Halaman ini dalam:

SIARAN PERS

Ekonomi Indonesia: Tantangan sekarang, potensi akan datang

28 Juni 2011

Jakarta, 28 Juni 2011 -  Triwulanan Ekonomi Indonesia yang diterbitkan hari ini oleh Bank Dunia menyoroti berlanjutnya kinerja ekonomi yang positif dari ekonomi Indonesia melalui pertengahan tahun 2011 dan potensi ekonomi masa depannya yang bahkan lebih menjanjikan. Akan tetapi, pencapaian potensi itu tidak akan terjadi dengan sendirinya. Akan dibutuhkan kemajuan dalam investasi dan reformasi kebijakan yang kuat dan berkelanjutan untuk membawa pertumbuhan naik ke tingkat yang baru dan untuk menangani tantangan-tantangan yang sekarang dihadapi oleh ekonomi Indonesia.

Pertumbuhan mengalami sedikit moderasi pada triwulan pertama tahun 2011 tetapi masih tetap kuat sebesar 6,5 persen tahun-ke-tahun, didukung oleh konsumsi dan investasi swasta yang kokoh. Aliran masuk modal portofolio tetap kuat dan aliran PMA terus meningkat. Inflasi juga telah turun dari nilai tingginya di bulan Januari mengikuti penurunan inflasi harga bahan pangan. Akan tetapi, perkembangan terbaru menyoroti serangkaian tantangan yang sedang dihadapi. Lemahnya pencairan belanja pemerintah mencerminkan kendala dalam meningkatkan penyampaian layanan masyarakat dan peningkatan infrastruktur. Walaupun baru-baru ini harga beras telah turun, rumah tangga miskin masih tetap lemah terhadap ancaman goncangan produksi bahan pangan domestik. Berkecamuknya badai pasar keuangan yang disebabkan oleh krisis hutang zona Euro adalah salah satu sumber utama ketidakpastian dan merupakan peringatan terhadap kepekaan Indonesia terhadap pergerakan aliran modal jangka pendek.


Tingginya harga minyak pada tahun 2011 telah meningkatkan belanja pemerintah pada subsidi energi yang memiliki sasaran yang buruk,  kata Shubham Chaudhuri, Ekonom Senior untuk Bank Dunia di Indonesia.  Bertambahnya belanja publik untuk subsidi berarti opportunity cost yang lebih tinggi dalam hal dana yang sebetulnya dapat digunakan untuk kebutuhan pembangunan lain yang mendesak, seperti pendidikan, kesehatan, jaminan sosial dan infrastruktur. Hasil penghematan dari reformasi juga bisa digunakan untuk program bantuan langsung tunai, untuk membatasi dampak pada rumah tangga miskin.


Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia tahun 2011-2025 yang baru diluncurkan oleh Pemerintah bertujuan untuk mendorong Indonesia menjadi salah satu ekonomi terbesar di dunia pada tahun 2025. Masterplan tersebut memiliki potensi sebagai alat transformatif yang keberhasilan penerapannya akan bergantung pada kebijakan, investasi, komitmen politik dan koordinasi yang tepat. Target yang ambisius untuk membuat sektor swasta membiayai hingga setengah dari keseluruhan investasi juga akan membutuhkan kemajuan dalam bidang-bidang seperti kemitraan pemerintah-swasta dan pendalaman pasar keuangan.


Buruknya kualitas infrastruktur adalah salah satu kendala terbesar bagi perusahaan-perusahaan yang beroperasi di Indonesia,  kata Country Director Bank Dunia untuk Indonesia, Stefan Koeberle.  Seperti ditekankan pada Masterplan Pemerintah untuk tahun 2011-2025, peningkatan konektivitas adalah bagian utama untuk mendukung Indonesia mencapai potensi pertumbuhan masa depannya.

 

Kontak Media
Dalam Jakarta

Randy Salim

Dalam Washington DC

Mohamad  Al-Arief
Telepon: (1-202) 458-5964

SIARAN PERS NO: