Halaman ini dalam:

ARTIKEL

Daya saing ekspor Indonesia dalam sektor manufaktur

05 Maret 2013

Meskipun ada tantangan dari dinamika pasar global, Indonesia memiliki “peluang kedua” untuk memperkuat kinerja ekspornya.

  • Laporan ini memberi latar belakang terkait daya saing ekspor bagi sebuah studi tentang sektor manufaktur yang belum lama ini dikeluarkan Bank Dunia, serta mengangkat peluang bagi Indonesia untuk membangkitkan kembali sektor manufaktur yang sangat penting untuk menyerap tenaga kerja serta pengembangan teknologi. Laporan ini memberi fokus pada daya saing ekspor tiga sub-sektor manufaktur, yaitu garmen, furnitur, dan otomotif, yang masing-masing memiliki tantangan serta dinamika global berbeda, namun penting dalam strategi pembangunan Indonesia, seperti penyerapan tenaga kerja, penggunaan bahan mentah, kapasitas keterampilan lokal, serta pemanfaatan teknologi.
  • Meskipun ada tantangan dari dinamika pasar global, laporan ini menyimpulkan bahwa Indonesia memiliki “peluang kedua” untuk memperkuat kinerja ekspor ketiga sub-sektor di atas. Selain akses bahan mentah, keunggulan lain Indonesia yang juga bisa dimanfaatkan untuk membantu pertumbuhan sektor manufaktur lain adalah besarnya pasar domestik dan integrasi regional, yang memiliki potensi besar untuk mengambil keuntungan dari dampak home market dan ekonomi skala dalam produksi.