Learn how the World Bank Group is helping countries with COVID-19 (coronavirus). Find Out

ARTIKEL

Telah Ditandatangani Sebuah Perjanjian Untuk Membantu Kalangan Terpingirkan Indonesia

30 Juni 2011


PESAN UTAMA
  • Bank Dunia telah menandatangani perjanjian dengan tiga organisasi nasional guna memformalisasikan prosedur hukum untuk mengaktifkan hibah bagi PNPM Peduli.
  • PNPM Peduli mengisi kekurangan pendanaan yang cukup besar bagi CSO (Organisasi Masyarakat Madani) lokal yang menangani kalangan paling marginal.

Jakarta, 30 Juni 2011 - Bank Dunia telah menandatangani perjanjian dengan tiga organisasi nasional yang akan melaksanakan PNPM Peduli, sebuah program untuk memberdayakan kalangan yang paling marginal pada tingkat akar rumput. Program baru ini dilaksanakan di bawah payung PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) Mandiri.

PNPM Peduli akan membantu kegiatan pengurangan kemiskinan dengan membuka akses yang lebih besar untuk kesehatan, pendidikan, dan perekonomian. Program juga akan membantu peningkatan kapasitas pengelolaan kewirausahaan demi memperkuat kemampuan organisasi penerima hibah dan sub-hibah.  PNPM Peduli berbeda dari program lainnya di bawah PNPM karena program ini didorong oleh organisasi masyarakat madani dengan dukungan Pemerintah. Tiga Organisasi Pelaksana, yakni Kemitraan, Perhimpunan untuk Peningkatan Keberdayaan Masyarakat (PPKM/ACE), dan Lakpesdam NU, telah dipilih sebagai penerima hibah dari PNPM Peduli. Organisasi tersebut memiliki rekam jejak yang baik dalam pemberian sub-hibah bagi CSO (Organisasi Masyarakat Madani) lokal atau cabang sub-nasional, dan juga bergerak dalam pengurangan kemiskinan di lebih dari satu bidang tematik, kawasan, atau jenis kalangan marginal.

Ketiga organisasi ini akan melaksanakan program dengan hibah total senilai USD 3.708.700 di bawah pengawasan Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Masyarakat dan Bappenas. Bank Dunia akan mengkoordinasikan hibah PNPM Peduli melalui Fasilitas Pendukung PNPM (PNPM Support Facility), sebuah dana wali amanat multi donor yang mengelola hibah dari Pemerintah Australia, Denmark, Belanda, Inggris, Amerika Serikat, dan Uni Eropa.

Perjanjian ini ditandatangani oleh Jan Weetjens, Koordinator Sektor untuk Pembangunan Sosial di Indonesia, dan perwakilan dari setiap Organisasi Pelaksana. Penandatanganan ini disaksikan oleh Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Masyarakat, yang diwakili oleh Hadi Susanto, Asisten Deputi Urusan Pengarusutamaan Kebijakan dan Anggaran, dan oleh Magdalena, Asisten Deputi Urusan Pengembangan Keuangan Mikro & Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna.

Penandatanganan perjanjian ini memformalisasikan prosedur hukum untuk mengaktifkan hibah, “Ini baru permulaan,” kata Jan Weetjens. “Sekarang kita harus melaksanakan rencana dan yang menjadi tantangan utama adalah bagaimana hasil kerja kita dapat benar-benar menjangkau kalangan marginal.”

Kalangan marginal yang akan dijangkau PNPM Peduli termasuk anak-anak jalanan, yatim piatu, pengemis, orang-orang yang hidup dengan HIV dan AIDS, etnis minoritas dan masyarakat adat yang miskin, kaum difabel, rumah tangga miskin dengan kepala keluarga perempuan, korban perdagangan manusia, korban kekerasan dalam rumah tangga atau masyarakat, kaum muda yang bermasalah dengan hukum, buruh tani, minoritas seksual termasuk transgender, dan lainnya.

PNPM akan dilaksanakan dalam dua tahap: tahap pertama akan dilaksanakan tahun 2011 dan 2012, sedangkan tahap kedua akan dilaksanakan tahun 2013 dan 2014. Selama tahap pertama, PNPM Peduli, melalui ketiga organisasi yang telah disebutkan, akan bekerja sama dengan 30 mitra CSO lokal dan 30 cabang NU untuk menjangkau lebih dari 40.000 penerima manfaat di 23 provinsi. Program tersebut akan ditingkatkan skalanya pada tahap kedua untuk menjangkau lebih banyak lagi kalangan marginal di lebih banyak tempat.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat menyadari peran penting CSO dalam memberdayakan kalangan yang paling marginal. “PNPM Peduli didasarkan pada keyakinan bahwa pengurangan kemiskinan yang lebih inklusif akan timbul dari kemitraan yang lebih kuat antara pemerintah dan masyarakat madani Indonesia,” ujar Hadi Susanto dan Magdalena. Oleh sebab itu, fokus penting program ini adalah untuk memperkuat kapasitas CSO nasional dan lokal untuk pengurangan kemiskinan yang inklusif, sekaligus meningkatkan kapasitas tiga organisasi nasional dan mitra serta cabang CSO lokalnya.

PNPM Peduli mengisi kekurangan pendanaan yang cukup besar bagi CSO (Organisasi Masyarakat Madani) lokal yang menangani kalangan paling marginal. Banyak dari antara CSO ini mengalami kesulitan memperoleh akses pendanaan dan sering kali harus dijalankan dengan sumber daya yang sangat terbatas. PNPM Peduli akan memungkinkan CSO tersebut untuk menghasilkan dampak yang lebih besar dan membantunya memperluas program, sehingga mampu menjangkau lebih banyak kalangan marginal di lebih banyak lokasi di Indonesia.


Api
Api