaat. Yang juga merupakan hal penting terkait ini adalah sistem informasi, pemantauan dan evaluasi data yang terpercaya, serta target yang jelas dan dapat dicapai. Keberadaan posyandu juga perlu diperbaiki kembali setelah sempat mengalami keterbatasan dana dan sumberdaya manusia. Selain itu, peran Pekerja Pembangunan Manusia untuk mengatasi ketimpangan akses layanan saat ini juga ditekankan.

Peluncuran laporan Triwulan Perekonomian Indonesia September 2018 merupakan bagian dari Voyage to  Indonesia, serangkaian kegiatan menjelang Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 ,yang akan diadakan bulan depan di Bali. Pemerintah Jepang melalui Japan Trust Fund for Scaling Up Nutrition serta Australian Department of Foreign Affairs and Trade telah mendukung pendanaan publikasi ini.


Kontak

Washington, DC
Marcela Sanchez-Bender,
+1 (202) 473-5863
msanchezbender@worldbank.org
Jakarta
Lestari Boediono
+62-21-5299-3156,
lboediono@worldbank.org
Api
Api