publication 1 Juli 2019

Laporan Triwulanan Perekonomian Indonesia, Juni 2019: Lautan Peluang

Laporan edisi kali ini membahas pentingnya ekonomi maritim bagi pembangunan ekonomi Indonesia dan pertumbuhan berkelanjutan. Laut bisa memberi kontribusi yang lebih besar bagi perekonomian melalui pendapatan yang lebih tinggi dari pariwisata dan perikanan jika dikelola dengan lebih baik.

World Bank Group


 
  • Pertumbuhan PDB Indonesia pada kuartal pertama tahun 2019 stabil di tingkat 5,1%. Selama 14 kuartal terakhir Indonesia mempertahankan pertumbuhan ekonomi yang stabil, konsisten dalam kisaran antara 4,9-5,3%.
  • Selama kuartal pertama 2019 terjadi peralihan pendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pertumbuhan investasi melambat dari tingkat tertinggi selama beberapa tahun, sementara konsumsi masyarakat dan pemerintah meningkat.
  • Defisit transaksi berjalan mengecil pada awal 2019 karena impor menyusut lebih cepat dari ekspor akibat pertumbuhan investasi yang melambat.
  • Kondisi makro-keuangan Indonesia telah membaik sejak November 2018. Aliran modal masuk kembali pulih pasca gejolak keuangan global pada pertengahan 2018 ketika aliran modal keluar dari negara-negara berkembang lebih besar dari pada saat tingkat suku bunga di Amerika Serikat meningkat di tahun 2013.
  • Dengan nilai tukar mata uang yang relatif stabil, harga minyak yang rendah, dan harga energi domestik yang stabil, inflasi turun menjadi rata-rata 2,6% pada kuartal pertama 2019 – tingkat terendah sejak kuartal keempat 2009.
  • Pertumbuhan PDB Indonesia untuk tahun 2019 diproyeksikan mencapai 5,1% kemudian akan naik menjadi 5,2% pada tahun 2020. Kenaikan kecil pada konsumsi masyarakat diperkirakan akan berlanjut, didukung oleh inflasi yang rendah dan pasar tenaga kerja yang kuat. Posisi fiskal diperkirakan akan membaik, yang memungkinkan penguatan investasi pemerintah untuk proyek infrastruktur dan dimulainya rekonstruksi pasca bencana alam.
  • Risiko terhadap proyeksi pertumbuhan Indonesia telah meningkat dengan kembalinya eskalasi ketegangan perdagangan global yang mungkin akan membebani perdagangan dunia. Selain itu, pertumbuhan global yang lebih lambat di antara negara-negara maju dan Tiongkok juga membawa risiko besar.
  • Edisi ini juga mengangkat pentingnya ekonomi maritim bagi pembangunan Indonesia. Laporan membahas tantangan dan peluang yang dihadapi sektor maritim untuk mendukung kesejahteraan yang lebih besar. Untuk merealisasikan potensi penuh dari sektor ini akan membutuhkan:
    • reformasi untuk meningkatkan pengelolaan sumber daya alam, pelestarian ekosistem, peningkatan mutu makanan laut, memajukan pengalaman wisata, dan mencari peluang untuk memperkuat citra laut dan pesisir Indonesia.
    • investasi untuk melindungi aset maritim dan pesisir dari sampah laut.

 


MULTIMEDIA

Image
click
VIDEO 11 Agustus 2019

Menjaring Peluang Biru di Indonesia