Halaman ini dalam:

ARTIKEL

Laporan Triwulanan Perekonomian Indonesia: Mengatasi tantangan saat ini dan ke depan

12 Juli 2012

Kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia tetap kuat tapi dengan masih tingginya ketidakpastian prospek ekonomi internasional tetap harus siaga untuk menghadapi krisis.



  • Prospek pertumbuhan global masih tetap lemah dan pasar keuangan tetap bergejolak
  • Akan tetapi, kinerja pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga kini masih tetap kuat. Pertumbuhan PDB Indonesia pada kuartal pertama tahun 2012 masih tetap kuat pada 6,3 persen tahun-ke-tahun, sedikit turun dari rata-rata 6,5 persen di tahun 2011. Konsumsi masih bertahan kuat pada kwartal pertama 2012, pertumbuhan investasi menurun, sementara ekspor netto memberikan kontribusi negatif terhadap pertumbuhan.
  • Perekonomian Indonesia tidak kebal dari pengaruh perkembangan internasional melalui jalur perdagangan dan keuangan
  • Penurunan harga komoditas internasional, dan volume yang turun, berkontribusi terhadap penurunan pertumbuhan ekspor pada beberapa bulan terakhir dan mengecilnya surplus perdagangan telah membawa neraca berjalan bergeser ke defisit.
  • Tingginya penghindaran risiko internasional pada bulan Mei juga disertai oleh aliran keluar modal. Harga aset-aset dalam negeri menurun dan aliran keluar portofolio, ditambah dengan melemahnya neraca perdagangan, memberikan tekanan terhadap Rupiah.
  • Mencerminkan kinerja yang relatif kuat hingga saat ini, proyeksi dasar (baseline) PDB Indonesia adalah pertumbuhan sebesar 6,0 persen di tahun 2012 dan 6,4 persen di tahun 2013
  • Akan tetapi, dalam hal terjadi kebekuan parah di pasar keuangan internasional yang berkontribusi terhadap penurunan pertumbuhan mitra perdagangan, penurunan harga komoditas dunia dan turunnya tingkat kepercayaan investor, seperti di tahun 2009, pertumbuhan ekonomi diproyeksikan melambat menjadi 4,7 persen di tahun 2013
  • Dalam skenario dimana krisis diatas disertai, atau bahkan ditimbulkan oleh penurunan perekonomian global yang lebih parah dan panjang yang berdampak pada ekonomi berkembang utama, maka pertumbuhan di Indonesia dapat turun ke 3,8 persen.
  •  Dengan resiko ekonomi global yang tinggi dan diperkirakan akan bertahan, perekonomian berkembang (emerging economies), termasuk Indonesia, menghadapi tantangan ganda yaitu meningkatkan kesiagaan menghadapi krisis untuk mengatasi tekanan jangka pendek dan juga pada saat bersamaan mempersiapkan kebijakan-kebijakan untuk mendukung pertumbuhan jangka menengah di tengah lingkungan dunia yang melemah
  • Indonesia telah membuat kemajuan dalam persiapan menghadapi krisis tetapi masih dibutuhkan pekerjaan lanjutan - tidak ada ruang bagi sikap berpuas diri dalam lingkungan pasar yang rapuh seperti sekarang ini.
  • Indonesia, seperti ekonomi berkembang lainnya, harus mempersiapkan diri terhadap kemungkinan gejolak ekonomi global yang panjang dan melemahnya permintaan dari negara maju dengan menekankan kembali strategi pembangunan jangka menengah, dengan fokus pada reformasi yang meningkatkan produktifitas dan iinvestasi infrastruktur.

Disamping menyajikan perkembangan dan prospek perekonomian edisi Perkembangan Triwulanan Perekonomian Indonesia juga memberikan analisis khusus dari perkembangan neraca berjalan Indonesia dan tantangan pelaksanaan anggaran belanja infrastruktur. Laporan ini juga menyajikan analisis investasi disektor jalan dan diskusi keterkaitan antara perdagangan global dan investasi dan daya saing domestik.